ptm semarangOK2.jpg

Pendidikan

Siswa Positif COVID-19, PTM Terbatas Kota Semarang Dihentikan

Puluhan sekolah di kota Semarang menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) karena diketahui menimbulkan cluster COVID-19 baru di kota Semarang. Dinas Pendidikan Kota Semarang juga telah mengonfirmasi bahwa ditemukan beberapa siswa dengan kasus positif COVID-19. A.S. Sukawijaya alias Yoyok Sukawi selaku Anggota Komisi X DPR dari Dapil I Jawa Tengah meminta kepada Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk segera melakukan evaluasi terkait PTM agar penyebaran COVID-19 tidak meluas.

Menurutnya sangat disayangkan jika saat ini kota Semarang yang telah berada di level 1 PPKM harus kembali mengalami lonjakan COVID-19 dikarenakan kegiatan PTM. Ia meminta agar kegiatan PTM tidak menjadi kluster penyebaran COVID-19 baru. Orang tua serta para guru diminta untuk aktif bertanya kepada siswa, jika ditemukan anak yang memang tidak sehat agar tidak datang untuk mengikuti kegiatan PTM.

[Baca Juga: PTM Digelar, Aktivitas Usaha Kampung Batik Semarang Bergeliat]

“Segera dievaluasi kejadian ini. Jangan sampai sekolah yang menggelar PTM menjadi kluster. Langkah tegas dari Dinas Pendidikan Kota Semarang yang memberhentikan PTM di sekolah-sekolah tersebut sudah tepat, namun harus ada tindak lanjutnya seperti tracking supaya penyebaran Covid-19 tidak kembali meluas. Nanti kalau ada rapat dengan Kemendikbud, Komisi X juga akan menyampaikan temuan ini supaya tidak ada kejadian penyebaran COVID-19 saat PTM di seluruh Indonesia,” ujar Yoyok Sukawi pada Senin (1/11/2021) malam.

Gunawan Saptogiri selaku Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) membenarkan jika ada 40 siswa yang terkonfirmasi positif COVID-19 saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang dilakukan sejak akhir bulan Agustus 2021 lalu. Para siswa yang terkonfirmasi tersebut berasal dari beberapa sekolah swasta maupun negeri. “Di SMA, SMK ada 3 sekolah, SMP 3 sekolah, dan SD, MI dan Ponpes ada 14 sekolah,” ungkapnya.

ptm semarangOK.jpg

Ditemukannya kasus positif COVID-19 saat pelaksanaan PTM ini membuat pihaknya menghentikan sementara proses belajar mengajar tatap muka sambil menunggu hasil tracing dari Dinkes. “Jadi, untuk PTM terbatas ditunda sampai pekan depan, sambil menunggu hasil tracking, pembelajaran dilaksanakan secara daring seperti awal dulu. Misalnya, hari ini, Senin (1/11/2021) hasil tracking Dinkes di SMP 40, hasilnya negatif. Karena sebelumnya ada 5 siswa di sekolah itu yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sehingga tidak ditemukan ada klaster dari PTM,” terang Gunawan.

Pihaknya menilai jika nanti semuanya telah dilakukan tracking dan hasilnya dinyatakan negatif baik siswa maupun guru, dapat dipastikan penularan COVID-19 bukan berasal dari sekolah namun terjadi di luar lingkungan sekolah. Ini dikarenakan PTM terbatas telah dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), bahkan siswa hanya berangkat dua kali dalam sepekan dengan waktu pembelajaran tidak lebih dari dua jam. Karena siswa banyak melakukan kegiatan diluar sekolah, dirinya berharap agar guru dan siswa selalu menjaga prokes dimanapun berada. Jika hal tersebut dijalankan, kemungkinan minggu depan PTM terbatas bisa dilanjutkan.

[Baca Juga: Evaluasi PTM, Dinkes Kota Semarang Skrining Guru dan Siswa]

Sementara itu, Dinas Kesehatan kota Semarang menemukan 70 kasus penularan COVID-19 di lingkungan sekolah setelah melakukan random sampling deteksi COVID-19. Random sampling tersebut dilakukan kepada 112 sekolah dari tanggal 25 Oktober 2021 hingga 27 Oktober 2021. “Dari jumlah sekitar 70 kasus positif Covid-19 atau 1,9 persen dari total testing, kasus tersebut tersebar di 29 sekolah swasta dan negeri,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam dalam keterangan tertulis yang diterima Pingpoint.co.id (1/11/2021).

