Sekilas Perjalanan Karir Sutradara Film Anggy Umbara

Hobi dan Hiburan

Sekilas Perjalanan Karir Sutradara Film Anggy Umbara

Anggy Umbara adalah salah satu sutradara yang turut meramaikan industri perfilman Indonesia. Dia semakin dikenal semenjak film keduanya yaitu Comic 8 yang berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia sehingga menjadi film terlaris di tahun 2014.

Dalam sesi sharing kegiatan Sinema Nongkrong yang dihadiri tim PingPoint.co.id (4/5/2019), Anggy menceritakan awal perjalanan karirnya sebelum menjadi sutradara film yang saat ini cukup dikenal. Dia mengaku sejak masih remaja sudah senang menulis cerita. Selain itu, beberapa anggota keluarganya juga sudah terjun ke dunia produksi, seperti untuk sinetron atau film televisi sehingga dia juga tertarik dalam dunia perfilman. Dia pun sejak remaja sudah sering ikut syuting dengan kakak atau tantenya.

[Baca Juga: Anggy Umbara Berbagi Ilmu Membuat Film Berkualitas]

Karya pertama Anggy Umbara sebagai sutradara adalah sebuah video klip dari band metal. Dari hasil karya pertamanya itulah seiringnya waktu, dia dikenal sebagai sutradara video klip dari beberapa perusahaan rekaman hingga beberapa musisi. Selain itu, dia yang sempat bekerja sebagai editor juga pernah dipercaya untuk menjadi menyutradarai iklan di perusahaan tempat dia bekerja karena rekan-rekan kerjanya tahu dia pernah menyutradarai video klip.

Setelah berkarya membuat video klip dan iklan, pada tahun 2004 dia pertama kali ikut berkontribusi dalam pembuatan film bersama kakaknya dengan menjadi penulis skenario. Itulah yang awal dia berkecimpung di industri perfilman Indonesia, yaitu sebagai penulis skenario. Hingga di tahun 2010, dia mendapat tawaran untuk membuat sebuah film dari rumah produksi Falcon Pictures.

[Baca Juga: Sinkron, Kegiatan Nongkrong Cerdas bagi Sineas Muda]

Film Mama Cake adalah film pertama Anggy Umbara yang skenarionya juga merupakan karya tulisannya. Anggy mengatakan, film pertamanya ini juga merupakan film pertama yang diproduksi Falcon Pictures karena sebeulmnya rumah produksi tersebut hanya memproduksi video klip.

“Dari 14 film yang saya buat sampai saat ini, film Mama Cake adalah film yang masih menjadi film favorit buat saya. Karena personal banget filmnya, meskipun secara hasil kurang maksimal, tetapi secara production cukup membuat saya puas,” ujarnya.

[Baca Juga: Peran Viu Indonesia untuk Sineas Muda Bertalenta]

Dia mengaku tidak pernah belajar menjadi sutradara secara akademis, tetapi belajar secara otodidak. Dan menurutnya, pembelajaran yang paling penting untuk menghasilkan karya yang berkualitas adalah terus berkarya. Karena jika terus menciptakan karya, bisa sembari belajar bagaimana agar karya yang dibuat menjadi berkualitas.

Read More

Artikel Lainnya

Tips Menambah Jaringan Bisnis Selama Pandemi COVID-19

Bisnis

Walau Pandemi, Jalani Tips ini untuk Menambah Jaringan Bisnis

29 November 2020, 18:11

Meskipun tidak bertemu langsung, ada banyak peluang untuk memperluas jaringan bisnis dan membangun hubungan profesional baru.

Koleksi T-shirt Supreme Diperkirakan Terjual 2 Juta USD

Kecantikan dan Fashion

Koleksi T-shirt Supreme Diperkirakan Terjual 2 Juta USD

29 November 2020, 12:01

Koleksi T-shirt Bogart ini akan disajikan sebagai penjualan pribadi bersamaan dengan lelang online barang-barang Supreme langka lainnya.

Tentang Bulimia, Gangguan Makan yang Diderita Putri Diana

Kesehatan

Kenali Bulimia, Gangguan Makan Putri Diana

28 November 2020, 17:08

Alur cerita The Crown Season 4 telah menghidupkan kembali pembicaraan tentang gangguan makan tersebut dalam kehidupan nyata Putri Diana, Princess of Wales.

3 Resep Masakan Beraroma Segar dengan Daun Kemangi

Kuliner

3 Resep Masakan Beraroma Segar dengan Daun Kemangi

28 November 2020, 10:08

Orang Sunda mengenal kemangi dengan sebutan seraung atau lampes. Lampes juga nama yang dikenal bagi orang Jawa. Selain di Pulau Jawa, daun kemangi juga banyak dipakai dalam masakan di Indonesia bagian timur.


Comments


Please Login to leave a comment.