Penanjakan

Berita Kawasan

Sensasi 8 Derajat dan Sunrise yang (Nyaris) Tidak Terlihat di Penanjakan

View point Penanjakan merupakan salah satu spot terbaik di wilayah Jawa Timur untuk menikmati pemandangan matahari terbit di pagi hari. Tak ayal hal ini menyebabkan spot wisata penanjakan menjadi tujuan para pengunjung setelah wisata Bromo kembali dibuka untuk kunjungan masyarakat.

Pada 19 September 2021, saat Pingpoint mengunjungi View Point Penanjakan, terlihat bagaimana tingginya animo masyarakat untuk menikmati sajian pemandangan sunrise di tempat ini. Sejak dini hari, tempat ini sudah mulai dikunjungi masyarakat, beberapa bersama pasangan, keluarga, atau pun rekan-rekannya. Bahkan, meskipun cuaca saat itu sedang tidak bersahabat karena gerimis dan angin yang kencang, hal ini tidak menyurutkan keinginan masyarakat untuk datang ke tempat ini.

Salah satu pengunjung mengatakan kepada Pingpoint, bahwa dirinya bersama teman-temannya sudah memesan tiket secara online, sehingga mereka tetap berangkat bagaimana pun kondisinya, asalkan tempatnya tidak ditutup. Selain itu, pertimbangan lain yang mereka miliki adalah karena mendapatkan jadwal untuk berwisata di tempat ini cukup sulit, karena harus berebut dengan pengunjung lain, maka mereka tetap memilih berangkat sesuai dengan jadwal yang sudah mereka tentukan sebelumnya.

Dengan cuaca yang sedang tidak baik saat itu, para pengunjung banyak yang memilih menunggu sunrise di warung-warung yang ada di sekitar lokasi sembari menghangatkan badan, sambil menikmati sajian makanan atau pun minuman hangat. Namun, tidak sedikit juga yang memilih melawan rasa dingin dengan langsung menunggu di View Point, agar mereka dapat menikmati matahari terbit dari sudut terbaik.

Bromo

Sekitar pukul 3 dini hari, wilayah View Point semakin diramaikan oleh pengunjung yang memilih menunggu di sana. Saat itu, gerimis sudah tidak terasa di sana, namun angin masih berhembus kencang, bahkan suhu di sana sempat mencapai 8 derajat celcius. Kondisi tersebut tentunya membuat banyak orang merasa kedinginan, banyak dari mereka yang akhirnya menggunakan sarung, selimut, sarung tangan, atau pun kupluk yang sudah mereka bawa dari rumah untuk menghangatkan badan.

Selain itu, banyak juga orang yang memilih menyewa tikar, selimut, atau pun jaket tambahan dari para pedagang di sana untuk menghangatkan badan. Untuk persewaan selimut atau pun tikar tersebut, pengunjung bisa menyewa dengan membayar Rp10.000, sedangkan untuk jaket, pengunjung cukup membayar biaya sewa sebesar Rp20.000.

Kondisi yang dingin tersebut, ditambah dengan kondisi langit yang terlihat mendung dan lokasi sekitar yang tertutup kabut, hal itu menyebabkan jarak pandang yang semakin terbatas, bahkan pemandangan bintang di langit yang biasanya terlihat indah di tempat ini, sulit terlihat karena tertutup oleh kabut atau pun langit yang mendung.

Penanjakan

Dari pantauan Pingpoint, kondisi ini menyebabkan beberapa pengunjung sudah memperkirakan bahwa mereka sulit menikmati pemandangan sunrise di pagi hari karena kabut dan mendung. Hal tersebut ternyata benar-benar terbukti, karena saat matahari terbit, yang terlihat hanyalah sinar matahari yang tertutup oleh kabut dan awan. Namun, karena kondisi angin yang berhembus cukup kencang, maka kondisi matahari terlihat dan tidak terlihat terjadi bergantian secara cepat.

Hal ini tentunya menyebabkan orang-orang yang ingin mengabadikan momen matahari terbit, harus selalu bersiap dengan kamera yang mereka bawa sambil menahan dingin, karena matahari terbit tersebut seringkali hanya terlihat sesaat sebelum kembali tertutup oleh awan. Meskipun terkadang masih ada beberapa momen sunrise yang terlihat, kondisi pengunjung yang ramai juga menyebabkan banyak orang yang sulit mendapatkan sudut foto yang terbaik, karena tertutup oleh pengunjung lain. Pingpoint yang saat itu memilih berpindah tempat, masih dapat menikmati sajian matahari terbit yang samar-samar terlihat, bahkan sempat beberapa kali terlihat dengan jelas, tanpa tertutupi oleh pengunjung lain.

Bromo

Dengan kondisi pemandangan matahari terbit yang tak menentu, banyak pengunjung yang akhirnya memilih melanjutkan perjalanan menuju spot wisata lainnya, seperti savana teletubies. Namun, tidak sedikit juga pengunjung yang memilih hingga kabut benar-benar hilang, agar mereka bisa memotret pemandangan Gunung Bromo dengan jelas, setelah sebelumnya tidak tampak sama sekali akibat tertutupi kabut.

Salah satu pengunjung yang memilih menunggu hingga kabut hilang, mengatakan kepada Pingpoint, “Dari tadi nunggu untuk motret sunrise, ternyata gak bisa dapat foto yang benar-benar bagus, soalnya tertutup kabut. Akhirnya saya milih untuk nunggu di sini dulu, sampai kabutnya hilang supaya bisa memotret spot lainnya dari sini, soalnya rasanya rugi juga jauh-jauh ke sini tapi tidak dapat apa-apa”.


Read More

Gunung Penanjakan

View Point

None
None

Artikel Lainnya

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid, Wisudawan Program Magister dan Doktor Raih IPK Tertinggi.jpg

Pendidikan

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid

26 October 2021, 15:32

ITB menggelar wisuda periode Oktober Tahun Akademik 2021/2022 secara Hybrid. Pelaksanaan tersebut berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.

Romaldi 1.jpg

Kesehatan

Ini Klinik yang Banyak Dituju Warga Bumiaji di Giripurno

26 October 2021, 15:01

Dengan biaya pemeriksaan mulai dari Rp10.000 dan selebihnya harga proses pengobatan tergantung jenis produk yang dipakai, klinik ini menjadi acuan bagi warga Bumiaji.

Grab dan ViarOK.jpg

Bisnis

Kurangi Emisi Karbon, Grab Pesan 6.000 Unit Motor Listrik VIAR

26 October 2021, 14:32

Kolaborasi yang salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan akan BBM ini akan dilanjutkan dengan mempersiapkan 6.020 kendaraan listrik yang siap didistribusikan di akhir tahun 2021 di seluruh Indonesia.

rshOK2.jpg

Berita Kawasan

Pertama di Semarang! Bonbin Mangkang Akan Miliki Rumah Sakit Hewan

26 October 2021, 14:02

Rumah Sakit Hewan yang akan dibangun ini merupakan rumah sakit pertama yang ada di Kota Semarang karena belum pernah ada rumah sakit hewan di kota Atlas ini sebelumnya.


Comments


Please Login to leave a comment.