Ke tujuh puluh kasus tersebut paling banyak ditemukan di beberapa wilayah seperti di Kecamatan Semarang Barat, Tembalang, Ngaliyan, Banyumanik, Semarang Utara, Semarang Timur, Pedurungan, Semarang Selatan, Gayamsari, Gunungpati, Semarang Tengah, dan Gajahmungkur. Kasus terkonfirmasi positif tersebut banyak ditemukan pada anak dengan rentang usia 6-12 tahun. “Yang paling banyak ada di SD. Mungkin saja karena belum vaksin. Namun ada beberapa faktor lain terutama yang CT valuenya 37, 38, 39, ternyata mereka satu bulan yang lalu penyintas. Ini masih kami analisa lagi,” jelas Hakam.

PTM SMAN4 Semarang

Kondisi demikian menurut Hakam dikarenakan banyak siswa di bawah usia 12 tahun belum melakukan vaksinasi. Ia berharap agar pemerintah pusat dapat segera melakukan vaksinasi bagi anak usia 3 – 15 tahun secepatnya. Ia menilai vaksinasi untuk anak aman dan tidak ada efek samping seperti yang telah dilakukan oleh negara lain. Untuk menekan penyebaran kasus, para siswa yang terkonfirmasi positif COVID-19 melakukan isolasi terpusat di rumah dinas wali kota Semarang. Sementara mereka yang memiliki CT value di atas 35 telah dilakukan tes evaluasi dengan hasil negatif.

Dinas Kesehatan kota Semarang telah melakukan tracing kepada 30 kontak erat yang terdiri dari sekolah, pengantar sekolah dan keluarga dan tidak ditemukan kasus positif terhadap kontak erat. Sehingga pihaknya memastikan tidak ada klaster sekolahan, karena kasus COVID-19 dinyatakan menjadi sebuah kluster jika level satu dan dua dinyatakan positif. “Kami lakukan tracing 30 kontak erat baik sekolah, pengantar sekolah, keluarga, hasilnya nihil. Jadi tidak bisa disebut klaster sekolahan,” jelasnya.

Masih menurut Hakam, sesuai aturan jika presentase penularan lebih dari lima persen maka perlu dilakukan penutupan sekolahan. Jika penularan dengan presentasi dua hingga lima persen maka penutupan dilakukan dalam satu kelas saja. Jika penularan kurang dari satu persen maka hanya lingkaran kontak erat saja yang tidak mengikuti pembelajaran tatap muka. Sehingga pihaknya memberi rekomendasi kepada Dinas Pendidikan untuk melakukan pembelajaran daring jika ditemukan kasus positif COVID-19.


Read More

Artikel Lainnya

Tak Hanya Sekadar Pendanaan Startup, IDPM MPTM Juga Hadirkan Lowongan Pekerjaa n.jpg

Bisnis

Tak Hanya Sekadar Pendanaan Startup, IDPM MPTM Juga Hadirkan Lowongan Pekerjaan

28 November 2022, 15:58

East Ventures melalui IDPM MPTM berupaya membuka kesempatan kepada para founder startup meraih pendanaan dan mereka yang terdampak badai PHK industri digital mendapatkan pekerjaan baru.

Fore Coffee Perpanjang Periode The Classic Treasure Series Sampai Tahun Depa n.jpg

Kuliner

Fore Coffee Perpanjang Periode The Classic Treasure Series Sampai Tahun Depan

28 November 2022, 14:56

Setelah ribuan konsumennya bersuara, Fore Coffee memutuskan untuk memperpanjang menu seasonal The Classic Treasure Series sampai tahun depan.

Konser di Edutorium UMS, Dewa 19 Sukses Hibur Penggemarnya di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser di Edutorium UMS, Dewa 19 Sukses Hibur Penggemarnya di Solo

28 November 2022, 10:55

Pada akhir pekan kemarin, band Dewa 19 bersama mantan anggotanya yang ikonik sukses manggung di Kota Solo melalui konser 30 Tahun Berkarya Dewa 19.

Respons Fashionista Luring dan Daring Tinggi, JFW 2023 Sukses Digelar.jpg

Kecantikan dan Fashion

Respons Fashionista Luring dan Daring Tinggi, JFW 2023 Sukses Digelar

25 November 2022, 16:36

Pihak penyelenggaran JFW 2023 mengungkapkan bahwa ini merupakan salah satu penyelenggaraan Jakarta Fashion Week dengan animo serta respons yang sangat positif dari fashionista di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.