SEKOLAH HOMOGEN DI KAWASAN MENTENG JAKARTA

Pendidikan

Sekolah Homogen di Kawasan Menteng Jakarta

Ada dua sekolah homogen di kawasan Menteng Jakarta yaitu Kolese Kanisius yang khusus laki-laki dan Santa Ursula yang khusus perempuan. Usia dua sekolah ini sudah puluhan bahkan ratusan tahun. Banyak tokoh-tokoh nasional yang menempuh pendidikan di sana. Sekolah homogen memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki sekolah pada umumnya. Sekolah homogen adalah sekolah yang peserta didiknya hanya satu gender atau satu jenis kelamin. Umumnya, sekolah sekarang adalah sekolah heterogen yang menerima murid laki-laki dan perempuan.

Sebelum melihat contoh sekolah homogen di Indonesia, beberapa tahun lalu di Amerika bermunculan kembali sekolah yang memisahkan muridnya berdasarkan gender. Seperti diambil dari tempo.co (8/8/2018), single-sex class mulai berkembang pada 2006. Langkah ini didasarkan pada penelitian bahwa anak laki-laki, terutama anak laki-laki minoritas, lulus pada tingkat yang lebih rendah dibandingkan anak perempuan dan mendapatkan hasil lebih buruk pada saat ujian.

Jika pada 2002 hanya sekitar selusin sekolah yang memilah kelas berdasar jenis kelamin, pada 2012 diperkirakan 500 sekolah umum di seluruh negeri melakukan konsep sekolah homogen. Pemisahan tersebut memungkinkan untuk instruksi disesuaikan dengan kemampuan anak. Selain itu, juga untuk menghindari hal-hal yang tak perlu selama belajar-mengajar, seperti saling goda atau bercanda.

Namun, sejumlah kritikus menyebutkan gerakan ini sebagai mempromosikan stereotip gender yang merugikan dan merampas hak anak-anak dari kesempatan pendidikan yang sama. Middleton Heights, salah satu sekolah yang mempraktekan konsep sekolah homogen, menyatakan bahwa sejak pemisahan kelas, kini kemampuan siswa rata-rata sama.

Leonard Sax, pendiri National Association for Single Sex Public Education, berpendapat gerakan ini bukan untuk menumbuhsuburkan stereotip gender, tapi justru melawannya. Mereka menginginkan anak perempuan lebih terlibat dalam robotika dan pemrograman komputer, fisika, juga teknik. Selain itu anak laki-laki juga diharapkan lebih terlibat dalam puisi dan penulisan kreatif dan bahasa Spanyol.

Kolese Kanisius

Sekolah ini sebagai institusi pendidikan menengah dan pendidikan atas telah hadir di jantung kota DKI Jakarta selama kurang lebih delapan dasawarsa. Sejak awal berdirinya pada 1 Juli 1927, Kolese Kanisius yang dikelola oleh para Yesuit Provinsi Indonesia ini, mempunyai visi menjadi pusat keunggulan pelayanan pendidikan bagi para calon pemimpin yang beriman dan bersemangat melayani sesama.

Bersama dengan Kolese-Kolese Yesuit di berbagai belahan bumi lainnya lainnya yang memiliki ciri khas pendidikannya sendiri, Kolese Kanisius mengupayakan agar seluruh proses pendidikan kaum muda diarahkan pada pencapaian 3 C yakni kompetensi akademis (competencia), kepekaan hatinurani (conscientia) dan kepedulian terhadap sesama terlebih-lebih yang miskin dan menderita (compassion). Hal tersebut diuraikan di web resmi sekolah.

SMP dan SMA Kanisius yang terletak di Jl. Menteng Raya No.64 ini merupakan sekolah homogen yakni remaja pria yang beragama Kristen Katolik maupun Protestan, tetapi ada juga yang beragama Islam, Hindu, dan Buddha. SMP Kanisius merupakan feeder school yang mana hampir seluruh tamatannya melanjutkan ke SMA Kanisius yang berada dalam satu kesatuan unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Budi Siswa.

