Selain Balita dan Lansia, Tunawisma Juga Kelompok Rentan Covid-19

Kesehatan

Selain Balita dan Lansia, Tunawisma Juga Kelompok Rentan Covid-19

Pasca ditetapkannya status pandemi COVID-19, masyarakat kemudian menggalakkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus SARS-CoV-2 atau Virus Corona.

Lingkungan yang bersih dan gaya hidup sehat memang menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat agar terhindar dari Virus Corona. Tetapi sayangnya, tidak semua masyarakat tinggal dalam kondisi tempat tinggal yang layak, seperti kelompok tunawisma.

Kondisi hidup tunawisma membuat mereka rentan terserang COVID-19. Hal ini sebagaimana kondisi yang dihadapi oleh para tunawisma di kota-kota besar di Amerika Serikat dan Kanada.

Waspada COVID-19, Jakarta Barat Pertimbangkan Pengadaan Area Isolasi

Minim Akses Layanan Kesehatan

Seorang akademisi dari University of Texas Health Science Center, Jack Tsai dalam artikelnya di Lancet Public Health (17/3/2020) menjelaskan bahwa banyak tunawisma yang tinggal seperti di rumah singgah, bangunan tidak terpakai atau di tenda. Oleh karena itu, mereka rentan terserang COVID-19 dan potensi mereka terpapar juga kemungkinan karena kondisi lingkungan mereka tinggal, kesehatan mental dan fisik mereka.

Berdasarkan data di Boston, tunawisma yang berusia di bawah 65 tahun memiliki angka kematian yang lebih tinggi dari pada populasi lainnya. Menurut Jack, bukan tak mungkin bila adanya pandemi COVID-19 ini semakin meningkatkan resiko kematian bagi mereka.

[Baca Juga: Ketahui Protokol Isolasi Diri Sendiri dalam Penanganan COVID-19]

Para tunawisma di sana memiliki masalah kronis dalam kesehatan mental dan fisik. Di kota-kota besar Amerika dengan jumlah tunawisma yang banyak, mereka diketahui menderita penyakit seperti typhus, hepatitis A dan tuberculosis. Mereka juga menjadi kelompok dengan penyalahgunaan zat obat-obatan yang tinggi dan kurang mendapat akses layanan kesehatan.

Persoalan lainnya, bila dibandingkan dengan masyarakat umum lainnya, tunawisma ini tinggal tidak tetap dan hidup berpindah-pindah secara geografis.Hal ini kian membuat mereka sulit terlacak. Upaya untuk melakukan pencegahan penularan COVID-19 dan perawatan pun sulit dilakukan kepada tunawisma.

Kebijakan Alternatif

Oleh karena itu, perlu adanya penanganan khusus kepada para tunawisma agar tak terpapar COVID-19. Menurut Tsai, perlu adanya pengujian dan pelatihan terkait bagaimana mengenali COVID-19 kepada penyedia layanan tunawisma dan tempat penampungan tunawisma. Upaya tersebut juga bisa dilakukan dengan menjangkau tempat para tunawisma.

Selain itu, perlu ada tempat alternatif untuk melakukan karantina dan merawat tunawisma. Lalu bila pemerintah setempat melakukan kebijakan lockdown untuk menekan penyebaran COVID-19, maka perlu ada upaya perlindungan lainnya bagi tunawisma seperti menyediakan tempat berlindung kepada mereka.

[Baca Juga: Tenaga Medis Terpapar COVID-19, Pemerintah Diminta Siapkan APD]

Untuk diketahui, di Amerika Serikat sendiri jumlah tunawisma selama tahun 2007-2019 mencapai 500 ribu jiwa. Lalu di Kanada diperkirakan ada 35.000 jiwa yang hidup sebagai tunawisma di tahun 2016.

Tsai mengatakan, kota-kota dengan jumlah tunawisma yang besar mungkin menghadapi tantangan tersendiri dalam menangani COVID-19 dan mengatasi masalah tunawisma. Dua hal tersebut memiliki potensi masalah yang dapat saling memperburuk satu sama lainnya.


Read More

Artikel Lainnya

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.


Comments


Please Login to leave a comment.