Sistem Sidik Jari BPJS Sudah Diterapkan di Berbagai Rumah Sakit Depok

Kesehatan

Sistem Sidik Jari BPJS Kesehatan Sudah Diterapkan di Depok

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama BPJS Kesehatan Depok terus berupaya mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) pada 2019, agar 95 persen masyarakat Kota Depok dapat terjamin kesehatannya. Selain mewujudkan pemanfaatan UHC, BPJS juga mengembangkan sistem daftar pasien melalui sidik jari atau finger print untuk memudahkan peserta berobat di rumah sakit.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok Irfan Qadarusman mengatakan, pihaknya telah mengembangkan sistem sidik jari pada peserta BPJS Kesehatan yang akan berobat di rumah sakit. Sistem finger print tersebut, dinilai dapat mempermudah proses pendaftaran peserta di rumah sakit.

Sistem Sidik Jari BPJS Sudah Diterapkan di Berbagai Rumah Sakit Depok

“Di Depok semua rumah sakit sudah siap sejak Mei lalu. Memang baru pada pada poli jantung, poli mata, dan poli rehabilitasi medik. Jadi, peserta sekarang hanya menggunakan sidik jarinya saja,” ujarnya seperti dirangkum dari depok.go.id (19/06/2019).

Irfan menyebutkan, tujuan penerapan sistem sidik jari bagi peserta BPJS Kesehatan yang akan berobat di rumah sakit untuk mempermudah sistem administrasi. Termasuk mengurangi fotokopi dokumen yang biasa dilakukan saat administrasi. Sistem finger print juga bertujuan untuk mencegah tindakan curang peserta yang menggunakan pelayanan BPJS Kesehatan tidak sesuai dengan identitas yang terdapat pada sistem.

[Baca Juga: 19 RS di Depok Masih Bekerjasama dengan BPJS Kesehatan]

“Ini tujuannya untuk simplifikasi administrasi, mengurangi fotokopi, mencegah fraud peserta dan tindakan pencegahan sebagai tindak lanjut audit jaminan kesehatan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemadanan data kependudukan Disdukcapil Kota Depok, kata Irfan, sebanyak 1.358.085 jiwa telah menjadi peserta JKN-KIS dari 1.844.932 total penduduk. Sedangkan 486.847 sisanya belum menjadi peserta JKN-KIS.

“Untuk mempersiapkan UHC dalam waktu dekat, koordinasi terus dilakukan dengan Pemkot Depok. Termasuk layanan sidik jari. Nantinya secara bertahap sistem finger print juga akan diterapkan pada poli lainnya seperti poli internis (penyakit dalam), poli anak, poli bedah, maupun obgyn,” ucapnya.

[Baca Juga: BPJS Sepakati Kerjasama Bersyarat untuk RSUD yang Belum Akreditasi]

Meskipun menguntungkan bagi rumah sakit dan pihak BPJS Kesehatan, beberapa warga merasa sistem ini lebih merepotkan. Seperti kita ketahui, antrean peserta BPJS cukup panjang di tiap-tiap rumah sakit. Pasien bisa seharian antre di sana. Untuk menyiasatinya, banyak keluarga pasien yang mengambil nomer antrean terlebih dahulu tanpa mengajak pasien. Dengan sistem sidik jari, tentunya hal tersebut tidak bisa dilakukan lagi.

Jadi bersiap-siaplah, pasien harus meluangkan waktu seharian di rumah sakit ketika akan menemui dokter.

Read More

Artikel Lainnya

Bodebek Zona Merah, Ridwan Kamil Turun Langsung untuk Ngantor di Depok .jpg

Berita Kawasan

Bodebek Zona Merah, Ridwan Kamil Turun Langsung untuk Ngantor di Depok

30 September 2020, 13:05

Mulai pekan depan Gubernur Jawa Barat akan berkantor di Kota Depok untuk langsung mengawasi penangangan COVID-19 di wilayah Bodebek.

Wali Kota Jakarta Barat Kembali Ngantor Usai Pulih dari COVID-19 .jpg

Berita Kawasan

Wali Kota Jakarta Barat Kembali Ngantor Usai Pulih dari COVID-19

30 September 2020, 12:10

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat COVID-19, Wali Kota Jakarta Barat akhirnya kembali beraktivitas setelah pulih sepenuhnya.

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik .jpg

Berita Kawasan

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik

29 September 2020, 16:08

Salah satu inovasi yang diterapkan di Terminal Jatijajar di masa pandemi seperti sekarang adalah pemberlakukan sistem e-ticketing.

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir.jpg

Berita Kawasan

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir

29 September 2020, 15:03

Wali Kota Tangerang memastikan pihaknya sudah mempersiapkan skenario antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat musim hujan.


Comments


Please Login to leave a comment.