Santa Ursula

Sekolah yang terletak di Jl. Pos No.2, Ps. Baru, Sawah Besar ini merupakan salah satu pionir sekolah Katolik di Indonesia. Sekolah Santa Ursula didirikan tahun 1859 oleh para suster Ursulin di Indonesia. Ordo Santa Ursula mulai berkarya di Indonesia pada tahun 1856. Di Indonesia terdapat sekitar 15 yayasan di bawah Ursulin Indonesia yang menaungi sekolah-sekolah dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas di Jawa dan luar Jawa. Salah satunya adalah sekolah Santa Ursula di Jalan Pos yang menyelenggarakan pendidikan dari TK hingga SMA.

Berdasarkan artikel yang dimuat di kompas.com, terdapat sekitar 5.000 anak menempuh pendidikan di sana. Kedisiplinan dan prinsip egaliter merupakan dua hal yang ditekankan dalam proses belajar mengajar di sekolah ini.

Di sekolah itu pula, para lulusannya diasah kepekaan sosialnya. Ada program retret dan live-in yang cukup panjang hingga tiga minggu. Live-in adalah program tinggal bersama warga di komunitas tertentu yang berbeda dari keseharian para murid. Lewat kegiatan tersebut, mereka juga dibiasakan berpikir kritis. Anak Sanur (Santa Ursula) banyak yang berasal dari kelas menengah dan atas. Lewat pengalaman tersebut, siswa belajar bahwa ada realitas yang berbeda.

Dalam bukunya, Catatan Seorang Pendidik; Fikir, Suster Francesco Marianti, OSU yang 25 tahun memimpin SMA Santa Ursula, menegaskan bahwa pendidikan meliputi seluruh aspek dalam diri manusia. Aspek intelektualitas, keterampilan, kepribadian, dan kepekaan sosial diberi peluang berkembang semaksimal mungkin. Hal tersebut sesuai dengan misi Serviam, yang berarti “aku mengabdi” tujuan pendidikan membentuk manusia mandiri, berkepribadian utuh, humanis, serta berorientasi pada nilai-nilai luhur.

Dari penjelasan kedua sekolah homogen di kawasan Menteng Jakarta ini, tampak kesamaan kualitas pendidikannya. Setiap sekolah, dengan konsep dan pola didik yang berbeda, pasti memiliki sisi positif dan negatif. Tinggal bagaimana kebutuhan anak dan kesesuaiannya dengan pola asuh orangtua.

Read More

Artikel Lainnya

Hari Kesadaran Autisme, Ini Pandangan Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus

Pendidikan

Hari Kesadaran Autisme, Ini Pandangan Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus

02 April 2020, 08:00

Terdapat makna bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus ketika digelar peringatan Hari Kesadaran Autisme Sedunia.

Menyatukan Keberagaman di Hari Kesadaran Autisme

Kesehatan

Menyatukan Keberagaman di Hari Kesadaran Autisme Sedunia

02 April 2020, 07:00

Pada Hari Kesadaran Autisme Sedunia, masyarakat seharusnya melihat keragaman yang dimiliki penyandang autisme sebagai kesatuan, bukan perbedaan.

Ini Saran untuk Keluarga Penyandang Autisme di Kala Social Distancing

Kesehatan

Ini Saran untuk Keluarga Penyandang Autisme di Kala Social Distancing

01 April 2020, 21:00

Dalam peringatan Hari Kesadaran Autisme Sedunia, penyandang autis asal Inggris memberikan sarannya untuk para penyandang lainnya di kala momen social distancing seperti saat ini.

Hari Kesadaran Autisme Sedunia, Mengenal Apa Itu ASD

Kesehatan

Hari Kesadaran Autisme Sedunia, Mengenal Apa Itu ASD

01 April 2020, 20:00

Tahukah Anda bahwa ada istilah ASD untuk mendeskripsikan penyandang autisme? Istilah ini lebih baik dibandingkan menyebut seseorang sebagai penyandang autis.


Comments


Please Login to leave a comment.