MENTENG-KAWASAN-SUDIN KPKP JAKARTA PUSAT TAMBAH 50 LOKASI URBAN FARMING-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Berita Kawasan

Sudin KPKP Jakarta Pusat Tambah 50 Lokasi Urban Farming

Beberapa tahun belakangan ini tren urban farming sedang meningkat di kota-kota besar di Indonesia. Pertanian yang memanfaatkan lahan sempit di perkotaan, seperti di pekarangan rumah atau perkantoran ini digadang-gadang bisa menjadi salah satu solusi untuk penguatan ketahanan pangan.

Urban farming itu sendiri merupakan konsep memindahkan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan, bedanya ada pada pegiat dan media tanamnya. Pertanian konvesional lebih berorientasi pada hasil produksi, sedangkan urban farming lebih pada karakter pegiatnya yakni masyarakat urban.

Dengan melakukan aktivitas urban farming, masyarakat mendapat ketersediaan sayuran sebagai sumber nutrisi sehat, mengurangi impor sayuran, menghijaukan lingkungan, membantu mengurangi dampak pemanasan global, aman.

[Baca Juga: Poktan Kebayoran Lama Selatan Panen Sayur Sebanyak 149 kg]

Pemahaman yang lebih mendalam dan meluas mengenai urban farming mengantarkan konsep ini tidak lagi sekadar gaya hidup kaum urban, tapi meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kualitas makanan, gizi, kesehatan, dan lingkungan sekitar.

Melihat manfaat dari urban farming, tahun ini Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (Sudin KPKP) Jakarta Pusat menambah 50 lokasi urban farming. Kepala Sudin KPKP Jakarta Pusat Bayu Sari Hastuti mengatakan, penambahan lokasi itu utamanya di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA), sekolah-sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Urban Farming Jakarta

“Lokasi itu utamanya di RPTRA, sekolah-sekolah, dan lingkungan masyarakat seperti kelompok tani,” ujar Bayu seperti dikutip dari Berita Jakarta (12/1/2019).

Untuk warga yang ingin lingkungannya bisa menjadi lokasi urban farming, Bayu menerangkan, maka warga harus terlebih dahulu mengajukan permohonan kepada kelurahan masing-masing. Setelah itu pihaknya akan melakukan survei langsung ke lokasi yang ingin dijadikan urban farming.

Bayu juga menerangkan, urban farming bisa untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Saat ini potensi tanaman hidroponik dalam urban farming di Jakarta Pusat masih dalam skala rumahan sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan pasar.

[Baca Juga: Wisata Belanja Seru di Pasar Pagi Mangga Dua]

“Sebenarnya sudah banyak permintaan swalayan, tapi perlu skala yang besar dan berkelanjutan. Sementara untuk tanaman hidroponik di Jakarta Pusat belum semua memilikinya,” katanya.

Terkait pembibitan untuk urban farming, tanaman hidroponik sayur-mayur masih menjadi primadona dibandingkan tanaman lainnya.

Sebelumnya, urban farming ini berhasil menghasilkan sayur jenis kangkung dan pakcoy hingga lima kilogram di tiga lokasi, yakni di lahan hidroponik Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Gang Hijau RW 03 Kelurahan Petojo Utara, dan RPTRA Taman Kenanga, Gambir.

Sedangkan untuk hasil panen, Sudin KPKP Jakarta Pusat akan meningkatkan kualitas tanaman hidroponik dengan menyalurkan hasil panen urban farming ke berbagai kegiatan bazar hingga toko daring.

Read More

Artikel Lainnya

Kisah #AksiHidupBaik Sang Inisiator Penghijauan Kelurahan Karang Anyar

Berita Kawasan

Kisah #AksiHidupBaik Sang Inisiator Penghijauan Kelurahan Karang Anyar

18 November 2019, 19:00

Euis Kurniawati adalah salah satu nominasi Ibu Ibukota Awards Bidang Pelestarian Lingkungan. Simak #AksiHidupBaik yang dilakukannya di sini.

Kapal Pembersih Sungai Siap Dioperasikan di Kota Bekasi

Berita Kawasan

Kapal Pembersih Sungai Siap Dioperasikan di Kota Bekasi

18 November 2019, 18:00

Kapal pembersih sungai yang diberikan oleh Waste4Change ini mampu menjaring sampah setidaknya 200-300 kilogram.

Ini Dia Tips Memilih Sepatu Lari Untuk Pemula

Kesehatan

Ini Dia Tips Memilih Sepatu Lari untuk Pemula

18 November 2019, 17:00

Pemilihan sepatu lari yang pas berpengaruh terhadap performa loh. Salah-salah malah bikin kaki kamu terkilir. Berikut tips bagi kalian yang ingin membeli sepatu lari.

Sekolah Pribumi Pertama di Batavia Ada di Cikini

Berita Kawasan

Sekolah Pribumi Pertama di Batavia Ada di Cikini

18 November 2019, 16:00

Gedung sekolah yang kini menjadi SMPN 1 Jakarta ini ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Inilah sejarah sekolah pribumi pertama di Batavia.


Comments


Please Login to leave a comment.