ads
PURI_PENDIDIKAN_ANTARA TUAN TANAH YANG GEMAR JUDI PROBOSUTEDJO DAN UNIVERSITAS MERCUBUANA_IVAN-01.jpg

Pendidikan

Sepenggal Cerita Antara Probosutedjo dan Universitas Mercubuana

Ada cerita panjang di balik berdirinya Universitas Mercubuana. Pengusaha sukses era Orde Baru Probosutedjo adalah tokoh dibalik berdirinya universitas yang berada di kawasan Meruya, Kembangan, Jakarta Barat. Dia juga merupakan pendiri Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia dan jug adik dari Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto.

Universitas ini memiliki sejarah panjang sebelum jadi besar dan memiliki banyak kampus seperti sekarang ini. Salah satu sejarah yang dari pendirian kampus ini adalah ketika Probosutedjo ditemui oleh seorang tukang judi. Kala itu, atau tepatnya pada akhir tahun 1970-an, Probosutedjo yang sukses dengan bisnisnya mulai mendapat banyak keuntungan.

Dirinya lantas memiliki kebiasaan memborong tanah. Di saat itulah, Wong To Fek yang merupakan seorang penjudi datang kepadanya. Pria itu mengaku membutuhkan uang sehingga menawarkan tanah seluas 100 hektar di kawasan Meruya kepada Probosutedjo. Singkat cerita, dibelilah tanah tersebut.

Setelah proses jual-beli usai, ternyata hubungan Probosutedjo dengan Wong To Fek berlanjut, tapi bukan urusan soal perjudian. Ditambah dengan hadirnya seorang bernama Edi Darma. Ketiganya kemudian memulai bisnis real estate. Tanah yang awalnya dibeli Probosutedjo itu pun dijual kembali dalam bentuk kavling. Penggalan cerita ini ada dalam buku yang ditulis Alberthiene Endah, berjudul “Saya dan Mas Harto: Memoar Romantika Probosutedjo”.

Usaha real estate ini sukses karena bidang demi bidang kavling itu terjual. Hingga akhirnya, di tengah kelancaran bisnisnya itu, pria yang akrab disapa Probo ini teringat akan cita-citanya untuk membangun universitas. Dari situ, ia pun menyisakan tanah seluas lebih dari lima hektar di kawasan tersebut untuk dijadikan lokasi berdirinya tempat perkuliahan.

Pengalaman Sebagai Guru

Cita-cita membangun universitas yang dimiliki Probosutedjo tidak muncul begitu saja. Keinginan itu merupakan buah dari kecintaannya terhadap pendidikan dan pengalaman hidup yang sudah dilaluinya. Sebab sebelum mendirikan Universitas Mercubuana, Probosutedjo sempat menjadi guru di Perguruan Taman Siswa, Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Probosutedjo bahkan sempat mendirikan Akademi Wiraswasta Dewantara (AWD) pada 10 November 1981. Dengan bekal kemampuan dan pengalaman menyelenggarakan pendidikan AWD ini, pada 1985 dan ketika memiliki kesempatan membangun perguruan tinggi, pria yang juga memiliki Yayasan Menara Bakti ini mulai mewujudkan gagasannya itu.

Dengan Surat Keputusan Ketua Yayasan Menara Bhakti Nomor : 04/SKEP/KET/VI/1985 tanggal 12 Juni 1985, dibentuk Panitia Pendirian Universitas dengan Ketua Dr. Sri-Edi Swasono dan dibantu oleh H. Abdul Madjid, Drs. Iman Santosa Sukardi, Drs. M. Enoch Markum, Ir. Suharyadi, M.S, Soekarno dan Prijo S. Parwoto.

