Masyarakat Indonesia di Usia Tua Tetap Ingin Bekerja

Kesehatan

Survei Cigna: Masyarakat Lansia Indonesia Tetap Ingin Bekerja

Masyarakat Indonesia memiliki waktu yang cukup singkat dalam mempersiapkan masa lanjut usia atau lansia. Pasalnya, dalam survei Skor Kesejahteraan 360 yang dilakukan Cigna Corporate, mayoritas responden menjawab bahwa lansia adalah usia 57 tahun.

Dari 22 negara yang disurvei, Indonesia adalah negara dengan jawaban lansia terendah dari rata-rata global 63 tahun. Meskipun begitu, 64 persen masyarakat Indonesia merasa sudah siap secara keuangan menghadapi masa lansia, dibandingkan responden global yang hanya 38 persen siap.

[Baca Juga: Apa Olahraga Kardio yang Aman untuk Lansia?]

Sementara itu, hampir 80 persen masyarakat di Indonesia siap menjadi lansia yang aktif dan sehat. Hal ini menunjukan sebuah fakta yang cukup positif, mengingat perekonomian negara bisa terbantu dengan banyaknya masyarakat lansia yang ingin sehat dan tetap memberikan kontribusi.

Tidak hanya siap secara fisik, 87 persen masyarakat juga merasa siap secara mental menghadapi lansia. Lebih dari setengah masyarakat lasia Indonesia ingin terus bekerja karena beragam alasan, salah satunya agar tetap up to date dengan kondisi terkini, tetap sibuk, dan ingin memberikan panduan serta nasihat kepada pekerja yang lebih muda.

[Baca Juga: Menelisik Hunian Lansia di Cibubur, Apa Saja Fasilitasnya?]

Seperti dalam keterangan rilis yang diterima PingPoint.co.id (27/3/2019), menurut survei, 69 persen pekerja muda antusias untuk bekerja bersama generasi lansia. Sedangkan di negara yang disurvei, hanya satu dari tiga perusahaan yang berkenan ntuk memepekerjakan lansia. Namun di Indonesia, setengan perusahaan bersedia mempekerjakan.

Kesadaran untuk Kesehatan Jantung

Survei ini juga mengangkat tentang kesadaran masyarakat akan kesehatan jantung. Sebanyak 57 persen responden di Indonesia mengatakan mereka mengetahui besaran BMI (Body Mass Index) mereka. Angka itu di atas rata-rata global yang hanya 51 persen. Sementara itu, 84 persen responden mengatakan mereka tahu tekanan darah mereka. Angka tersebut juga di atas rata-rata global yang hanya 66 persen.

[Baca Juga: Pensiun Jadi Pembalap Motor, M. Fadli Kini Jadi Atlet Pesepeda]

Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Indonesia cukup memahami pentingnya mengetahui faktor-faktor yang mengindikasikan kondisi kesehatan mereka. Meski demikian, mayoritas orang Indonesia pernah mengalami setidaknya dua indikasi penyakit jantung, yakni sesak di dada dan sesak nafas.

Lebih mengkhawatirkan, lebih dari dua indikasi penyakit jantung itu mereka rasakan selama enam bulan terakhir. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang hanya 1,5 persen.


Read More

Artikel Lainnya

Kolepa.jpg

Bisnis

Uniknya Kolepa, Merasakan Nuansa Coffe Shop Bersanding Mini Golf

05 August 2021, 22:31

Berbeda dengan coffe shop pada umumnya, Kolepa di Kota Tangerang Selatan tawarkan nuansa ngopi dan fasilitas mini-golf di sekelilingnya.

Menelusuri Rumah Pengabdi Setan di Bukit Pangalengan, Bikin Merinding!.jpg

Hobi dan Hiburan

Rumah Pengabdi Setan di Bukit Pangalengan Bikin Merinding!

05 August 2021, 22:02

Anda penikmat horor? Silakan datang ke Rumah Pengabdi Setan yang berada di Kawasan Perkebunan Teh Kertamanah Pangalengan, Kab. Bandung. Rasakan sensasinya!

Endik 1.jpg

Bisnis

Bengkel Endik, Tanpa Perlu Nama Mobil-Mobil Sudah Berdatangan

05 August 2021, 21:09

Tanpa perlu memasang papan nama, sebuah bangunan petak milik Mas Endik didatangi pengendara mobil untuk servis.

Kalijaga 2.jpg

Berita Kawasan

Musala Sunan Kalijaga Kota Batu, Bangunan Kecil Bersejarah

05 August 2021, 20:08

Memberikan nuansa bersejarah dalam sebuah musala kecil di pinggir jalan Giripurno, Musala Sunan Kalijaga bikin hati dipenuhi berkah.


Comments


Please Login to leave a comment.