PIK_KESEHATAN_SERING LUPA ATASI DENGAN BRAIN GYM_OCI-01.jpg

Kesehatan

Sering Lupa? Atasi dengan Brain Gym

Seringkah Anda mengalami lupa menaruh barang selama hidup sehari-hari? Gejala lupa ini hanya salah satu tanda kemungkinan adanya demensia. Namun, untuk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk diagnosa tersebut. Untuk mengatasinya, salah satu dokter di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk Jakarta memberikan penjelasan tentang brain gym untuk melatih kemampuan memori Anda.

Senam otak atau dikenal dari istilah brain gym merupakan serangkaian gerakan sederhana untuk meningkatkan kemampuan otak untuk belajar. Demikian dijelaskan dr. Agatha Narinda Dhaniarti Mulyo, Sp.KFR, Dokter Spesialis Rehab Medik Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk (RSPIK).

Menurut dokter yang praktek setiap pagi hari (kecuali hari Minggu) ini, otak tidak pernah berhenti belajar dari sejak dilahirkan sampai tutup usia. Tetapi kemampuan belajar itu biasanya dipengaruhi seberapa gesit otak kita mengatur lalu lintas informasi yang bertumpang-tindih di dalam otak. Setiap rangsangan yang diterima dan diteruskan ke otak harus ditanggapi dengan prioritas yang tepat, sehingga otak yang relaksasi menjadi prioritas untuk menghasilkan reaksi yang optimal.

[Baca Juga : Jaga Kebugaran Otak untuk Atasi Kesulitan Belajar]

Senam otak biasa memiliki tahapan-tahapan berikut:

  1. Meminum segelas air putih. Tujuannya adalah meningkatkan konsentrasi, mobilitas dan kemampuan berpartisipasi sosial, serta meningkatkan koordinasi otak dan tubuh. Lakukan minum air secara perlahan sambil menghargai setiap tahap menyesap air di dalam mulut, kemudian mendorong air ke belakang mulut hingga menelannya dengan baik.
  2. Mengaktifkan otak lewat titik tertentu (brain button) yaitu di perut dan area dada bagian depan. Selama menekan kedua area tersebut, bernapaslah secara teratur minimal empat siklus menarik dan membuang napas secara perlahan. Setiap siklus napas akan terasa bahwa udara mencapai otak secara optimal.
  3. Mengaktifkan otak dengan gerakan cross crawl, yang bertujuan melatih keseimbangan tubuh, dan keterampilan gerak tubuh. Gerakan dapat dilakukan dengan posisi duduk maupun berdiri, dengan menyentuhkan anggota gerak atas dan bawah secara menyilang.
  4. Merelaksasi dengan menyentuh titik positif otak kita. Gunakan kedua tangan untuk menyentuh area di atas mata di kedua sisi kening. Tutup mata dan bernapas perlahan hingga terasa denyut nadi di area yang disentuh melambat dan menjadi teratur. Tahap ini dapat dilakukan juga pada individu yang berontak dan tidak bisa tenang.
  5. Mengaktifkan area berpikir dengan gerakan thinking caps, yang bertujuan melatih pengertian bahasa dan memperbaiki pernapasan. Gerakan dilakukan dengan mengusap kedua telinga dimulai dari paling atas hingga telinga bagian bawah.

Cara lain senam otak dapat dilakukan juga dengan melakukan kegiatan yang menantang kemampuan mengingat, memecahkan masalah, mengambil keputusan melalui berbagai permainan, seperti bermain kartu bridge, Sudoku, teka-teki silang, maupun kegiatan menikmati perjalanan, merajut, atau berkebun dan lain sebagainya. Demikian dikutip dari artikel RSPIK.

Penyebab Pikun

Salah satu penyebab terpenting dan paling sering menunjukkan anda sering lupa biasanya adalah kerja otak yang terlalu berlebihan atau stres tinggi melanda. Hal ini membuat Anda harus merelaksasikan otak dengan senam otak atau brain gym. Menurut dokter RSPIK lain, yaitu dr. Melani Justina Setiawan, Sp.S senam ini juga dapat diterapkan pada lansia yang selalu khawatir atau bahkan sudah didiagnosis sebagai demensia.

[Baca Juga : Ini “Sekolah” Lansia di Pantai Indah Kapuk Jakarta]

Menurut Melani, berikut beberapa penyebab pikun:

  1. Proses alamiah, seperti telah diungkapkan, berkaitan dengan usia
  2. Akibat proses organik di dalam otak, misalnya Stroke, Gangguan metabolisme, Penyakit Alzheimer, dan sebagainya.
  3. Gangguan Kognisi Ringan, seperti yang terjadi pada permulaan Penyakit Alzheimer
  4. Problema kejiwaan

Namun keadaan ini harus diwaspadai, demikian menurut Melani seperti ditulis dalam artikel di situs RSPIK. Problema mudah lupa dapat berlanjut yang ditandai dengan munculnya gangguan kognisi ringan. Lima belas sampai tiga puluh persen lansia berusia di atas 60 tahun menderita gangguan ini, dimana 58-80 persennya akan berakhir menjadi penderita alzheimer.

Pikun tidak boleh diremehkan, dan perlu dievaluasi perkembangannya. Jika sudah sangat mengganggu tidak ada salahnya untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis syaraf di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk Jakarta.

Read More

Artikel Lainnya

Dukung Belajar Dari Rumah, UGM Berikan Subsidi Pulsa ke Mahasiswa

Pendidikan

Dukung Belajar Dari Rumah, UGM Berikan Subsidi Pulsa ke Mahasiswa

09 April 2020, 20:00

Dukungan pulsa atau paket data ini rupanya bukan hanya diberikan ke mahasiswa untuk proses belajar, tapi juga tenaga pengajar.

Cegah Covid-19, Pemkot Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah

Pendidikan

Cegah Covid-19, Pemkot Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah

09 April 2020, 19:00

Pemkot Depok kembali mengumumkan perpanjangan masa belajar di rumah dalam rangka menekan penyebaran wabah COVID-19 di wilayahnya.

Diet Kaldasa, Solusi Mengurangi Prilaku Autisme

Kesehatan

Diet Kaldasa, Solusi Mengurangi Prilaku Autisme

09 April 2020, 18:00

Kaldasa sendiri merupakan singkatan dari kaldu, sayur dan daging. Tiga komponen tersebut diyakini mampu membuat anak dengan autisme lebih tenang dan lebih fokus.

Bakmitopia Dukung Garda Depan dengan Program Food For The Heroes

Kuliner

Bakmitopia Dukung Garda Depan dengan Program Food For The Heroes

09 April 2020, 17:00

Food For The Heroes merupakan program Bakmitopia untuk mendukung mereka yang berada di garda depan penanganan pandemi COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.