Soal Aksi May Day di Tengah Pandemi, Suara Buruh Terbagi

Bisnis

Soal Aksi May Day di Tengah Pandemi, Suara Buruh Terbagi

Hari ini di tahun 1886, sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran selama 4 hari, menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam sehari. Peristiwa ini pun menjadi cikal bakal hari buruh internasional, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan peringatan May Day.

Setiap tahunnya di tanggal 1 Mei, kaum buruh—dalam hal ini di Indonesia—selalu diperbolehkan untuk ramai-ramai turun ke jalan memperingati May Day. Namun, nampaknya tidak demikian untuk tahun ini. Pasalnya, beberapa Kepala Daerah dari penjuru Nusantara tengah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka menekan laju penyebaran pandemi COVID-19 di wilayahnya masing-masing.

Sekadar catatan, dua bulan belakangan ini, Indonesia tengah berjuang menghadapi pandemi yang diakibatkan virus SARS-CoV-2. Hingga Kamis (30/4/2020) jumlah kasus positif COVID-19 di tanah air sudah melampaui 10.000 kasus, tepatnya 10.118 kasus. Dari jumlah itu, 1.522 orang dinyatakan sembuh, dan 792 orang meninggal dunia.

Soal Aksi May Day di Tengah Pandemi, Suara Buruh Terbagi

Meski situasi terkini masih dilanda pandemi, namun kelompok buruh di Kota Tangerang menyatakan akan tetap menggelar aksi demonstrasi memperingati May Day. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Wilayah Banten Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Maman Nuriman. “Kita tetap melakukan aksi. Namun aksinya taktis saja di depan pabrik masing-masing,” bebernya sebagaimana dikutip kompas.com, Kamis (30/4/2020) kemarin.

Dia pun menegaskan, keputusan untuk melakukan aksi ini telah mempertimbangkan segala aspek terkini, menyesuaikan keadaan dan situasi, termasuk juga telah mempertimbangkan soal kebijakan pemberlakuan PSBB di wilayah Kota Tangerang. Sehingga dapat dipastikan aksi ini tidak akan membuat kerumunan massa.

[Baca Juga: Terimbas Pandemi, 601 Buruh di Bekasi Kini Menganggur]

Di samping itu, sambung Maman, peserta aksi pun turut diwajibkan menggunakan masker dan jas hujan sebagai bentuk perlindungan diri. Sedangkan mengenai proses saat jalannya aksi, dijamin Maman tidak akan berlangsung lama. “Hanya massa di pabrik-pabrik yang ada dan akan membuat barisan menjaga jarak satu sampai dua meter. Nantinya kita dalam sampaikan aspirasi tuntutan May Day hanya 10 sampai 20 menit,” jelas Maman.

Tuntutan Terkait COVID-19

Lebih rinci Maman menuturkan, ada beberapa tuntutan yang akan disampaikan oleh kawan-kawan buruh. Yang pertama, mengenai situasi krisis yang dialami para pekerja selama pandemi COVID-19. Dia menilai para pengusaha kurang menunjukan rasa tanggung jawabnya terhadap para pekerja yang notabene nyata dan langsung terkena imbas pandemi. Dia pun meminta pengusaha untuk tidak lari dari tanggung jawab atas penghidupan pekerjanya.

"Kita menyoroti pengusaha dan dampak COVID-19 bertentangan dengan aturan imbauan pemerintah. Seharusnya pengusaha menjamin kelangsungan hidup buruh, tapi buruh diliburkan dan tidak dibayar," protes Maman.

Soal Aksi May Day di Tengah Pandemi, Suara Buruh Terbagi

Kemudian, lanjut Maman, nantinya dalam aksi kawan-kawan buruh akan menyampaikan rapor merah atas kinerja pengawas dari Dinas Perindustrian. Menurutnya, tidak lah sepantasnya pengawas dari pemerintahan ikut-ikutan bekerja dari rumah di tengah laju pemutusan hubungan kerja (PHK) yang begitu tinggi.

