Tahu-Tempe Sempat Sulit Ditemukan di Kota Depok, Kenapa Ya .jpg

Bisnis

Tahu-Tempe Sempat Sulit Ditemukan di Kota Depok, Kenapa Ya?

Warga Kota Depok pada pekan kemarin pasti merasakan kesulitan membeli tahu dan tempe di pasar. Hal ini sebenarnya dipicu oleh pengrajin tempe dan tahu yang memutuskan untuk menghentikan produksinya selama tiga hari. Bahkan kondisi ini tak hanya terjadi di Kota Belimbing saja tapi juga di sejumlah wilayah di Jabodetabek. Di mana mogoknya proses produksi tempe dan tahu ini disebut dipicu kenaikan harga dari kedelai yang menjadi bahan baku produksi kedua bahan makanan favorit masyarakat itu.

Aksi mogok ini digelar pengrajin tempe dan tahu pada 1-3 Januari 2021. Selama tiga hari mereka menyuarakan protesnya terhadap kenaikan harga kedelai yang biasanya dibanderol sekitar Rp7.000 per kilogramnya menjadi Rp9.000-an. Kenaikan ini pun memicu kesepakatan sejumlah pengrajin tempe dan tahu di wilayah Jabodetabek untuk menghentikan produksinya hingga menyebabkan kelangkaan kedua bahan makanan ini di pasar.

Tahu-Tempe Sempat Sulit Ditemukan di Kota Depok, Kenapa Ya.jpg

Namun untungnya aksi mogok ini sudah berakhir pada 4 Januari 2021 dengan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang melakukan peninjauan pasar untuk memastikan tahu dan tempe sudah mulai dijual kembali. Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Depok yang turun ke pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Belimbing, warga memang sudah bisa kembali membeli tahu dan tempe.

Berdasarkan penjelasan Kepala Disperdagin Kota Depok Zamrowi Hasan, kenaikan harga ini menuru Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dipicu oleh melonjaknya permintaan kedelai dari Tiongkon ke Amerika Serikat. “Kalau harga kedelai naik, berimbas pada biaya produksi juga naik,” ujar Zamrowi, sebagaimana dikutip dari berita.depok.go.id (4/1/2020).

[Baca Juga: 4 Inspirasi Olahan Tempe Mudah dan Nikmat]

Ia melanjutkan, kenaikan harga ini sebenarnya sudah mulai terasa pada November 2020 dengan harga kedelai impor menyentuh Rp9.000 dan pada Desember 2020 di harga Rp9.300 hingga Rp9.500 per kilogramnya. Ia menambahkan, menurut pihak kementerian, stok kedelai di gudang importir saat ini masih cukup untuk sekitar dua hingga tiga bulan ke depan.

Usai mogoknya para pengrajin tahu dan tempe ini, harga kedua bahan makanan ini tentu saja merangkak naik di pasaran Kota Depok. Contohnya di Pasar Cisalak yang sebelumnya harga tempe Rp7.000 per potongnya menjadi Rp9.000. Kemudian harga tahu di Pasar Agung yang awalnya hanya Rp3.500 per potongnya menjadi Rp5.000.

Read More

Artikel Lainnya

Sistem Kekebalan Penyintas COVID-19 Dapat Terus Meningkat dan Bertahan Lama

Kesehatan

Sistem Kekebalan Penyintas COVID-19 Dapat Terus Meningkat dan Bertahan Lama

23 January 2021, 20:08

Penemuan yang dipublikasikan di Nature ini, memberikan bukti terkuat bahwa sistem kekebalan tubuh dapat "mengingat" virus dan secara luar biasa terus meningkatkan kualitas antibodi.

Kenali Tipe Belajar Agar Anak Lebih Mudah Belajar di Rumah

Pendidikan

Kenali Tipe Belajar Agar Anak Lebih Mudah Belajar di Rumah

23 January 2021, 18:07

Gaya belajar pada dasarnya adalah kunci pengembangan dan kinerja diri. Gaya belajar membantu anak untuk dapat belajar secara efektif dan dapat memaksimalkan belajar.

Kelenteng Tertua di Bekasi Hok Lay Kiong Mulai Bersolek Sambut Imlek

Berita Kawasan

Kelenteng Tertua di Bekasi Hok Lay Kiong Mulai Bersolek Sambut Imlek

23 January 2021, 15:51

Sejumlah pedagang kebutuhan peribadatan penganut Konghucu pun sudah menggelar aneka hiasan dan kebutuhan untuk perayaan Imlek.

Bupati Malang Instruksikan Swab Massal untuk ASN

Kesehatan

Bupati Malang Instruksikan Swab Massal untuk ASN

22 January 2021, 18:09

Usai menjalani penetapan Bupati dan Wakil Bupati Malang terpilih, Sanusi menuturkan jika kebijakan swab massal ASN semata-mata untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.