TEBET-KESEHATAN-TAHUN 2030 INDONESIA KOMITMEN BEBAS EPIDEMI HIV AIDS-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Kesehatan

Tahun 2030, Indonesia Komitmen Bebas Epidemi HIV/AIDS

Virus human immunodeficiency virus (HIV) tidak mudah menular, karena hanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman dan berisiko, berbagi jarum suntik, produk darah dan organ tubuh, serta dari ibu hamil yang positif HIV dapat menularkan kepada bayinya.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI, di Indonesia saat ini diperkirakan terdapat sekitar 630.000 orang yang hidup dengan HIV. Diperkirakan baru 48 persen orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mengetahui status mereka terjangkit.

Dari angka tersebut, baru sekitar 15 persen ODHA yang tercatat dalam pengobatan Anti-Retroviral (ARV). Melihat kondisi tersebut, hingga saat ini masih adanya kesenjangan yang cukup besar antara jumlah orang yang mengetahui status HIV, mengakses pengobatan, dan memiliki viral load tidak terdeteksi.

[Baca Juga: Puskesmas di Kecamatan Kota Depok Ini Adakan Penyuluhan AIDS]

Berbagai upaya pun dilakukan untuk meningkatkan pemahaman terkait HIV/AIDS. UNAIDS dan Kementerian Kesehatan RI sendiri juga telah melalukan kampanye #SayaBerani #SayaSehat sejak tahun 2016 untuk mengeleminasi stigma terkait dengan tes dan pengobatan HIV.

Tak hanya itu, Kementerian Kesehatan juga melakukan upaya peningkatan cakupan tes HIV pada populasi kunci HIV serta populasi yang rentan terhadap infeksi HIV, termasuk ibu hamil, pasien TB, pasien Hepatitis C dan pasien infeksi menular seksual (IMS), pasangan ODHA dan pasangan populasi kunci.

Kepala Sub-Direktorat HIV/AIDS dan PIMS Kementerian Kesehatan RI Dr. Endang Budi

Kepala Sub-Direktorat HIV/AIDS dan PIMS Kementerian Kesehatan RI Dr. Endang Budi dalam acara konferensi pers Hari AIDS Sedunia 2018, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/12/2018) Hastuti mengatakan, pada tahun 2022, Indonesia juga telah berkomitmen untuk mengeleminasi tripel infeksi HIV, sifilis, dan hepatitis B pada ibu hamil.

Target yang ingin dicapai adalah kurang dari 50 kasus anak yang terlahir dengan infeksi HIV, sifilis, dan hepatitis B per 100.000 kelahiran hidup.

[Baca Juga: Puskesmas Cilincing Luncurkan Aplikasi Tumbuh Kembang Anak]

“Indonesia berkomitmen untuk menghentikan epidemi AIDS pada tahun 2030 dengan berupaya untuk mencapai target nasional, yaitu 90 persen ODHA mengetahui status HIV-nya, 90 persen dari ODHA yang tahu status mengakses pengobatan ARV, dan 90 persen dari ODHA dalam memiliki jumlah virus yang sudah tertekan,” jelasnya.

Endang juga menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan berupaya untuk meningkatkan ketersediaan monitoring viral load pada ODHA yang melakukan pengobatan, sehingga dapat mengevaluasi kesuksesan pengobatan HIV.

Read More

Artikel Lainnya

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dapat Membantu Melawan COVID-19

Kesehatan

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dalam Melawan COVID-19

22 September 2020, 17:03

Penelitian ini membandingkan distribusi geografis kasus virus corona dengan penyebaran demam berdarah pada 2019 dan 2020.

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

Berita Kawasan

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

22 September 2020, 16:20

Saat ini, terdapat dua TPU khusus COVID-19: Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur. Jika tak ada penambahan lahan, dikhawatirkan lahan itu akan habis.

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

Pendidikan

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

22 September 2020, 14:15

Ada sejumlah persoalan dalam penerapan PJJ, seperti persoalan akses wifi yang tidak merata, kemampuan untuk membeli kuota internet dan materi pembelajaran.

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

Berita Kawasan

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

22 September 2020, 13:17

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan mayoritas pompa mobile dan pompa stasioner di Jakarta dalam kondisi prima menghadapi musim hujan.


Comments


Please Login to leave a comment.