Sudah Sampai Tahap Apa Penelitian Vaksin COVID-19 Saat Ini

Kesehatan

Sudah Sampai Tahap Mana Penelitian Vaksin COVID-19 Saat Ini?

Sampai saat ini belum tersedia vaksin untuk Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), penyakit yang kali pertama ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019 lalu. Selama vaksin belum selesai dikembangkan, WHO dan pemerintah negara-negara di dunia terus menggaungkan physical distancing untuk mencegah penularannya.

Sementara itu, para ilmuwan juga berupaya menguji beberapa obat untuk menangani penyakit ini. Misalnya Chloroquine dan Avigan yang sudah dibeli Indonesia untuk mengobati pasien COVID-19. Namun, obat-obat ini pun sebenarnya belum ada yang dinyatakan benar-benar ampuh. Chloroquine dalam dosis tinggi bahkan tidak dianjurkan untuk diberikan pada pasien COVID-19 karena menimbulkan komplikasi jantung. Efek samping ini ditemukan saat penelitian di Brasil, hasilnya diterbitkan di medRxiv 11 April 2020 lalu.

Vaksin dan obat memiliki fungsi yang berbeda. Mengutip Healthline (12/5/2020), vaksin COVID-19 dirancang untuk melindungi seseorang sebelum mereka terpapar Virus Corona baru atau SARS-CoV-2, sementara obat diberikan kepada orang yang sudah terinfeksi virus tersebut.

Sudah Sampai Tahap Apa Penelitian Vaksin COVID-19 Saat Ini

Sejauh ini, di mana posisi vaksin COVID-19 yang tengah dikembangkan oleh ilmuwan yang tersebar di seluruh dunia?

Untuk mengetahuinya, harus dipahami terlebih dahulu bila vaksin melalui beberapa tahapan sebelum diberikan pada masyarakat agar terhindar dari suatu penyakit. Tahapan itu, menurut United States Food and Drug Administration (FDA) di antaranya penemuan dan pengembangan, praklinis, uji klinis kepada manusia, dan manufaktur atau produksi massal. Uji klinis pada manusia pun dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu:

  • Tahap 1

Pada tahap ini, umumnya vaksin diuji pada 20 sampai 80 orang yang sehat atau memiliki penyakit lain (selain penyakit yang vaksinnya tengah diuji). Para relawan menerima vaksin itu dalam dosis yang berbeda-beda. Kemudian, dalam beberapa bulan peneliti mengumpulkan data mengenai bagaimana tubuh penerima merespons vaksin tersebut dan apa saja efek samping yang muncul akibat pemberian dosis yang berbeda-beda. Di tahap inilah peneliti menentukan cara terbaik memberikan vaksin untuk membatasi risiko serta memaksimalkan manfaatnya.

  • Tahap 2

Mengutip Live Science (12/5/2020), peneliti di tahap dua memberikan vaksin pada beberapa ratus orang dalam periode beberapa bulan hingga dua tahun. Tahap ini berfungsi kembali meneliti ukuran atau dosis yang aman bagi manusia. Peneliti kali ini memilih sukarelawan dengan karakteristik seperti usia serta kesehatan fisik yang cocok untuk menerima vaksin tersebut. Misalnya, dalam kasus COVID-19 adalah para lansia dan mereka yang memiliki penyakit kronis karena lebih rentan mengalami gejala yang parah ketika terkena COVID-19.

  • Tahap 3

Di tahap ketiga, peneliti menguji vaksin pada 300 sampai 3.000 sukarelawan selama satu hingga empat tahun. Dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan tahap-tahap sebelumnya, peneliti dapat mencari tahu efek samping yang tidak biasa dari vaksin tersebut, serta efek samping yang mungkin muncul dalam jangka waktu yang lama.

[Baca Juga: Kini Inggris Ikut Unjuk Kemajuan Produksi Vaksin COVID-19]

Setelah lulus uji dan diberikan pada masyarakat luas, peneliti tetap memantau sejumlah sukarelawan untuk mengetahui seberapa baik vaksin bekerja dalam periode yang lama.

Akan tetapi, vaksin COVID-19 mendapat pengecualian oleh WHO untuk melewatkan dua tahap uji yang terakhir sehingga vaksin bisa lebih cepat diproduksi secara massal.

“Jadi fase 2 dan fase 3 bisa kita skip. Bukan berarti skip itu hilang. Maksudnya, fase 1 dan fase 2 itu paralel, sambil jalan, sambil dimanufaktur dan bisa diberikan ke populasi yang lebih banyak,” jelas Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan Biofarma Neni Nurainy, mengutip BBC News Indonesia.

Sudah Sampai Tahap Apa Penelitian Vaksin COVID-19 Saat Ini

Laporan Perkembangan 5 Vaksin

Berikut posisi beberapa vaksin COVID-19 yang tengah dikembangkan di dunia, dikutip dari Bioworld (12/5/2020).

1) mRNA-1273

Dikembangankan Moderna Therapetics, perusahaan bioteknologi berbasis di Massachussetts, Amerika Serikat, vaksin ini pada pertengahan Maret 2020 diberikan pada satu orang sukarelawan pertama. Vaksin mRNA-1273 kini diketahui sedang berada dalam tahap satu uji coba klinis. Pada 28 April 2020, Moderna menyerahkan hasil sementara perkembangan vaksin kepada FDA untuk dievaluasi dan rencananya, tahap dua uji klinis dimulai pada kuartal kedua tahun 2020.

