Lancarkan PJJ, Pemkot Bogor Rencana Sediakan 797 Titik Wifi Gratis

Pendidikan

Siswa Putus Sekolah Selama Pandemi, Berikut Temuan KPAI

Jumlah siswa putus sekolah meningkat selama masa pandemi COVID-19. Hal itu diperoleh dari hasil pengawasan yang dilakukan anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti sejak Januari 2021.

Retno Listyarti menjelaskan lima alasan yang menyebabkan siswa putus sekolah. Antara lain karena menikah, bekerja, menunggak iuran SPP, kecanduan game online, dan meninggal dunia.

Pemerintah daerah seharusnya dapat memetakan permasalahan pendidikan di wilayahnya sehingga tidak ada peserta didik yang putus sekolah. Mengingat pandemi COVID-19 sudah berlangsung setahun.

“Namun faktanya, KPAI justru menemukan data-data lapangan yang menunjukan angka putus sekolah cukup tinggi, terutama menimpa anak-anak yang berasal dari keluarga miskin,” ungkap Retno Listyarti.

Ketika Gawai Jadi Alat Belajar, Begini Cara Atasi Kecanduan Game pada Anak

Ada pun wilayah pantauan adalah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, dan Provinsi DKI Jakarta.

Pemantauan dilakukan dengan pengawasan langsung untuk Kota Bandung dan Cimahi dan wawancara secara online dengan guru dan Kepala Sekolah jaringan guru Federasi Serikat guru Indonesia (FSGI). Pemantauan dilakukan pada Februari 2021.

[Baca Juga: Ketika Gawai Jadi Alat Belajar, Begini Cara Atasi Kecanduan Game pada Anak]

Berikut uraian data dari pers rilis KPAI yang diterima PingPoint.co.id (6/3/2021).

1) Putus Sekolah Karena Menikah

Jumlah siswa yang berhenti sekolah karena menikah jumlahnya mencapai 33 peserta didik dari kabupaten Seluma, Kota Bengkulu, dan Kabupaten Bima.

Rata-rata siswa yang menikah berada di kelas XII dan beberapa bulan lagi ujian kelulusan sekolah. Mayoritas yang sudah menikah tidak diketahui pihak sekolah karena masih ‘Pembelajaran Jarak Jauh’ atau PJJ.

Wali kelas atau guru Bimbingan Konseling (BK) baru mengetahui setelah melakukan kunjungan ke rumah karena tidak pernah lagi ikut PJJ.

2) Putus Sekolah Karena Bekerja

Sejumlah siswa SMK dan SMP terpaksa bekerja karena orangtua terdampak secara ekonomi selama pandemi sehingga anak harus membantu ekonomi keluarga. Ada 1 siswa SMPN di Cimahi bekerja sebagai tukang bangunan demi membantu ekonomi keluarganya. Ada 1 siswa di Jakarta yang bekerja di percetakan membantu usaha orangtuanya karena sudah tidak memiliki karyawan sejak pandemi dan sepinya orderan cetakan.

3) Menunggak SPP Selama Berbulan-bulan

Kasus menunggak iuran SPP yang mengadu ke KPAI cukup tinggi. Terhitung mulai Maret 2020 hingga Februari 2021 ada 34 kasus. Dari 34 kasus tersebut, tiga diantaranya berasal dari sekolah yang sama. Hampir 90 persen kasus berasal dari sekolah swasta dan 75 persen kasus berada dari jenjang SMA/SMK.

Pandemi mengakibatkan ekonomi keluarga dari anak-anak tersebut terdampak secara signifikan. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit sehingga bayar SPP yang dikorbankan. Rata-rata yang mengadu sudah tidak membayar SPP dari 6 hingga 11 bulan.

4) Kecanduan Game Online

Saat pengawasan di kota Cimahi, KPAI mendapatkan data bahwa ada dua anak kelas 7 SMP yang berhenti sekolah karena kecanduan game online. Satu di antaranya berhenti sementara atau cuti selama satu tahun untuk proses pemulihan secara psikologi.

Kisah dari para guru di beberapa daerah menyebutkan bahwa siswa-siswa pada pagi hari tidak muncul di PJJ online ternyata masih tidur karena main game online hingga menjelang subuh.

Kemungkinan besar, anak-anak yang mengalami kecanduan game online selama belajar dari rumah meningkat selama pandemi. Jika di rata-rata di setiap kabupaten/kota ada minimal dua kasus saja maka total di seluruh Indonesia bisa jadi ada seribuan anak atau lebih mengalami kecanduan game online.

5) Siswa Meninggal Dunia

Hasil pemantauan kasus siswa putus sekolah karena meninggal dunia terjadi di salah satu SMAN di Kabupaten Bima karena terseret arus ketika bencana banjir Januari lalu. Satu lagi berasal dari salah satu SMK Swasta di Jakarta yang meninggal karena kecelakaan motor. Menurut data KPAI ada dua siswa yang meninggal pada semester genap tahun ajaran 2020/2021.

[Baca Juga: Pemkot Bogor Putuskan Sekolah Tatap Muka Dimulai 11 Januari 2021]

Terkait temuan itu maka KPAI mengingatkan bahwa pemenuhan pendidikan merupakan kewajiban negara. Negara harus hadir untuk mencegah anak-anak putus sekolah selama pandemi.

KPAI merekomendasikan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus membantu kelompok rentan ini, yaitu anak-anak dari keluar miskin yang sangat berpotensi kuat untuk putus sekolah.

Pemerintah Daerah juga wajib membantu sekolah yang siswa-siswanya mayoritas dari keluarga tidak mampu sehingga para gurunya tetap mendapatkan gaji meskipun para siswanya mayoritas menunggak SPP.

Read More

Artikel Lainnya

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya dilaksanakan Bulan Juli 2021.jpg

Pendidikan

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya dilaksanakan Bulan Juli 2021

11 April 2021, 08:06

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2021/2022. Meskipun pemerintah sudah memberikan lampu hijau agar sekolah tatap muka dilaksanakan segera, namun Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya masih belum bisa melaksanakan.

Geliat Bisnis Properti Masa Era New Normal di Kota Semarang

Properti dan Solusi

Geliat Bisnis Properti Era New Normal di Kota Semarang

10 April 2021, 18:47

“Hikmah dari kebijakan di rumah saja membuat para penghuni rumah mulai menyadari bahwa rumah yang mereka tinggali perlu pembenahan di beberapa bagian,” ujar Hafid Santoso pemilik H+S Architect, usaha konsultan arsitek di kota Semarang

Tirta Nirwana 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Tirta Nirwana Songgoriti: Pertemuan Kerajaan Medang, Singosari, dan Tionghoa

10 April 2021, 18:07

Berwisata ke Tirta Nirwana kita bisa sedikit mencuil pelajaran pertemuan sejarah kerajaan di Indonesia dan Tionghoa. Lebih dari itu, bermain air di sini sangatlah menyenangkan.

Teletubies 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Menghabiskan Waktu di Bukit Teletubies Bersama Gunung Arjuno

10 April 2021, 17:08

Berwisata di tempat menyejukkan yang tak perlu bayar tiket atau parkir ada di Kota Batu, yakni Bukit Teletubies.


Comments


Please Login to leave a comment.