Selain Serap Pekerja Baru, Kampung Batik Tin Gundih Juga Dilirik Mahasiswa Asing.jpg

Pendidikan

Selain Serap Pekerja Baru, Kampung Batik Tin Gundih Juga Dilirik Mahasiswa Asing

Berangkat dari program cangkrukan yang digagasnya di Tahun 2021, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada 24 Juni 2022 meresmikan Kampung Batik Tin Gundih di Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan. Di mana kampung ini dibentuk untuk membuat nyaman warganya sekaligus menjadi rumah padat karya untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru bahkan menarik wisatawan untuk datang. Berselang beberapa bulan setelah peresmian itu, ternyata benar saja, Kampung Batik Tin Gundih ternyata memicu rasa penasaran para mahasiswa asing untuk datang dan belajar mengenai kultur serta pembuatan batik di sini.

Keinginan dari pria yang disapa Cak Eri pada peresmian sekitar hampir enam bulan yang lalu itu ternyata memang terjadi pada 8 November 2022 ketika sejumlah mahasiswa asing datang ke Kampung Batik Tin Gundih. Di mana ketika mereka datang ke rumah padat karya di Jalan Sumber Mulyo IV serta melihat proses pembuatan batik yang ada di sana dan menariknya, para mahasiswa asing itu tak hanya berasal dari satu negara saja.

Selain Serap Pekerja Baru, Kampung Batik Tin Gundih Juga Dilirik Mahasiswa Asin g.jpg

“Saat itu ada 15 mahasiswa asing yang belajar di tempat kami. Mereka berasal dari Bangladesh, Pakistan, Myanmar, Thailand, Filipina, Singapura, dan juga Malaysia. Mereka sangat enjoy di tempat kami mulai dari siang hingga malam,” tutur Ketua RW 4 sekaligus Koordinator Perajin Kampung Batik Tin Gundih Siswojo, sebagaimana dikutip dari Surabaya.go.id (17/11/2022).

Selama di sana para mahasiswa asing itu belajar secara seksama mengenai Batik Tin sekaligus mencoba membuat karyanya sendiri. Siswojo juga mengungkapkan, usai belajar, para mahasiswa asing itu juga mengganti biaya kain serta pewarna yang mereka gunakan dan ini juga menjadi pemasukan untuk perajin di sini.

[Baca Juga: Kampung di Tangerang Ini Hadirkan Batik dengan Unsur Tionghoa]

Mengenai mahasiswa yang tertarik membatik di sini sebenarnya tak hanya dari negara lain, karena mereka yang berasal dari wilayah lain seperti Maluku, Papua, NTT, NTB, dan Kalimantan juga pernah datang untuk belajar di sini. “Kalau yang dari mahasiswa nusantara ada 20 mahasiswa. Mereka belajar membatik juga. Jadi, di tempat kami sudah sering jadi jujukan belajar membatik. Terimakasih banyak Pak Eri dan jajaran pemkot yang telah memperhatikan kami dan membantu kami untuk terus berkembang,” tambahnya.

Selain menjadi lokasi yang dilirik untuk belajar batik, kehadiran Kampung Batik Tin Gundih juga sangat membantu warga setempat. Karena rumah padat karya itu menyerap 25 warga yang mayoritas di antaranya masuk kategori MBR untuk ikut bekerja di sini sebagai perajin.


Read More

Artikel Lainnya

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Ell y.jpg

Kuliner

Hadirkan Menu Desserts di Cabang Gandaria City, Fore Coffee Gandeng Oma Elly

07 December 2022, 16:31

Fore Coffee baru-baru ini mengumumkan menu pendamping baru yang tepat untuk jadi teman minum kopi dan menu ini merupakan hasil kreasi kolaborasi dengan Oma Elly.

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kot a.jpg

Bisnis

Bantu Sesama, Kawan Lama Group Gelar Aksi Donor Darah di 27 Kota

07 December 2022, 14:29

Pada akhir pekan lalu, Kawan lama Group kembali menggelar aksi donor darah secara serentak di puluhan gerai ACE serta Informa yang tersebar di 27 kota.

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital.jpg

Bisnis

Amartha Gandeng Puluhan Ribu UMKM di Sumatera Barat untuk Go Digital

07 December 2022, 12:26

Perusahaan Amartha mengumumkan berhasil menggandeng hingga lebih dari 50.000 UMKM di Sumatera Barat untuk proses adopsi digitalisasi via Amartha+.

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rist a.jpg

Bisnis

Wow, Perwakilan Indonesia Raih Juara Kedua di Kompetisi Chatime Global Tea-Rista

06 December 2022, 16:16

Hadapi perwakilan Chatime dari enam negara lainnya, tea-rista Chatime Indonesia berhasil menyabet juara kedua di kompetisi brewed tea tingkat dunia di Taiwan.


Comments


Please Login to leave a comment.