Setelah melalui persiapan pendirian dan studi kelayakan, dengan Nomor : 010/KET/YMB/VI/85 tanggal 12 Juni 1985, Yayasan mengajukan permohonan izin mendirikan Universitas Mercubuana kepada Kopertis Wilayah III. Kemudian, berdasarkan surat Nomor : 15/KOP.III/S.VI/85 yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Boesjra Zahir, pada 18 Juni 1985, Kopertis Wilayah III menyetujui dan memberikan izin "Operasional" kepada Universitas Mercubuana. Pada 22 Oktober 1985, Universitas Mercubuana pun secara resmi dinyatakan berdiri.

Di awal berdirinya, universitas yang berlokasi di Jalan Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat ini hanya memiliki tiga fakultas dan enam jurusan. Tiga fakultas itu adalah Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Ekonomi. Fakultas Teknik memiliki Jurusan Teknik Arsitektur dan Teknik Sipil. Fakultas Pertanian dengan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Agrobisnis) dan Budidaya Pertanian (Agronomi). Sedangkan Fakultas Ekonomi dengan Jurusan Manajemen dan Akuntansi. Jumlah mahsiswa pada tahun pertama juga hanya sebanyak 118 orang.

Satu tahun kemudian, berdasarkan hasil evaluasi Kopertis Wilayah III, keenam jurusan yang ada memperoleh Status "Terdaftar" dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Surat Keputusan Nomor: 0507/1986. Sementara untuk memenuhi tuntutan perkembangan pendidikan di masyarakat, dengan izin "Operasional" dari Kopertis Wilayah III Nomor: 12/Kop.III/S.VI/86 tanggal 5 Juni 1986, pada tahun akademik 1986/1987 Fakultas Teknik membuka Jurusan Teknik Mesin, dan Fakultas Pertanian membuka Jurusan Mekanisasi Pertanian.

Selanjutnya pada tahun akademik 1987/1988, Fakultas Teknik membuka Jurusan Teknik Elektro. Memasuki tahun akademik 1988/1989, terjadi perkembangan baru di Universitas Mercubuana. Maka berdasarkan usulan Ketua Yayasan Menara Bhakti dengan persetujuan Kopertis Wilayah III, Akademi Wiraswasta Dewantara dinyatakan bergabung kedalam Universitas Mercubuana. Pendidikan akademi tersebut menjadi Program D3 Manajemen Perusahaan di bawah Fakultas Ekonomi dengan status "Terdaftar".

Tahun-demi tahun berjalan, dan Universitas Mercubuana terus berkembang. Hingga akhirnya, perguruan tinggi itu besar dan memiliki banyak kampus. Kampus utama yang juga dinamakan Kampus A terletak di daerah Meruya, Jakarta Barat. Kampus lainnya, yaitu Kampus B, terletak di Menteng, Jakarta Pusat. Ada juga kampus C di Depok dan Kampus D di Bekasi, Jawa Barat. Sang pendiri, Proborutedjo pun tutup usia pada 26 Maret 2018. Tapi, tidak demikian dengan apa yang telah diwariskannya.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah.jpg

Properti dan Solusi

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah

20 February 2019, 4 a.m.  |  4 Views

Banyak manfaat miliki taman di halaman rumah. Taman memberikan sirkulasi udara yang baik. Memandanginya juga baik untuk mata lelah.

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda.jpg

Kesehatan

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda

20 February 2019, 5 a.m.  |  7 Views

Mengetik berjam-jam di depan layar komputer dapat mengganggu kesehatan. Sastrawan Eka Kurniawan mengatasinya dengan rajin bersepeda.

Ngopi Instagramable di Serpong 1.jpg

Kuliner

4 Tempat Ngopi Instagramable di Serpong

20 February 2019, 3 a.m.  |  4 Views

Secangkir kopi panas jadi kenikmatan hakiki yang tak terbantahkan. Tak ayal, tempat ngopi juga hadir dengan interior instagramable.

Taman Bacaan Inovator.jpg

Pendidikan

Taman Baca Inovator Lahir Atas Nama Literasi

19 February 2019, 4 a.m.  |  48 Views

Gerakan taman bacaan mungkin sudah banyak ditemukan. Namun, Yayasan Taman Baca Inovator punya sentuhan berbeda.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads