BEKASI_PROPERTI_SUMMARECON TAWARKAN RUMAH TERJANGKAU DI BEKASI_IVAN_REVISI 02-01.jpg

Properti dan Solusi

Summarecon Tawarkan Rumah Terjangkau di Bekasi

Summarecon Bekasi merupakan kawasan terpadu yang dibangun PT Summarecon Agung Tbk. Sampai saat ini, kawasan yang dirancang sebagai modern compact city tersebut masih terus berkembang. Pihak developer pun masih berupaya untuk terus memperluas target pasarnya. Bahkan kali ini, selain mengincar kelas menengah dan atas, pengembang yang terkenal dengan proyek properti premium itu turut menyasar kalangan menengah ke bawah. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Srimaya Residence, kawasan hunian yang menawarkan rumah murah di Bekasi.

Srimaya Residence merupakan kawasan perumahan tapak di atas lahan 15 kektare yang dibangun dengan konsep social oriented. Perumahan yang berlokasi di sebelah timur Kota Bekasi, atau tepatnya di wilayah Narogong ini dibangun untuk memberi kesempatan pada masyarakat Bekasi dan sekitarnya untuk bisa memiliki hunian tapak dengan harga murah dan akses yang mudah. Hal tersebut diungkapkan Albert Luhur, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini.

"Lokasi Srimaya Residence memiliki akses yang baik, karena diapit oleh Bekasi, Cileungsi serta kawasan Cibubur yang sudah jadi dan hidup dengan fasilitas pendukung yang lengkap. Dengan harga terjangkau dan kemudahan sistem pembayaran yang ditawarkan, Srimaya Residence menjawab kebutuhan bagi kaum milenial serta keluarga baru dan menjadi solusi terbaik untuk memiliki hunian," jelas Albert.

Srimaya Residence dikatakan murah karena unit di tiga cluster yang bakal dibangun di kawasan tersebut dijual mulai dari harga Rp340 jutaan. Pembayarannya dapat dilakukan dengan DP 15 persen yang dapat dicicil sebanyak 18 kali, dengan perhitungan angsuran mulai dari Rp 2,8 jutaan per bulan. Cluster Arkana yang memiliki 112 unit rumah tapak menjadi cluster pertama di kawasan perumahan tersebut. Cluster itu memiliki dua tipe rumah, yakni Laksmi yang memiliki luas tanah 60 meter persegi, dan Padmarini dengan deretan rumah yang memiliki tanah seluas 70 meter persegi.

Fasilitas di Srimaya Residence pun terbilang lengkap. Bahkan untuk mendukung konsep social oriented yang diusungnya, perumahan ini memiliki berbagai sarana yang bisa membuat kegiatan bersosialisasi lebih leluasa. Beberapa di antaranya adalah balai warga, taman bermain anak, serta lapangan olahraga multi-sport untuk bermain basket, bulutangkis, voli, futsal outdoor, hingga jogging track.

Sementara untuk akses, kawasan yang sudah memiliki tata kelola air melalui penyediaan danau seluas 8.000 meter persegi ini bisa dijangkau melalui Jalan Raya Narogong, pintu Tol Jatiasih, pintu Tol Cibubur, pintu tol Bekasi Barat, dan hanya 3 kilometer dari akses baru pintu tol Cimanggis-Cibitung yang kini sedang dalam tahap pembangunan.

7 Jam Laku 468 Unit

Hunian di Summarecon laku dalam 7 jam.

Srimaya Residence diperkenalkan pada publik pada 6 Juli 2018, dan resmi diluncurkan sekitar satu bulan kemudian, atau lebih tepatnya pada 4 Agustus 2018. Pada saat peluncuran, PT Summarecon Agung Tbk selaku pengembang berhasil menjual sebanyak 468 unit rumah di Srimaya Residence. Penjualan dengan total nilai mencapai Rp188 miliar ini mencakup seluruh cluster. Hebanya lagi, penjualan itu hanya membutuhkan waktu selama tujuh jam.

Menanggapi kondisi di atas, Albert mengatakan hal tersebut bisa terjadi karena pasar hunian untuk kelas menengah dengan harga terjangkau masih sangat besar dan potensial. "Selain itu, backlog hunian untuk kelas menengah serentang Rp 300 juta hingga Rp 500 jutaan masih demikian besar. Kami masuk di kelas ini karena memang peluangnya bagus," jelas Albert seperti dikutip dari kompas.com.

Kehadiran Srimaya Residence tentunya melengkapi Kota Sumarecon Bekasi yang dikembangkan di atas lahan 240 hektare. Bahkan dengan adanya perumahan tersebut, kawasan terpadu itu juga jadi bisa dihuni oleh berbagai kalangan masyarakat. Pilihan rumah murah di Bekasi pun ikut bertambah, sehingga turut meningkatkan kesempatan warga untuk memiliki hunian di kota tersebut.


Read More

Artikel Lainnya

Jelang Imlek 2022, Ini Curhatan Pengrajin Barongsai di Tengah Pandemi.jpg

Bisnis

Jelang Imlek 2022, Ini Curhatan Pengrajin Barongsai di Tengah Pandemi

18 January 2022, 16:06

Walau menjelang perayaan Imlek 2022, pengrajin barongsai di Kota Tangerang mengaku kesulitan menjual produknya akibat pandemi COVID-19.

Gaungkan Budaya Literasi, SMPN 6 Yogyakarta Dirikan Tugu .jpg

Pendidikan

Gaungkan Budaya Literasi, SMPN 6 Yogyakarta Dirikan Tugu

18 January 2022, 15:01

SMPN 6 Yogyakarta menghadirkan tugu khusus dengan tujuan menggaungkan budaya literasi di sekolahnya.

Pemprov DKI Jakarta Siap Gelar Tantangan Baca Jakarta 4 Kali Setahun.jpg

Pendidikan

Pemprov DKI Jakarta Siap Gelar Tantangan Baca Jakarta 4 Kali Setahun

18 January 2022, 14:02

Dengan tujuan semakin mendorong geliat minat baca di Ibu Kota, program tantangan Baca Jakarta di tahun 2022 ini siap digelar lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bahas Kampus Merdeka, Mendikbudristek Temui Mahasiswa Unpad.jpg

Pendidikan

Bahas Kampus Merdeka, Mendikbudristek Temui Mahasiswa Unpad

18 January 2022, 13:03

Mendikbudristek Nadiem pada pekan ini berkunjung ke Unpad untuk membahas mengenai penerapan program MBKM di universitas negeri tersebut.


Comments


Please Login to leave a comment.