Studi Ungkap Ribuan Droplet Dihasilkan Saat Berbicara

Kesehatan

Studi Ungkap Ribuan Droplet Dihasilkan Saat Berbicara

Sudah lama diketahui bila Virus Corona baru bernama SARS-CoV-2 dapat menyebar lewat droplet (percikan air liur) yang keluar saat seseorang batuk atau bersin. Namun, belum banyak diketahui mengenai penularan penyakit COVID-19 melalui berbicara normal.

Sebuah studi yang terbit di The Proceeding of The National Academy of Science pada 13 Mei 2020 lalu mengungkapkan bahwa ketika seseorang berbicara normal, ia mampu memproduksi ribuan droplet. Oleh karena itu, lewat berbicara dengan seseorang yang ternyata pembawa Virus Corona baru, bisa saja terjadi penularan COVID-19.

Melansir New York Times (18/5/2020), peneliti meminta sukarelawan untuk mengucap kata “stay healthy” beberapa kali pada sebuah kotak kardus yang ujungnya terbuka. Sementara partisipan tersebut berbicara, peneliti menyinari kotak kardus tersebut dengan cahaya laser berwarna hijau untuk melacak droplet yang dihasilkan.

Studi Ungkap Ribuan Droplet Dihasilkan Saat Berbicara

Pada akhirnya, peneliti yang berasal dari dari The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease serta University of Pennsylvania itu menemukan 2.600 droplet dengan ukuran kecil yang diproduksi partisipan per detik selama berbicara. Peneliti menyimpulkan apabila partisipan berbicara lebih keras, droplet yang dihasilkan akan lebih besar dan lebih banyak.

Meski para peneliti tidak melakukan penelitian dengan seorang pasien COVID-19, penelitian terdahulu yang terbit di nature.com pada 1 April 2020 mencatat berapa banyak materi genetik virus yang ditemukan dalam droplet. Bila berbicara dengan keras, peneliti memperkirakan adanya 1.000 droplet mengandung virus yang dihasilkan per menitnya oleh orang yang positif COVID-19.

[Baca Juga: Ini Ciri-Ciri Penderita Jantung Terkena COVID-19]

Peneliti juga mengungkap bila droplet ini mampu bertahan di udara selama 8-14 menit. “Pengamatan ini mengonfimasi bila bila ada kemungkinan besar berbicara menyebabkan penularan virus melalui udara (dengan bantuan aerosol) di lingkungan yang terbatas [tertutup],” tulis peneliti.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) sendiri mengimbau untuk setidaknya menjaga jarak sejauh enam kaki dengan orang lain untuk menghindari kontak dengan droplet orang tersebut. Namun, banyak peneliti yang berpendapat bila droplet dapat menjangkau lebih dari enam kaki, tergantung dorongan membuat droplet tersebut keluar, suhu di sekitarnya, dan aliran udara yang mampu membawa droplet tersebut lebih jauh.

[Baca Juga: Apakah COVID-19 Bisa Menyebar Lewat Udara?]

Oleh karenanya, Profesor di Virginia Tech University Linsey Marr menyarankan untuk menghindari berbicara secara langsung dengan orang lain dalam jarak yang dekat. “Berdasarkan penelitian ini atau bukti lainnya, menjadi bijak untuk menghindari berbicara secara tatap muka dengan orang lain kecuali Anda berjauhan dan berada di ruang yang berventilasi baik, termasuk di luar ruangan,” tuturnya.

Direktur Medis Pencegahan Infeksi di Wake Forest School of Medicine Werner E Bischoff turut mengungkapkan pentingnya mengenakan masker saat berbicara dengan orang lain. “Risiko berbicara satu sama lain mungkin akan lebih rendah dibandingkan [berbicara dengan seseorang] yang tak mengenakan masker dan ia secara terbuka batuk dan bersin,” ungkap Bischoff.

Read More

Artikel Lainnya

Hari Ulang Tahun Kota Bogor Dirayakan Via Konferensi Video .jpg

Berita Kawasan

Hari Ulang Tahun Kota Bogor Dirayakan Via Konferensi Video

06 June 2020, 13:00

Di ulang tahun ke 538, Hari Jadi Bogor dirayakan dengan sederhana tak seperti biasanya karena terselenggara di tengah pandemi.

berjalan tertib, begini prosedur rapid test di sukolilo2.jpg

Berita Kawasan

Berjalan Tertib, Begini Prosedur Rapid Test di Sukolilo

06 June 2020, 12:00

Sepekan sudah uji cepat dan uji swab dilakukan di penjuru Surabaya. Pelaksanaan relatif berlangsung tertib, seperti yang terjadi di kawasan Terminal Keputih Sukolilo.

Kota Bekasi Perpanjang PSBB Kembali Hingga 2 Juli .jpg

Berita Kawasan

Kota Bekasi Perpanjang PSBB Kembali Hingga 2 Juli

06 June 2020, 11:00

Sembari menjalankan masa new normal, Kota Bekasi kembali memperpanjang masa PSBB selama 28 hari

Begini Caranya Atasi Wajah Berminyak Secara Alami Lidah Buaya

Berita Kawasan

Baru! Kota Malang Ciptakan Kampung Aloe vera di Masa Pandemi COVID-19

06 June 2020, 10:46

Kampung Aloe vera diinisiasi Pertamina Fuel Terminal Malang melalui Program Coorporate Social Responsibility (CSR) yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)


Comments


Please Login to leave a comment.