2) ChAdOx1 nCoV-19

Vaksin ini dikembangkan University of Oxford bersama lembaga penelitian lainnya di Inggris. Mengutip ox.ac.uk (12/5/2020), peneliti mulai melakukan screening terhadap sukarelawan usia 18-55 tahun pada Maret 2020 lalu. Kemudian, peneliti memulai uji coba tahap satu sekaligus dua pada 23 April 2020.

Mekanismenya, pada hari pertama uji coba, peneliti menguji dua orang, satu orang diberi ChAdOx1 nCoV-19 dan satu orang lagi sebagai kelompok kontrol (tidak diberi vaksin). Mereka berdua dipantau selama dua hari. Pada hari ketiga, vaksin diberikan pada tiga sukarelawan, dan tiga lainnya menjadi kelompok kontrol. Kemudian, pada hari kelima vaksin diberikan kepada orang yang lebih banyak hingga target sukarelawan yang dilibatkan mencapai 1.110 orang. Peneliti menyebut tahap ini bisa memakan waktu hingga 6 bulan.

[Baca Juga: Ilmuwan Dunia Berlomba-lomba Temukan Vaksin COVID-19]

3) INO-4800

Vaksin yang dikembangkan perusahaan bioteknologi Inovio Pharmaceuticals ini adalah vaksin yang pembuatannya didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation. Selain disokong yayasan milik pendiri Microsoft itu, vaksin ini juga didukung yayasan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). Kini, INO-4800 diketahui sedang berada dalam tahap satu uji coba klinis dan berpotensi memasuki tahap dua sekaligus tiga sekitar bulan Juni 2020.

4) Ad5-nCoV

Vaksin ini dikembangkan China, negara pertama kali ditemukannya Virus Corona baru. Pada 17 Maret 2020, vaksin ini disetujui memasuki tahap satu uji coba klinis di China. Setelah itu, tepatnya 12 April 2020, Ad5-nCoV memasuki tahap dua uji klinis. Dalam tahap dua tersebut, peneliti mengevaluasi keamanan vaksin pada 500 orang berusia 18 tahun ke atas.

5) BNT-162

Vaksin ini merupakan buatan BioNTech, perusahaan bioteknologi Jerman bersama Pfizer, perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, bermarkas di Amerika Serikat. Pengembangan vaksin dimulai sejak 16 Maret 2020. Kala itu, BioNTech mengumumkan upayanya secara rinci untuk membuat vaksin yang mencegah infeksi Virus Corona baru pada manusia. Hingga pada 5 Mei 2020 lalu, Pfizer dan BioNTech mengumumkan telah memasuki tahap satu sekaligus dua uji klinis di Amerika Serikat. Peneliti dalam tahap ini akan mengevaluasi bagaimana pengaruh keamanan dan dosis optimal BNT-162. Uji klinis secara keseluruhan rencananya selesai pada Januari 2023 mendatang.

[Baca Juga: Avigan, Obat yang Disebut Ampuh Menangani Pasien COVID-19]

Itulah informasi mengenai lima vaksin COVID-19 yang tengah dikembangkan para ilmuwan di berbagai belahan dunia. Masih ada sejumlah vaksin lagi yang tengah dikembangkan, beberapa di antaranya masih dalam tahap praklinis. Sampai sekarang, belum dapat dipastikan waktu selesainya uji klinis vaksin. Oleh karena itu, physical distancing sekaligus menjaga daya tahan tubuh menjadi jalan yang dapat ditempuh saat ini demi mencegah diri dari infeksi Virus Corona baru tersebut.


Read More

Artikel Lainnya

OneRepublic Hingga MWAM Akan Tampil di Woke Up Fest 202 3.jpg

Hobi dan Hiburan

OneRepublic Hingga MWAM Akan Tampil di Woke Up Fest 2023

28 September 2022, 16:11

Konser internasional Woke Up Fest 2023 yang menampilkan musisi ternama dari berbagai negara diumumkan akan digelar pada Februari 2023 di Istora Senayan Jakarta.

Manggung di JIS, Dewa 19 Full Team Siap Tampil di Jakarta.jpg

Hobi dan Hiburan

Manggung di JIS, Dewa 19 Full Team Siap Tampil di Jakarta

28 September 2022, 14:08

Setelah tampil di Candi Prambanan dan mengumumkan konser di Solo, konser Dewa 19 full team yang lengkap dengan anggota serta mantan anggotanya kali ini melirik JIS sebagai venue konser selanjutnya.

Melalu Menanti, Aldiv Rilis Single Ketiganya.jpg

Hobi dan Hiburan

Melalui Menanti, Aldiv Rilis Single Ketiganya

28 September 2022, 12:06

Penyanyi solois pria Aldiv kembali menunjukkan eksistensinya di blantika musik Tanah Air dengan single Menanti.

Kolaborasi dengan Free Fire, Maybelline Luncurkan Lip Cream Edisi Khusu s.jpg

Kecantikan dan Fashion

Kolaborasi dengan Free Fire, Maybelline Luncurkan Lip Cream Edisi Khusus

27 September 2022, 16:37

Maybelline baru-baru ini meluncurkan lipcream Superstay Matte Ink dengan delapan shade warna yang terinspirasi dari empat karakter perempuan di mobile game Free Fire.


Comments


Please Login to leave a comment.