Taman Bacaan Inovator.jpg

Pendidikan

Taman Baca Inovator Lahir Atas Nama Literasi

Timbul rasa miris melihat aktivitas anak-anak zaman sekarang, khususnya generasi milenial dan Z yang terlalu fokus dengan ponsel pintarnya. Hal itulah yang mendasari terbentuknya Yayasan Taman Baca Inovator pada September 2014.

Atas nama literasi dan niatan tulus untuk meningkatkan niat baca anak di Indonesia juga menjadi faktor lahirnya Taman Bacaan Inovator. Ditambah lagi fakta yang kurang mengenakkan terkait minat baca anak Indonesia.

[Baca Juga: Literasi Digital yang Harus Dikuasai Agar Bisa Bijak Berinternet]

Menurut riset Central Connecticut State University pada 2016, minat baca Indonesia berada pada urutan 60 dari 61 negara yang diteliti. Di dalam negeri sendiri, hasil penelitian perpustakaan nasional tahun 2017 menyatakan bahwa masyarakat Indonesia hanya membaca buku 3-4 kali per-Minggu, dengan durasi waktu membaca hanya 30-59 menit per-hari.

“Jadi ingin kita itu membangun minat baca, khususnya untuk anak-anak se-Indonesia,” tutur Evlin selaku Eksternal Relation Taman Baca Inovator kepada.id Pingpoint.co, di kantor Pusat Yayasan Taman Baca Inovator, Kelapa Gading, Jakarta, pada Jumat (15/2/2019).

Pertama kali, Taman Baca Inovator didirikan di daerah Tangerang, tepatnya di belakang Bandara Soekarno Hatta, Desa Tanjung Burung, Teluk Naga. Langkah awal itu terus berlanjut dengan membuka di area Jabodetabek, seperti Bekasi, Cikarang, Bogor, bahkan di daerah Bandung.  

Berkembang di Seluruh Indonesia

Setelah lima tahun berdiri Taman Baca Inovator telah melahirkan 28 titik taman baca yang ada di Sumatera Utara hingga yang paing timur di Maluku Utara.”Usia taman bacaan yang kita bangun pun beragam. Ada yang berusia dua atau tiga tahun, bahkan empat tahun,” ucap Evlin.

Berbeda dengan taman bacaan pada umumnya, taman bacaan inovator tak lantas dibangun lalu ditinggalkan. Pihak Taman Bacaan Inovator terus mendampingi keberlangsungan taman bacaan di daerah tersebut hingga bisa mandiri.

“Kita membangun dan melakukan pendampingan, serta membuat program, seperti pelatihan mendongeng. Kami juga terus mendampingi taman baca hingga bisa dialihkan ke pemerintah setempat untuk dilanjutkan,” ucap Evelin.

Evlin menambahkan, tim taman baca innovator akan memberikan pendampingan maksimal tiga tahun hingga benar-benar bisa berdiri sendiri.

[Baca Juga: Post Santa, Komunitas Pecinta Buku di Pasar Santa]

Tokoh lokal dipercaya Taman Baca Inovator untuk mengelola dan mengawal keberlangsungan taman baca di daerah setempat. “Tokoh lokal tersebut bisa dari masyarakat asli desa atau ibu-ibu yang punya ketertarikan dengan dunia pendidikan,” ucapnya.

Berbicara mengenai makna dipilihnya kata Inovator, Evelin ingin anak-anak di Indonesia yang membaca di taman baca innovator bisa menjadi tokoh-tokoh innovator baru.

Seperti yang diketahui bahwa tokoh inovator itu merupakan seseorang yang punya gagasan baru dan senang bekerja keras. Seperti nama Taman Bacaan Inovator yang

Menggunakan nama-nama inovator, seperti taman bacaan Alexander Graham Bell, atau Albert Einstein.

“Kami harap anak-anak yang datang kesini punya mimpi untuk menjadi penggagas sesuatu yang baru seperti tokoh-tokoh innovator dunia,” ujar Evlin.

Read More

Artikel Lainnya

Rumah dan Pondok Pesantren Jadi 2 Kluster Besar di Jawa Tengah

Kesehatan

Rumah dan Pondok Pesantren Jadi 2 Kluster Besar di Jawa Tengah

20 October 2020, 11:05

Pemerintah setempat meningkatkan pengawasan serta bantuan tes PCR kepada daerah-daerah dengan kasus terbanyak. Pemimpin di semua level juga wajib memberi contoh penerapan protokol kesehatan.

Pemkot Bogor Sambut Kedatangan PM Jepang dengan Pengamanan Ketat.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Bogor Sambut Kedatangan PM Jepang dengan Pengamanan Ketat

20 October 2020, 08:52

Pemkot Bogor memastikan pengamanan ketat untuk menyambut kedatangan perdana PM Jepang Yoshide Suga dan istrinya ke Kota Hujan.

Ini Perbedaan Tepung Kue, Tepung Roti, Tepung Pastry, dan Tepung Serba Guna

Kuliner

Ini Perbedaan Tepung Kue, Tepung Roti, Tepung Pastry, dan Tepung Serba Guna

20 October 2020, 08:12

Kandungan protein menentukan seberapa banyak gluten yang akan terbentuk pada tepung, yang pada gilirannya memengaruhi kualitas tekstur makanan Anda.

Normalisasi untuk Antisipasi Banjir, Warga Bantaran Kali Rengas Direloka si.jpg

Berita Kawasan

Normalisasi untuk Antisipasi Banjir, Warga Bantaran Kali Rengas Direlokasi

19 October 2020, 17:38

Puluhan warga di bantara Kali Rengas mulai direlokasi sebagai langkah awal normalisasi Kali Rengas demi mengantisipasi banjir.


Comments


Please Login to leave a comment.