Siapa Saja yang Boleh Donor Plasma Darah untuk Kesembuhan COVID-19

Kesehatan

Siapa Saja yang Boleh Donor Plasma Darah untuk Kesembuhan COVID-19?

Penggunaan plasma darah sebagai metode penyembuhan pasien COVID-19 tengah diuji coba. Bahkan di berbagai negara, metode tersebut terbukti mampu menekan angka kematian akibat virus tersebut.

Seperti di Amerika Serikat misalnya. Lewat laman www.fda.gov milik U.S Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Makanan dan Obat Amerika Serikat, mereka mengajak masyarakatnya untuk mendonorkan plasma darah dalam mengatasi pandemi COVID-19.

[Baca Juga: PMI Gandeng LBM Eijkman untuk Pengambangan Obat COVID-19]

Meski begitu, tidak semua orang dapat menjadi pendonor plasma darah bagi kesembuhan pasien COVID-19. Dalam laman website tersebut tertulis, mereka yang dianjurkan mendonor plasma darah harus benar-benar memiliki riwayat penyakit COVID-19 dan sudah dinyatakan sembuh setidaknya selama 2 minggu. Calon pendonor juga harus memiliki diagnosis COVID-19 sebelum didokumentasikan oleh tes laboratorium dan memenuhi kriteria donor lainnya.

Siapa Saja yang Boleh Donor Plasma Darah untuk Kesembuhan COVID-19

Syarat tersebut cukup beralasan, sebab plasma darah yang diambil dari seorang pasien yang telah sembuh dari COVID-19 berbeda dengan plasma darah seseorang pada umumnya. Plasma darah milik seseorang yang pernah terinfeksi COVID-19 mengandung antibodi yang sangat baik untuk bisa menetralisir virus. Inilah yang diharapkan bisa membantu mereka yang sedang dalam perjuangan melawan virus COVID-19.

Selain itu, para pendonor juga harus memenuhi syarat untuk mendonorkan darah seperti: batas usia 17 sampai 60 tahun. Kemudian hemoglobinnya juga harus bagus dan pendonor tidak memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, kencing manis, dan jantung. Satu donasi plasma darah nantinya bisa digunakan untuk 4 pasien COVID-19.

Sementara, bagi seseorang yang tidak memiliki riwayat terkena COVID-19, bisa ikut membantu dengan mendonorkan darahnya. Sebab selama penyakit ini melanda dunia, banyak Rumah Sakit yang kehabisan stok darah.

Segera Diterapkan di Indonesia

Di Indonesia sendiri, penggunaan plasma darah sebagai metode penyembuhan pasien COVID-19 akan segera diterapkan. Saat ini, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman sedang melakukan screening terhadap pasien yang telah sembuh sebagai calon pendonor darah.

[Baca Juga: Wabah COVID-19, Donor Darah Tetap Aman]

Bahkan Ketua PMI, Jussuf Kalla mengklaim bahwa obat tersebut dapat diproduksi oleh Eijkman Institute dalam jangka waktu paling lambat dua bulan ke depan.

"Itu cepat. Ya mungkin satu dua bulan Eijkman sudah bisa produksi itu. Karena dia punya percobaan, dan kita lihat peralatan dan lainnya cukup lengkap,” terang JK.


Read More

Artikel Lainnya

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022.jpg

Berita Kawasan

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022

02 December 2022, 18:12

Lesbumi-NU mulai hari ini hingga 3 Desember 2022 menjadikan Kampung Budaya Betawi Setu Babakan sebagai ‘rumah’ rakornas sekaligus Temu Nasional Ses Budaya Muslimin Indonesia 2022.

Dukung Pemberdayaan Difabel di Bidang Digital, Acer Serahkan Bantuan Laptop.jpg

Bisnis

Dukung Pemberdayaan Difabel di Bidang Digital, Acer Serahkan Bantuan Laptop

02 December 2022, 16:10

Acer baru-baru ini menggelar kegiatan CSR-nya dengan menargetkan kelompok difabel yang ingin mendalami sekaligus berkarya di bidang coding.

Sambut Akhir Tahun 2022, KFC Kembali Hadirkan Menu Golden Combo.jpg

Kuliner

Sambut Akhir Tahun 2022, KFC Kembali Hadirkan Menu Golden Combo

02 December 2022, 14:07

Dalam merayakan penghujung tahun 2022, KFC meluncurkan menu Golden Combo serta menggelar campaign Golden Moment yang berhadia voucher hingga iPhone Pro 14.

Infinix Note 12 2023 Akan Diperkenalkan Resmi di Indonesia Pekan Depan.jpg

Bisnis

Infinix Note 12 2023 Akan Diperkenalkan Resmi di Indonesia Pekan Depan

02 December 2022, 12:03

Setelah merilis Infinix Note 12 sekitar enam bulan lalu, Infinix kembali akan memperkenalkan versi terbaru dari ponsel pintarnya ini yang disinyalir lebih siap menjajal penggunaan multitasking.


Comments


Please Login to leave a comment.