Sosialisasi Pangan B2SA Digelar untuk Himbau Masyarakat Ubah Pola Makan

Kesehatan

Sosialisasi Ubah Pola Makan dengan Pangan B2SA

Sosialisasi pangan Beragam Bergizi Sehat dan Aman (B2SA) diselenggarakan Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Pusat pada 20 Juni 2019. Sosialisasi ini dihadiri Kasudin KPKP Jakpus Bayu Sari Hastuti dan Kabag Perekonomian Jakarta Pusat Choir.

Sosialisasi yang digelar di Ruang Serbaguna Besar, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat diikuti para peserta yang merupakan para kader PKK dari delapan kecamatan dan pelajar. Kegiatan sosialisasi ini diadakan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola makan yang mengandung B2SA sebagaimana disampaikan Kasudin KPKP Jakpus.

Menurutnya, makanan B2SA ini dapat menjadi makanan kreasi baru. Dia juga berharap, para peserta bisa menginformasikan kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing setelah mengikuti sosialisasi ini.

[Baca Juga: Ayo, Kenali 10 Pesan Gizi Seimbang]

Dalam kesempatan ini, Kabag Perekonomian Jakarta Pusat Choir mendorong warga mengubah pola makan saat membuka kegiatan sosialisai B2SA. Menurutnya, warga sudah seharusnya mengikuti arahan pemerintah yang tengah fokus melakukan desentralisasi pangan. Dalam desentralisasi itu, target utamanya adalah mengubah pola konsumsi pangan masyarakat dengan kualitas yang lebih baik.

“Selama ini yang kita tahu sumber karbohidrat itu hanya nasi, padahal ada banyak sumber karbohidrat lain yang jauh lebih baik dari nasi. Dengan sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat mengubah pola pikirnya, pola konsumsinya dengan menerapkan pola makan B2SA,” ungkapnya sebagaimana dilansir pusat.jakarta.go.id (20/6/2019).

[Baca Juga: Warga Semper Barat Berhasil Tuntaskan Kasus Gizi Kurang]

Choir menambahkan, banyak negara maju yang memilikit tingkat kecerdasan karena pola makannya. Contohnya seperti Jepang dan Korea yang tingkat kecerdasannya jauh di atas Indonesia. Kecerdasaan orang Jepang dan Korea dipengaruhi pola makannya yang sering mengonsumsi sayur dan ikan sebagai sumber protein. Informasi tersebut didapatnya dari berbagai sumber. Oleh karena itu, pihaknya akan membentuk kader B2SA tingkat kecamatan untuk mensosialisasikan dan menciptakan kreasi pangan B2SA.

“Kenapa mereka pintar-pintar karena mereka mengubah pola makan. Mereka tidak makan nasi, hanya sedikit karbo yang didapat dari kentang. Mereka lebih banyak makan sayur dan ikan. Makanya kita akan bentuk kader B2SA tingkat kecamatan untuk mensosialisasikan dan menciptakan kreasi pangan B2SA,” tandasnya.

Dalam kegiatan ini, Sudin KPKP tidak hanya menggelar sosialisasi, tetapi juga diadakan kompetisi cipta menu B2SA. Para juara, baik dari juara satu hingga juara tiga dari kategori PKK dan pelajar nantinya akan dikirim untuk mewakili Jakarta Pusat ke lomba cipta menu B2SA tingkat provinsi.

Read More

Artikel Lainnya

Kenali 6 Ciri Bra Anda Harus Diganti

Kecantikan dan Fashion

Kenali 5 Ciri Bra Anda Harus Diganti

20 August 2019, 20:00  |  4 Views

Kapan terakhir kali Anda berbelanja bra baru? Jika jawabannya lebih dari enam bulan lalu, ada kemungkinan bra Anda telah usang dan perlu diganti.

Cinderella  Kompleks Kondisi Mental Perempuan Manja Dan Penuh Khayalan

Kesehatan

Cinderella Kompleks dan Ketergantungan Perempuan pada Laki-laki

20 August 2019, 19:00  |  9 Views

Kondisi sosial yang merepresi perempuan kerap menimbulkan konflik batin dan menjadi masalah bagi hampir seluruh perempuan. Hal ini memengaruhi cara berpikir, bertindak, dan berbicara.

Pasar Buku Murah di Pasar Kenari Jadi Incaran Warga Jakarta

Berita Kawasan

Nyamannya Belanja Buku Murah di Pasar Kenari

20 August 2019, 18:00  |  4 Views

Siapa sangka, di lantai 3 Pasar Kenari terdapat berjejer buku murah yang dijualbelikan bernama Wisata Buku yang telah diresmikan Gubernur DKI pada April 2019 lalu.

RSUD Tangerang Adakan Talk Show Mengenai ASI

Kesehatan

RSUD Tangerang Tekankan Peran Ayah dalam Keberhasilan ASIX

20 August 2019, 17:00  |  3 Views

Peran suami dalam memberikan motivasi dan mendampingi istri dalam menyusui dinilai sangat penting untuk menciptakan atmosfer menyusui yang positif.


Comments


Please Login to leave a comment.