Perlukah Pakai Masker Saat Wabah Viruscorona

Kesehatan

Tak Sembarangan, Begini Langkah Pemerintah Tetapkan Suspect Corona

Wabah COVID-19 atau lebih familiar dengan nama Virus Corona sudah sampai Indonesia, berdasarkan informasi yang diumumkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Namun informasi yang simpang siur membuat banyak masyarakat yang kebingungan, panik, bahkan kesulitan mendapatkan informasi yang tepat mengenai virus dan penanganannya.

Maka dari itu, pada awak media (2/3/2020) Juru Bicara Terkait Penanganan Wabah Virus Corona Achmad Yulianto menjelaskan beberapa tahapan dan istilah terkait penanganan COVID-19 di Indonesia dari Kementrian Kesehatan.

[Baca Juga: Perlukah Pakai Masker Saat Wabah Virus Corona?]

1) Orang dalam Pemantauan

Orang dalam pemantauan adalah semua orang yang masuk ke Indonesia, berupa warga negara Indonesia (WNI) atau pun Warga Negara Asing (WNA) yang berasal dari negara yang sudah diyakini dan dikonfirmasi terjadi penularan (Corona) dari manusia ke manusia, seperti Singapura, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Malaysia, dan lain sebagainya.

“Maka orang-orang ini, akan kita masukan dalam kategori orang dalam pemantauan. Pemantauan yang dilakukan adalah mengantisipasi ketika si orang tersebut sakit. Sehingga, kami bisa melakukan pelacakan, karena dipantau terus. Kemudian, ketika orang yang dalam pemantauan ini sakit, yang gejalanya mengarah ke influenza sedang sampai berat. Maka akan langsung secara khusus, kami jadikan sebagai pasien dalam pengawasan” sebut Achmad.

Imbas Corona, Pemerintah Diskon Tiket Pesawat ke 10 Destinasi Wisata

2) Pasien dalam Pengawasan

Pasien dalam pengawasan adalah seseorang yang sudah menunjukan tanda-tanda influenza sedang atau berat dengan riwayat pemantauan sebelumnya atau pernah datang dari negara yang sudah lebih dulu terjangkit Corona.

“Pasien dalam pengawasan belum tentu suspect. Pasien akan dirawat dan isolasi, apabila dalam pengawasan ini pasien diyakini memiliki jejak kontak dengan orang lain yang sudah positif (Corona), jika iya, maka pasien akan menjadi suspect,” ujar Achmad.

3) Suspect COVID-19

Merupakan pasien yang sudah melewati proses perawatan dan isolasi dan diyakini memiliki kontak dengan seseorang yang dinyatakan positif COVID-19. Pasien yang sudah berada di tahap ini, akan dilakukan pemeriksaan spesimen.

[Baca Juga: Apakah Hand Sanitizer Efektif Melawan Virus Corona?]

4) Pemeriksaan Spesimen

Merupakan sebuah langkah pemeriksaan yang sample­-nya diambil dari dinding belakang hidung dan mulut, kemudian di rumah sakit rujukan juga akan dilakukan bronkonskopi. Sample yang diambil tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.

Metode yang dilakukan untuk pemeriksaan spesimen terdapat dua jenis, yakni PCR (polymerase chain reaction) atau metode cepat dalam waktu 24 jam sudah selesai hasilnya atau genom sekuensing yang memerlukan waktu tiga hari.

“Dengan metode PCR kita bisa tahu dengan cepat hasilnya positif atau negatif, tapi kalau genom sekuensing yang diperiksa virus, sehingga akan diketahui adakah virus lain, selain COVID-19 dalam tubuh pasien,” kata Achmad.

Warga Green Bay Pluit Ikut Sosialisasi Virus Corona

5) Pemeriksaan Reagen Pancorona

Setelah dilakukan pemeriksaan specimen, pasien akan diperiksa kembali dengan metode reagen panrocona yang bisa menangkap semua jenis corona. Apabila pasien dinyatakan positif usai melewati beberapa tahapan tersebut, maka akan diambil lagi pemeriksaan terkait COVID-19 menggunakan alat yang Kemkes ambil dari CDC (Center for Disease Control and Prevention).

Itulah tahapan yang merupakan standar untuk penetapan dan penanganan COVID-19 di Indonesia. Akan tetapi, Achmad mengaku standar ini diperpendek, dalam rangka meningkatkan kewaspadaan, Kemenkes tak akan menunggu seseorang menjadi suspect. Melainkan, semua pasien dalam pengawasan langsung dilakukan tahap pemeriksaan.

“Jadi, kita majukan agar bisa terdeteksi dengan cepat. Kita sudah mendapatkan 155 spesimen dari 155 orang dari rumah sakit rujukan, per 2 Maret 2020. Dari 155 ini, sudah confirm melalui cek berulang, dua orang terkonfirmasi COVID-19, sekarang sedang dirawat. Kemudian, ada empat spesimen yang sedang dikonfirmasi ulang. Sisanya, negatif,” kata Achmad.


Read More

Artikel Lainnya

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesi a.jpg

Hobi dan Hiburan

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesia

20 May 2022, 18:40

Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan produk entry-level mereka yang terbaru dengan kehadiran Redmi 10A.

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill.jpg

Bisnis

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill

20 May 2022, 16:37

Startup yang berfokus meningkatkan skill para pencari kerja di Tanah Air, My Skill, disebut meraih pendanaan awal dari East Ventures.

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Adakan Diskon Hingga 90 %.jpg

Bisnis

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Diskon Hingga 90%

20 May 2022, 14:36

Bagi Anda yang berniat membelikan mainan untuk buah hati maka bisa memanfaatkan momen Crazy Sale di Toys Kingdom Mall Gandaria City.

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kot a.jpg

Berita Kawasan

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kota

20 May 2022, 11:34

Pemprov DKI Jakarta mengumumkan akan melakukan uji coba penerapan CFD alias Hari Bebas Kendaraan Bermotor di wilayahnya pada akhir pekan ini.


Comments


Please Login to leave a comment.