Selain Corona, DPR Minta Pemerintah Juga Waspadai DBD

Kesehatan

Selain COVID-19, DPR Minta Pemerintah Juga Waspadai DBD

Pemerintah saat ini tengah fokus melakukan segala cara untuk membendung penyebaran Virus Corona yang menyebabkan penyakit COVID-19. Bahkan melihat update pada Kamis, 12 Maret 2020 siang, penderita COVID-19 di Indonesia sudah mencapai angka 34 jiwa serta menelan 1 korban jiwa.

Meski begitu ancaman tidak hanya berasal dari Virus Corona. Pemerintah juga perlu waspada terkait penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dari rentang waktu Januari 2020 sampai dengan saat ini tercatat sudah ada sebanyak 17.820 kasus akibat DBD dan menelan 104 korban jiwa.

[Baca Juga: Hati-hati Angker, KRL Berisiko Tinggi Jadi Tempat Penularan COVID-19]

Hal tersebut pun kemudian menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Lewat Komisi Kesehatan, DPR pun meminta pemerintah juga mewaspadai penyakit DBD.

“Pemerintah juga harus waspada dengan meningkatnya kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD). Jangan sampai, sibuk mengurus COVID-19, tapi melupakan bahaya nyata tren meningkatnya kasus DBD,” kata Anggota Komisi IX DPR M. Nabil Haroen dalam keterangan tertulis yang diterima PingPoint.co.id (12/3/2020)

Untuk wabah DBD sendiri, saat ini kasus tertinggi terjadi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan jumlah kasus 1.195 per 10 Maret. Korban meninggal dunia di daerah tersebut mencapai 14 orang. Jumlah ini tercatat jauh lebih banyak jika dibandingkan kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Siti Nadia Tarmizi mengatakan ada dua faktor yang menjadi pemicu penularan DBD, yakni iklim tropis Indonesia dan keberadaan nyamuk Aedes aegypti.

Selain Corona, DPR Minta Pemerintah Juga Waspadai DBD

"Individu butuh waktu 5-7 hari setelah tergigit nyamuk Aedes aegypti, lalu baru muncul gejala klinis DBD. Tetapi, bisa jadi orang tidak merasakan gejala klinis, padahal dia sudah positif tertular DBD. Kalau daerah yang nyamukmya banyak, ya (risiko) penularan cepat terjadi," jelas Siti.

Meski terkesan memiliki gejala yang sama antara penderita DBD dengan COVID-19, tapi ternyata ada beberapa hal yang membedakan keduanya. Untuk pasien corona kata Siti, bisa dideteksi dari riwayat perjalanannya ke daerah-daerah yang memang terinspeksi wabah virus tersebut.

Selain itu demam juga menjadi tanda awal seseorang mengidap COVID-19. Pasien yang terkena Virus Corona juga terlihat cepat lelah, sering mengalami nyeri punggung, otot, dan batuk kering.

[Baca Juga: Corona Belum Usai, Warga Bogor Mulai Dihantui DBD]

“Nah, kalau demam berdarah perlu nyamuk (Aedes aegypti) untuk perantaranya. Penderita DBD juga akan mengalami demam hingga 3 hari berturut-turut. Biasanya hari ke 3 sampai 5, pasien merasa lebih baik karena keringat dinginnya keluar. Padahal, kondisi itu masuk masa-masa syok (masa kritis)," tambah Siti.

Sampai saat ini, kedua penyakit tersebut belum diketahui obatnya. Salah satu cara agar terhindar dari DBD kata Siti adalah dengan membersihkan tempat-tempat penampungan air yang bisa menjadi sarang dan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.


Read More

Artikel Lainnya

Wow, Bank Sampah di Kota Tangerang Ini Hasilkan Produk Lilin Aromat erapi.jpg

Bisnis

Wow, Bank Sampah di Kota Tangerang Ini Hasilkan Produk Lilin Aromaterapi

30 January 2023, 15:01

Bank sampah ternyata tak hanya bisa mendapatkan cuan dari pemilahan sampah semata, karena bank sampah satu ini menunjukan bahwa mereka juga mampu membuat produk yang bernilai ekonomi.

Perayaan Imlek 2023 di Taman Banteng, Pj Gubernur DKI Jakarta Dampingi Jokowi.jpg

Berita Kawasan

Perayaan Imlek 2023 di Taman Banteng, Pj Gubernur DKI Jakarta Dampingi Jokowi

30 January 2023, 12:58

Pada akhir pekan kemarin, Presiden Jokowi terlihat hadir bersama Pj Gubernur DKI Jakarta dalam momen perayaan Imlek Nasional yang digelar di Taman Banteng

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak.jpg

Kesehatan

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak

27 January 2023, 10:55

Dinkes Kota Yogyakarta meminta agar orangtua melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit campak dengan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Suki 2 years, 10 months lalu
    suki

    Bola165 ,co game yang tiada bosan-bosannya untuk dimainkan, gimana mau bosan?? gara-gara game ini nih, makin ceria dompet gue... gak perlu repot ke sana ke mari cari rejeki.... gak percaya?? silahkan aja tengok dan jangan lupa, join now kalo mau ceria juga isi dompet kalian boss...