“Kalau kami mengadu ke pengawas, selalu bilang kerja dari rumah (WFH) nggak bisa terjun," kata dia. Akibat longgarnya pengawasan tersebut, lanjut Maman, akhirnya dimanfaatkan untuk pengusaha untuk melakukan PHK sebanyak-banyaknya tanpa memenuhi hak karyawan. "Tidak ada pengawas, sehingga kita melaporkan tidak ada tindakan kongkret. ini jadi persoalan,” keluhnya.

Sedangkan untuk tuntutan berikutnya, Maman menuturkan, masih terkait dengan pembatalan omnibus law dan beberapa persoalan tenaga kerja lainnya. "Kemudian tentang sistem kerja kontrak dan outsourcing, upah murah dan lainnya," tandas Maman.

Lain Kelompok, Beda Cara

Berbeda dengan apa yang akan dilakukan para buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI). Majelis yang menaungi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) ini sangat memahami situasi terkini, yang terkategorikan sangat tidak kondusif, sehingga mereka sepakat untuk memperingati Hari Buruh dengan cara beda, tanpa aksi demo turun ke jalan.

Soal Aksi May Day di Tengah Pandemi, Suara Buruh Terbagi

Dikutip dari bisnis.com, Kamis (30/4/2020), Said Iqbal, Presiden KSPI mengatakan para buruh akan melakukan kegiatan seperti bakti sosial dan penggalangan dana untuk membantu buruh terdampak COVID-19. Ada pun bentuk bakti sosial yang akan dilancarakan seperti, memberi bantuan sembako serta masker kepada buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan juga kepada para warga yang membutuhkan.

Termasuk di antaranya, sambung Said, menyampaikan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk petugas medis ke rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan, yang mana selama pandemi telah gigih berjuang di garda depan melawan musuh tak kasat mata.

“Buruh tidak akan melakukan aksi turun ke jalan, tetapi kami akan melakukan kegiatan-kegiatan dalam bentuk lain yang menyuarakan isu perjuangan kaum buruh. Selain dalam bentuk kegiatan sosial, kita juga akan melakukan kampanye sosial media yang menyuarakan isu Hari Buruh,” tegasnya.

[Baca Juga: Ribuan Pekerja di Bandung Kena PHK Selama Masa Pandemi COVID-19]


Read More

Artikel Lainnya

Mulai Hari Ini! Tangerang Great Sale Digelar Hingga 31 Desember 2022.jpg

Bisnis

Mulai Hari Ini! Tangerang Great Sale Digelar Hingga 31 Desember 2022

01 December 2022, 13:32

Menjelang momen Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, pesta diskon serta pameran UMKM bertajuk Tangerang Great Sale siap digelar sampai 31 Desember 2022.

Permudah Belanja Kebutuhan Natal dan Tahun Baru di ruparupa.com.jpg

Bisnis

Permudah Belanja Kebutuhan Natal dan Tahun Baru di ruparupa.com

01 December 2022, 10:30

Bagi Anda yang saat ini sudah bersiap untuk berbelanja kebutuhan di rumah untuk sambut momen Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, maka ruparupa.com dapat jadi solusi mudahnya.

Sambut Momen Akhir Tahun, realme Gelar Promo Golden Carnival.jpg

Bisnis

realme Gelar Promo Golden Carnival di Momen Akhir Tahun 2022

30 November 2022, 14:25

Dalam rangka mendekatkan diri dengan realme Fans, realme akan menggelar promo serta event dengan tema Let It Gold dalam rangka menyambut momen akhir tahun 2022.

Bantu Permodalan Pembudidaya Ikan, Amartha Gandeng eFishery.jpg

Bisnis

Bantu Permodalan Pembudidaya Ikan, Amartha Gandeng eFishery

30 November 2022, 14:24

Dalam rangka mendukung UMKM di ranah budidaya ikan, Amartha bekerjasama dengan perusahaan eFishery untuk membantu memberikan akses peminjaman modal usaha.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Emma 2 years, 7 months lalu
    emma

    bola165,co adalah situs Agen Resmi Judi Online Terpercaya dan Terlengkap saat ini di Indonesia Cukup hanya dengan satu user id saja sudah bisa bermain di semua game populer di antaranya : - Sportbook - Live Casino - Slot - IDN Live - Poker - Racing - Keno langsung saja di <a href="https://bola165.org/" title="Agen Judi Bola" rel="nofollow">Bola165</a> :)