Sosok Almarhum Didi Petet Dalam Pandangan Yayu Unru

Berita Kawasan

Sosok Almarhum Didi Petet Dalam Pandangan Yayu Unru

Kelompok teater pantonim Sena Didi Mime yang didirikan Sena A. Utoyo dan Didi Petet hingga kini masih dilanjutkan Yayu Unru sebagai salah satu orang terdekat dari kedua seniman tersebut. Bahkan, dia mengembangkan kelompok teater pantonim warisan kedua seniman Indonesia ini dan berevolusi menjadi kelompok teater Aktor Regu Kerja.

Didi Petet meninggal dunia pada tahun 2015. Sejak meninggalnya aktor Didi Petet, setiap tahunnya digelar acara untuk mengenang almarhum seniman terbaik Indonesia tersebut dari Yayu Unru bersama rekan dari kelompok teater ARK.

“Menurut saya dalam dunia seni peran, di samping Mas Didi teater, dia juga banyak sumbangsih dalam seni peran. Mas Didi juga menyumbang quotes terbanyak yang sangat original,” ujarnya dalam Press Conference Pertunjukan Teater Pantonim ARK yang dihadiri tim PingPoint.co.id (19/6/2019). Salah satunya yang paling unik adalah “Akting itu bukan saya tahu dan saya paham, tapi bagaimana melakukannya.”

[Baca Juga: Yayu Unru Buat Dua Pertunjukan untuk Mengenang Didi Petet]

Pemenang Pemeran Pendukung Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2017 ini mengaku, dia banyak belajar dari Didi Petet. Salah satu pelajaran yang hingga kini dia ikuti dari Didi Petet adalah tidak pamer. Hal itu dia dapat ketika dia dan Didi Petet masih mengajar di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekitar tahun 2014.

“Di pertengahan ngajar waktu itu, saya ngomong. Mas, kita harus ngomong ke orang-orang kalau kita ngajar di KPK. ‘Buat apa Yu,’ katanya. Supaya orang tau kalau kita punya sumbangsih yang besar terhadap pemberantasan korupsi. Mas Didi jawab, ngapain Yu? Kalau Tuhan sudah tau, orang lain enggak perlu tahu,” ujarnya.

Sesudah Didi Petet meninggal dunia, dia mengaku malu dan menyesal pernah mengatakan hal itu. Dan, dia baru menyadari Didi Petet adalah satu karakter guru yang sudah tidak memiliki ego dan tidak ada lagi pamer-nya. “Dan sampai sekarang, itu yang saya pegang, bahwa ternyata kalau Tuhan sudah tau, ya udah orang lain enggak perlu tahu. Dan itu mahal sekali menurut saya,”ungkapnya.

[Baca Juga: Pesan Tersirat dalam Pentas Tunggal Teater Kinasih]

Dia pun mengenang banyak hal yang dialami bersama Didi Petet. Sosok itu pula yang mendorongnya untuk menulis, sehingga tak jarang dia diminta menulis puisi apabila Didi Petet akan tampil membaca puisi. Setelah kepergian sosok kakak baginya itu, dia mengaku sudah tidak bisa menulis seperti dulu.

Yayu Unru sempat membacakan puisi terakhirnya yang dia tulis setelah kepergian Didi Petet. Puisi itu ditulis karena kesedihannya kehilangan sosok kakak dan sahabat baginya hingga dia serasa ingin mati. Setelah membaca puisi tersebut dalam acara press conference, matanya terlihat berkaca-kaca.

Menurut Yayu, acara Wajah Rinduku yang akan digelar pada 26 Juni 2019 merupakan yang paling tepat untuk mengenang sosok Didi Petet. Sekaligus, untuk mengenalkan Didi Petet yang telah memiliki banyak sumbangsih untuk dunia seni peran di Indonesia.

“Semoga generasi-generasi muda masih bisa mengenal Mas Didi,” tutupnya.


Read More

Artikel Lainnya

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air.jpg

Bisnis

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air

03 October 2022, 11:28

East Ventures setidaknya telah mendanai tiga perusahaan startup yang mendukung perkembangan ekosistem kopi di Tanah Air.

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.


Comments


Please Login to leave a comment.