Sekilas tentang Musik Betawi Gambang Kromong

Hobi dan Hiburan

Sekilas tentang Musik Betawi Gambang Kromong

Gambang Kromong merupakan salah satu seni budaya Betawi yang hingga kini masih dilestarikan sebagai musik dalam beberapa acara perayaan budaya Betawi. Kesenian musik tradisional Betawi ini menggunakan perpaduan alat musik gamelan dan alat musik dari Tionghoa. Alat musik gamelan yang digunakan untuk Gambang Kromong antara lain gong, kendang, suling dan kecrek. Sedangkan alat musik dari Tionghoa yaitu sukong, tehyan dan kongahyan.

Sejarah Gambang Kromong

Perpaduan kedua alat musik ini menghasilkan kesenian musik tradisional Betawi yang ternyata dulunya dimainkan orang Tionghoa. Bahkan, pertunjukan Gambang Kromong saat itu menjadi adat dan kebiasaan bagi orang Tionghoa untuk memeriahkan pesta atau perayaan lainnya. Mengutip 1001indonesia.net (25/4/2019), Gambang Kromong memiliki masa kejayaan sekitar tahun1937 dan salah satu grup Gambang Kromong yang terkenal pada masa itu adalah Gambang Kromong Ngo Hong Lao. Dalam grup tersebut memiliki pemain yang berasal dari etnis Tionghoa.

Perkembangan musik Gambang Kromong tidak lepas dari jasa yang juga keturunan Tionghoa, yaitu Nie Hoe Kong. Dia seorang pemusik dan pemimpin golongan Tionghoa pada pertengahan abad 18 di Jakarta. Alat-alat musik yang biasa dimainkan untuk gamelan digabungkan dengan alat-alat musik Tionghoa merupakan atas gagasan Nie Hoe Kong.

[Baca Juga: Makna Ornamen Gigi Balang dalam Arsitektur Betawi]

Namun, seiringnya waktu dengan tersebar luasnya pertunjukan Gambang Kromong, pada tahun 1960-an Gambang Kromong kembali dikembangkan seniman Betawi Benyamin S menjadi Gambang Kromong modern. Saat itu Benyamin sudah dikenal masyarakat, sehingga kesenian tradisional ini semakin dikenal luas.

Berdasarkan namanya, Gambang dan Kromong juga merupakan dua alat musik yang berbeda. Mengutip negerikuindonesia.com (25/4/2019), Gambang merupakan alat musik yang terbuat dari kayu khusus yang berbunyi halus bila dipukul atau dimainkan. Bilahan gambang biasanya berjumlah 18 buah dengan ukuran yang berbeda agar mengeluarkan nada yang juga berbeda. Sedangkan Kromong, merupakan alat musik yang terbuat dari perunggu berbentuk seperti alat gamelan pada umumnya. Jumlah kromong sendiri biasanya berjumlah 10 buah. Kromong juga dimainkan dengan cara di pukul, dan setiap buah/pencon juga memiliki nada yang berbeda.

Sekilas tentang Musik Betawi Gambang Kromong

Pada saat pertunjukan biasanya lagu yang dinyanyikan di bawakan oleh penyanyi pria dan wanita. Lagu yang dinyanyikan biasanya merupakan lagu klasik Betawi seperti Mas Nona, Gula Ganting, Semar Gunem, Tanjung Burung, Mawar Tumpah dan lain-lain. Selain itu, lagu pop Betawi dengan terus berkembangnya musik Gambang Kromong di era modern juga sering dimainkan, seperti Jali-jali, Stambul, Surilang, Persi, Akang Haji, Kramat Karem, Lenggang Kangkung, Sirih Kuning dan lain-lain.

Namun, hingga kini Gambang Kromong jarang terlihat di tampilkan secara orkes, tetapi lebih sering menjadi pengiring musik berbagai kesenian Betawi, seperti tari-tarian tradisional Betawi. Berdasarkan informasi dari salah satu siswa SMA Negeri 7 Jakarta kepada PingPoint.co.id (25/4/2019), sekolah tersebut termasuk salah satu SMA yang terus melestarikan kesenian Gambang Kromong.

[Baca Juga: Asal-usul Kebaya Kerancang Betawi dan Perkembangannya Sekarang]

Diketahui, hingga kini SMA yang terletak di kawasan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat ini memasukkan kesenian Gambang Kromong sebagai salah satu ekstrakuliker di sekolah. Bahkan, setiap pementasan kesenian di berbagai acara SMA Negeri 7 Jakarta sering menggunakan alat-alat musik Gambang Kromong yang juga menjadi aset sekolah tersebut. Terakhir pementasan dengan menggunakan Gambang Kromong sebagai salah satu upaya melestarikan seni budaya Betawi adalah pada bulan Maret 2019 di Monas.

Apakah sekolah atau kawasan Anda juga ikut melestarikan kesenian musik tradisional Gambang Kromong?

Read More

Artikel Lainnya

Elite Race Borobudur Marathon Periksa Kesehatan Pelari, Kru, dan Tamu Undangan

Berita Kawasan

Elite Race Borobudur Marathon Periksa Kesehatan Pelari, Kru, dan Tamu Undangan

31 October 2020, 12:32

Tidak sebatas terhadap atlet pelari, pemeriksaan kesehatan juga akan dilakukan kepada semua kru dan tamu undangan ”Elite Race” Borobudur Marathon.

Waspada Dampak La Nina, Pemkot Bndung Ajak Warga Bersihkah Saluran Air

Berita Kawasan

Waspada Dampak La Nina, Pemkot Bandung Ajak Warga Bersihkah Saluran Air

30 October 2020, 17:22

Saat ini Kota Bandung harus waspada terhadap dampak dari fenomena La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan.

Pantai Sakura di Pulu Untung Jawa Akan Bakal Dibuat Makin Ikonik

Berita Kawasan

Pantai Sakura di Pulu Untung Jawa Akan Bakal Dibuat Makin Ikonik

30 October 2020, 14:03

Pantai Sakura ini cukup luas, saat ini baru ada puluhan pohon sakura, Pemkab akan tambah lagi agar semakin rimbun. Diharapkan, Pantai Sakura ini semakin ikonik.

Libur Panjang Maulid Nabi Lonjakan Penumpang di Bandara Juanda Lampaui Prediksi

Berita Kawasan

Libur Panjang Maulid Nabi: Lonjakan Penumpang di Bandara Juanda Lampaui Prediksi

30 October 2020, 09:52

Peningkatan penumpang selama libur panjang Maulid Nabi SAW dan cuti bersama pada akhir Oktober ini di Bandara Juanda Surabaya jauh lampaui prediksi.


Comments


Please Login to leave a comment.