Semerawut, Pembatasan Layanan Transjakarta Atasi COVI-19 Banjir Kritik

Berita Kawasan

Semerawut, Pembatasan Transjakarta Atasi COVID-19 Banjir Kritik

Raut kesal jelas tampak dari wajah para penumpang Transjakarta, sembari melihat ke arah jarum jam sesekali, harap-harap cemas menanti bus datang. Sedangkan dari depan loket hingga nyaris sampai ke bagian JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) antrean sudah mengular panjang. Sungguh pemandangan yang tak biasa.

Dalam antrean yang panjang di luar loket, jelas tampak mimik ketidaksabaran. Ada yang sibuk menghabiskan waktu dengan bermain gawai, ada yang berkipas-kipas karena memang udara sedikit pengap lantaran membludaknya jumlah antrean. Tak jarang ada juga yang menyerah putar arah meninggalkan kawasan halte Transjakarta.

Demikian kondisi hari ini, Senin (16/3/2020) pagi, yang PingPoint temui di sejumlah halte Transjakarta yang berada dalam koridor 8, rute Lebak Bulus-Harmoni, satu diantaranya Halte Duri Kepa. Banyak hal yang tak biasa terjadi, jika pada hari-hari sebelumnya hanya ada dua sampai tiga orang yang bertugas di loket, turnstile, dan pintu dalam halte tempat bus biasa menaikkan dan menurunkan penumpang.

Semerawut, Pembatasan Layanan Transjakarta Atasi COVI-19 Banjir Kritik

Namun kali ini terdapat enam orang petugas. Dua orang mengatur antrean di area sekitar loket dan turnstile, Dua orang melakukan bersih-bersih di area dalam halte dan area JPO, dan dua orang lainnya bertugas di dalam halte mengatur alur naik-turun penumpang bus. Sayangnya, di halte ini tak terlihat cairan pembersih tangan (hand sanitizer) atau pun rambu-rambu pengarah yang bertujuan membatasi jarak antar penumpang.

Dari kejauhan terdengar celotehan keras yang mengkritisi kebijakan pembatasan layanan. “Ini bukannya bikin bener malah bikin makin panik. Mati dan hidup itu urusan Tuhan,” teriak seorang penumpang yang tengah menunggu bus dari arah Lebak Buluh ke Harmoni.

Sedangkan di sisi sebelahnya, terlihat tumpukan penumpang yang hendak menuju ke arah Lebak Bulus, tak lagi sabar. Begitu bus tiba, semua merangsek masuk. Penumpang yang hendak turun pun jadi terhambat, demikian juga petugas halte dibikin kewalahan. Sampai-sampai petugas tersebut berteriak agar supir tidak menjalankan bus lantaran pintu bus tak bisa tertutup, batas maksimal jumlah penumpang sudah terlampaui.

[Baca Juga: Transjakarta Lakukan Penyesuaian dalam Pemberlakuan Social Distancing]

Kondisi dalam bus, sangat berdesak-desakan. Jangankan jarak satu meter, siku para penumpang saling menempel dan bersenggolan. Pendingin bus pun tak terasa, karena terlalu membludaknya jumlah penumpang bus. Bahkan area khusus wanita pun sudah tidak lagi eksklusif, ada beberapa penumpang pria terdorong dan dipaksa berdiri di area tersebut dikarenakan memang tidak ada lagi tempat untuk berdiri.

Mumu (47) mengaku was-was, lantaran sudah sangat terlambat untuk berangkat bekerja. Pria yang mengaku bekerja di salah satu pusat perbelanjaan kawasan Pondok Indah ini, khawatir akan dihukum pemotongan upah hariannya. “Kalau begini, bisa-bisa nggak makan siang nih. Sudah terlambat sekali saya,” keluhnya.

Juansih (41) yang berdiri tak jauh, ikut menimpali. Dia juga mempertanyakan landasan berpikir Pemprov dan PT. Transjakarta dalam menerapkan kebijakan yang disebutnya paradoks. “Ngukurnya pakai apa sih, kalau jam operasional dan jumlah busnya dikurangi bagaimana bisa menjaga jarak antar penumpang. Kita-kita ini kan dikejar waktu untuk kerja. Nggak habis pikir deh saya!” cibir perempuan berjilbab motif bunga tersebut.

Semerawut, Pembatasan Layanan Transjakarta Atasi COVI-19 Banjir Kritik Ojol

Ojol Terfavorit

Terlepas dari itu semua, ada hikmah dibalik pembatasan layanan Transjakarta. Transportasi ojek online (ojol) jadi pilihan alternatif terfavorit para penumpang yang sudah diburu waktu. Sebagaimana diungkap Herlambang. Pengendara Ojol ini, mengaku sudah tiga kali bolak-balik dapat orderan dari halte Transjakarta. “Alhamduillah dari pagi tidak berhenti dapat orderan, biar pun jarak pendek dan tidak terlalu jauh tetap rezeki harus disyukuri,” tutur pria 32 tahun itu.

