Ilustrasi Kesehatan Mental.jpg

Kesehatan

Survei: Kesehatan Mental Jadi Faktor Terpenting Masa Pandemi

Pandemi global COVID-19 berdampak signifikan terhadap persepsi kesejahteraan. Dunia pun berubah drastis ketika WHO mengumumkan pandemi global pada Maret 2020. Seluruh dunia kemudian beradaptasi dengan tantangan yang ada.

Hal ini membuat Cigna, penyedia layanan kesehatan global yang berbasis di Amerika Serikat, meluncurkan hasil ‘Survei Skor Kesejahteraan 360°’.

Survei ini merupakan hasil persepsi responden dari seluruh dunia terkait kesejahteraan. Survei ini dilakukan setiap tahun, dan menilai persepsi kesejahteraan responden di masing-masing negara melalui lima aspek utama, yakni kesehatan fisik, hubungan sosial, keluarga, finansial dan pekerjaan. Hasil survei tahun ini menunjukkan tren penurunan skor kesejahteraan di seluruh dunia sebagai salah satu dampak pandemi COVID-19.

Cigna.jpg

Tema ‘Jalan Menuju Pemulihan’ diambil sebagai pandangan dan harapan Cigna dalam mengakhiri pandemi dan dampak sistemiknya. Khususnya dengan program vaksinasi yang kini telah dijalankan di seluruh dunia.

President Director & CEO Cigna Indonesia Phil Reynolds menyebutkan survei ini berjalan secara rutin selama tujuh tahun terakhir dengan tujuan memahami persepsi orang-orang akan kesejahteraan.

“Survei ini membuka wawasan kita semua akan dampak pandemi dan bagaimana masyarakat terus berusaha menjaga kesejahteraan mereka di tengah-tengah situasi menantang,” katanya.

Survei ini dilakukan pada kuartal kedua 2021 di 21 negara termasuk Indonesia, Singapura, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Uni Emirat Arab dengan melibatkan lebih dari 18 ribu responden.

Menurunnya Skor Kesejahteraan

Data survei ini menunjukkan adanya penurunan skor kesejahteraan. Hal ini tidak mengejutkan mengingat pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia sejak awal tahun 2020 yang memberikan dampak sistemik baik secara ekonomi maupun sosial.

Di Indonesia, tingkat kesejahteraan mengalami penurunan setelah tiga tahun berturut-turut mengalami peningkatan. Indeks Kesejahteraan Indonesia 2021 berada di angka 63.8, di atas negara tetangga Singapura (59.2) dan Thailand (62.5).

Direktur Pemasaran dan Kerja Sama Strategis Cigna Indonesia Akhiz Nasution mengatakan,“Penurunan skor kesejahteraan tidak hanya dialami oleh Indonesia. Namun seluruh negara yang disurvei.”

Dia melanjutkan,“Yang paling terkena dampak adalah pilar kesejahteraan sosial dengan skor penurunan sebesar 1.5. Hal ini disebabkan salah satunya oleh pembatasan yang diterapkan di negara-negara dunia sebagai dampak pandemi sehingga memang tidak memungkinkan bagi masyarakat untuk menjalin hubungan sosial seperti layaknya sebelum pandemi.”

Kesehatan Mental, Tingkat Stress, dan Ketangguhan

Kesehatan mental merupakan salah satu tema kunci pada saat pandemi. Ini menempati urutan teratas dalam kesejahteraan.

Sekitar 72 persen responden secara global menilai kesehatan mental berpengaruh sangat penting pada kesehatan dan kesejahteraan pribadi dengan kesehatan fisik berada di urutan kedua dengan 70 persen.

Terkait stress, secara umum tingkat stress orang Indonesia memang lebih rendah dibanding negara-negara yang disurvei, termasuk negara tetangga seperti Singapura. Meskipun demikian, Indonesia tetap mengalami peningkatan tingkat stress dari 73 persen di awal 2020 ke 75 persen pada 2021. Sama seperti negara-negara lainnya, responden perempuan di Indonesia juga mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dibanding responden laki-laki.

[#R]

Faktor-faktor penyebab stres yang paling utama antara lain adalah ketidakpastian di tengah-tengah pandemi, berita mengenai COVID-19 di media, serta kekhawatiran akan kondisi keuangan pribadi dan keluarga. Dampaknya tidak dapat diabaikan. Sebagian responden melaporkan akibat stress yakni mereka menjadi lebih pemarah, tidur terganggu, tidak dapat berkonsentrasi dalam melakukan rutinitas sehari-hari, dan mengalami depresi.

Responden yang memiliki anak merupakan responden dengan tingkat stres paling tinggi. Terutama ketika mereka harus bekerja dari rumah dan pada saat yang sama harus membimbing anak yang juga sekolah secara daring.

