Internet Tenaga SuryaOK.jpg

Properti dan Solusi

Swasembada Internet Tenaga Surya Ala Desa Kadirejo

Kebutuhan internet sejak awal pandemi hingga saat ini semakin meningkat, hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang melakukan semua aktivitas pekerjaan maupun sekolahnya secara daring dari rumah. Namun tak semua daerah di Indonesia khususnya di Jawa Tengah memiliki akses internet yang baik terutama yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Alhasil banyak anak-anak usia sekolah yang tidak mendapatkan pengalaman belajar secara optimal.

Tanpa menunggu bantuan dari pemerintah pusat, Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mendirikan internet desa yang mereka sebut “SuryaNett”. Tepatnya tanggal 23 Mei 2020, seluruh Desa Kadirejo telah resmi terkoneksi internet gratis. Surya Nett dilengkapi dengan panel tenaga surya yang menjadikannya sebagai internet tenaga surya pertama di Kabupaten Semarang.

Pemerintah Desa (Pemdes) Kadirejo adalah pihak yang menginisiasi pembangunan jaringan internet nirkabel bertenaga surya ini. Jaringan internet ini mampu menjangkau desa dan delapan dusun yang jarak lokasinya 75 kilometer dari Kota Semarang. Pembangunannya dilakukan sejak Maret 2020 lalu, ketika pandemi COVID-19 melanda Indonesia dan mengharuskan masyarakat melakukan aktivitas bekerja dan bersekolah dari rumah. Praktis semua aktivitas daring tersebut membutuhkan akses internet yang baik.

Internet Tenaga SuryaOK4.jpg

Adanya “Surya Nett” sangat diapresiasi masyarakat setempat karena sebelumnya warga desa Kadirejo merasa kesulitan untuk mengakses internat dikarenakan keterbatasan sinyal. Selain jaringan internetnya yang stabil dan mumpuni, Surya Nett didukung enam panel tenaga surya sehingga masyarakat dapat mengakses internet selama 24 jam nonstop. Tiap panelnya mampu menghasilkan daya sekitar 50 watt yang mencukupi kebutuhan supply daya listrik ke server internet ketika terjadinya pemadaman listrik.

Desa Kadirejo memang kerap mengalami pemadaman listrik dan terkadang terjadi di jam-jam sibuk. Itulah sebabnya mengapa jaringan internet di desa ini lebih memilih menggunakan tenaga matahari daripada listrik. Awal penggunaannya Surya Nett tidak memasang tarif alias gratis hingga bulan Agustus 2020, namun setelahnya masyarakat diwajibkan membayar tarif internet dengan harga yang sangat terjangkau.

Tarif yang ditawarkan untuk mengakses jaringan internet Surya Nett ini terbilang ramah di kantong. Bayangkan saja untuk mendapatkan akses internet selama tiga jam, masyarakat hanya membayar Rp 3000, sedangkan untuk akses internet selama 30 hari cukup membayar Rp 50.000 saja. Sistem pembayarannya berupa voucher, sehingga warga harus membeli voucher dahulu sebelum menggunakan internet. "Voucher berlaku untuk satu perangkat (gawai), dengan kecepatan 10 mbps," ujar Riyadi, Kades Kadirejo dalam keterangan tertulis yang diterima Pingpoint.co.id (13/6/2021).

Internet Tenaga SuryaOK5.jpg

Voucher internet ini dikelola oleh Bumdes Kadirejo dan tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat desa Kadirejo saja. Terkini Surya Nett telah menjangkau 25 desa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Semarang seperti Getasan, Pabelan, Suruh, Bawen, Pringapus, dan Sumowono. Pengguna aktifnya mencapai 10 ribu dan setiap bulannya laba yang diterima dari hasil menjual voucher mencapai 8-10 juta rupiah yang didistribusikan melalui bumdes tiap dusun, reseller, atau perangkat desa setempat.

Keberadaan internet ini sangat membantu masyarakat desa Kadirejo bahkan dikatakan bahwa akses internet Surya Nett lebih menguntungkan dibanding layanan internet lainnya. "Misal, beli paket kuota Rp 50 ribu, untuk streaming Youtube satu hari saja paling sudah habis. Pakai SuryaNett dengan harga yang sama dapat unlimited, satu bulan full, akses tidak terbatas," ungkap Jumangi salah satu pengguna Surya Nett.

Dengan jumlah investasi mencapai Rp 12,5 miliar dan bekerja sama dengan pihak swasta, agaknya Surya Nett bisa menjadi contoh yang baik untuk desa-desa yang mengalami kesulitan dalam mengakses internet dalam hal swasembada internet, listrik maupun inovasi penggunaan energi.


Read More

Artikel Lainnya

Kolepa.jpg

Bisnis

Uniknya Kolepa, Merasakan Nuansa Coffe Shop Bersanding Mini Golf

05 August 2021, 22:31

Berbeda dengan coffe shop pada umumnya, Kolepa di Kota Tangerang Selatan tawarkan nuansa ngopi dan fasilitas mini-golf di sekelilingnya.

Menelusuri Rumah Pengabdi Setan di Bukit Pangalengan, Bikin Merinding!.jpg

Hobi dan Hiburan

Rumah Pengabdi Setan di Bukit Pangalengan Bikin Merinding!

05 August 2021, 22:02

Anda penikmat horor? Silakan datang ke Rumah Pengabdi Setan yang berada di Kawasan Perkebunan Teh Kertamanah Pangalengan, Kab. Bandung. Rasakan sensasinya!

Endik 1.jpg

Bisnis

Bengkel Endik, Tanpa Perlu Nama Mobil-Mobil Sudah Berdatangan

05 August 2021, 21:09

Tanpa perlu memasang papan nama, sebuah bangunan petak milik Mas Endik didatangi pengendara mobil untuk servis.

Kalijaga 2.jpg

Berita Kawasan

Musala Sunan Kalijaga Kota Batu, Bangunan Kecil Bersejarah

05 August 2021, 20:08

Memberikan nuansa bersejarah dalam sebuah musala kecil di pinggir jalan Giripurno, Musala Sunan Kalijaga bikin hati dipenuhi berkah.


Comments


Please Login to leave a comment.