Sementara itu, cibiran dan kritik juga turut meramaikan jagat maya. Salah satunya pedangdut Inul Daratista. Melalui akunnya yang bercentang biru @inul.d, dia mengusulkan kebijakan ini untuk dibatalkan segera. “Harusnya malah ditambahi untuk mengurangi kepadatan rakyat yang mau naik. Begitu tuh yang bener,” tulisnya.

Semerawut, Pembatasan Layanan Transjakarta Atasi COVI-19 Banjir Kritik

Sedangkan akun @misselisa_ menyebut kebijakan ini tidak pro rakyat kecil. Karena bersamaan dengan kebijakan ini, turut dihentikan peraturan ganjil-genap kendaraan bermotor. Situasi ini dianggapnya memperparah lalu lintas jalan raya. “Dikira semua orang punya kendaraan pribadi, dan dikira semua orang berangkat pagi buta dan pulang tengah malam kali ya,” cibirnya.

Seperti diketahui, terhitung hari ini kebijakan pembatasan layanan transportasi mulai diberlakukan Pemprov DKI Jakarta, salah satunya layanan Transjakarta. Hingga 14 hari ke depan, Transjakarta hanya beroperasi di 13 koridor dengan kedatangan antar bus atau headway 20 menit dan waktu operasional mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

[Baca Juga: Antisipasi COVID-19, Frekuensi Pembersihan Bus Transjakarta Ditambah]

Rute-rute yang beroperasi adalah Blok M-Kota, Pulo Gadung 1-Harminnu, Kalideres-Pasar Baru, Pulo Gadung 2-Tosari, Kampung melayu-Ancol, Ragunan-Halimun, Kampung Rambutan-Kampung Melayu, Lebak Bulus-Harmoni. Kemudian, rute Pinang Ranti-Pluit, PGC 2-Tanjung Priok, Kampung Melayu-Pulo Gebang, Penjaringan-Sunter Boulevard Barat, dan Puri Beta-Blok M. Sedangkan, layanan non koridor (Non BRT), Royaltrans, dan Mikrotrans ditiadakan

Selain itu turut juga diberlakukan kebijakan pengurangan interaksi fisik dengan memberikan jarak antar individu sejauh satu hingga dua meter di halte dan bus Transjakarta yang melintas di 13 koridor. Untuk di halte, Transjakarta akan memberikan marka dimana pelanggan harus berdiri dengan jarak yang sudah diatur. Semua langkah ini diambil dalam rangka mencegah penyebaran wabah COVID-19.

[Baca Juga: Pemprov Dorong Social Distancing Lewat Modifikasi Transportasi Umum]


Read More

Artikel Lainnya

Terus Dorong Geliat Pariwisata Ibu Kota, Jakarnaval Digelar di Sirkuit E-Prix Jakarta.jpg

Berita Kawasan

Terus Dorong Geliat Pariwisata Ibu Kota, Jakarnaval Digelar di Sirkuit E-Prix Jakarta

12 August 2022, 16:43

Pada 14 Agustus 2022, Sirkuit Internasional E-Prix Jakarta akan menjadi lokasi acara puncak karnaval bernama Jakarnaval yang digelar untuk geliatkan wisata di Ibu Kota.

Dinkes Kota Tangerang Edukasi Warganya Terkait Obat Kadaluars a.jpg

Kesehatan

Dinkes Kota Tangerang Edukasi Warganya Terkait Obat Kadaluarsa

12 August 2022, 14:41

Setelah ramainya kabar mengenai balita di wilayahnya yang diberikan obat kadaluarsa, Dinkes Kota Tangerang berikan edukasi publik

KFC Hadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Gerai Jakarta Barat Ini.jpg

Bisnis

KFC Hadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Gerai Jakarta Barat Ini

12 August 2022, 10:30

Pada pekan ini, berkat kolaborasi PT Fast Food Indonesia dan PT Agra Surya Energi, KFC Indonesia meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di salah satu gerainya.

Jelang HUT RI ke-77, Ini Gedung Saksi Sejarah Perobekan Bendera Belanda di Bandun g.jpg

Properti dan Solusi

Jelang HUT RI ke-77, Ini Gedung Saksi Sejarah Perobekan Bendera Belanda di Bandung

11 August 2022, 17:17

Jika Anda berencana wisata sejarah di Kota Bandung jelang HUT RI ke-77 maka gedung yang berada di area Jalan Braga ini menjadi salah satu objek yang bisa Anda kunjungi.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Asyifa 2 years, 4 months lalu
    asyifa

    Game dengan kemenangan tiada batas, Game dengan penghasilan terbesar, Game dengan sensasi yang luar biasa, Kekayaan menanti anda.....Daftarkan diri anda dan bergabunglah, Hanya di QQharian,club