“Meski demikian, kelompok responden ini juga memiliki tingkat resiliensi atau ketangguhan yang paling tinggi jika dibandingkan kelompok responden lainnya,” ujar Akhiz Nasution. “Jadi meskipun mereka adalah kelompok yang paling stres, mereka pula yang paling tangguh.”

Pandemi telah mengubah cara pandang orang terhadap kesehatan mental. Sekitar 55 persen orang Indonesia kini mengatasi tantangan kesehatan mental dengan menerapkan jalan hidup sehat. Seperti berolahraga, makan makanan sehat, dan cukup tidur. Hasil ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan emosional dan fisik semakin membaik.

Dukungan Tempat Bekerja Bagi Kesehatan Mental

Survei ini juga menunjukkan bahwa rutinitas baru bekerja dari rumah atau ‘work from home’ membawa dampak yang cukup positif bagi masyarakat di Indonesia.

Sebanyak 35 persen warga Indonesia memilih untuk dapat bekerja penuh waktu dari rumah. Sementara 33 persen lainnya memilih dapat bekerja dari rumah dan dari kantor sesuai kebutuhan. Salah satu alasan utama para pekerja ini berharap masih dapat memiliki opsi untuk bekerja dari kantor adalah fasilitas dan infrastruktur yang lebih terjamin, seperti jaringan internet.

Ini 4 Cara untuk Jaga Kesehatan Mental Tetap Stabil .jpg

Sebagian besar responden mengatakan jam kerja mereka justru lebih panjang ketika di rumah. Namun mereka tetap ingin memiliki opsi bekerja dari rumah karena merasa lebih aman dari paparan virus, memiliki waktu untuk keluarga, tidak harus berpenampilan formal dan menghemat waktu bermacetan di jalanan. Namun, dengan kondisi pasar yang cukup menantang, persepsi masyarakat akan stabilitas pekerjaan turun dari 73 persen menjadi 65 persen karena responden cukup khawatir kehilangan pekerjaan di masa pandemi.

Sebagian besar responden mengatakan mereka membutuhkan dukungan dari perusahaan tempat mereka bekerja dalam meningkatkan kesehatan mental mereka. Dukungan yang mereka harapkan antara lain adalah pelatihan resiliensi atau ketangguhan serta akses yang mudah kepada terapis atau psikolog.

Vaksinasi Sebagai Salah Satu Faktor Pendukung Pemulihan

Hingga pertengahan September, setidaknya hampir 6 miliar dosis vaksin COVID-19 telah diberikan kepada masyarakat dunia. Sebanyak 32 persen populasi telah menerima vaksin penuh. Survei ini menunjukkan bahwa negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang tinggi juga memiliki tingkat indeks skor kesejahteraan yang cukup tinggi. Seperti Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Survei ini menunjukkan pentingnya program vaksinasi COVID-19 yang sukses untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pulihnya dunia baik secara ekonomi dan sosial.


Read More

Artikel Lainnya

Jelang Imlek 2022, Ini Curhatan Pengrajin Barongsai di Tengah Pandemi.jpg

Bisnis

Jelang Imlek 2022, Ini Curhatan Pengrajin Barongsai di Tengah Pandemi

18 January 2022, 16:06

Walau menjelang perayaan Imlek 2022, pengrajin barongsai di Kota Tangerang mengaku kesulitan menjual produknya akibat pandemi COVID-19.

Gaungkan Budaya Literasi, SMPN 6 Yogyakarta Dirikan Tugu .jpg

Pendidikan

Gaungkan Budaya Literasi, SMPN 6 Yogyakarta Dirikan Tugu

18 January 2022, 15:01

SMPN 6 Yogyakarta menghadirkan tugu khusus dengan tujuan menggaungkan budaya literasi di sekolahnya.

Pemprov DKI Jakarta Siap Gelar Tantangan Baca Jakarta 4 Kali Setahun.jpg

Pendidikan

Pemprov DKI Jakarta Siap Gelar Tantangan Baca Jakarta 4 Kali Setahun

18 January 2022, 14:02

Dengan tujuan semakin mendorong geliat minat baca di Ibu Kota, program tantangan Baca Jakarta di tahun 2022 ini siap digelar lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bahas Kampus Merdeka, Mendikbudristek Temui Mahasiswa Unpad.jpg

Pendidikan

Bahas Kampus Merdeka, Mendikbudristek Temui Mahasiswa Unpad

18 January 2022, 13:03

Mendikbudristek Nadiem pada pekan ini berkunjung ke Unpad untuk membahas mengenai penerapan program MBKM di universitas negeri tersebut.


Comments


Please Login to leave a comment.