Taman Eduwisata Kebon Kosong Tambah Hidroponik dan Sawah

Berita Kawasan

Taman Eduwisata Kebon Kosong Tambah Hidroponik dan Sawah

Taman edukasi yang ada di Kebon Kosong merupakan tempat yang dimiliki Tim Penanggulangan Kemiskinan Kelurahan (TPKK) Kemayoran dan dikelola masyarakat. Awalnya Taman Edukasi Kebon Kosong ini memiliki area persawahan, tambak ikan, taman kelinci dan burung untuk tempat anak bermain dan belajar mengenal lingkungan.

Taman edukasi ini juga dijadikan obyek wisata murah yang bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Di taman tersebut, para pengunjungnya juga bisa langsung menikmati hasil tani dan memancing ikan yang ada di sana untuk di makan.

Menurut Ketua Tim Pengerak PKK DKI Jakarta Fery Farhati, kehadiran Taman Edukasi Kebon Kosong ini merupakan contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, yang memiliki kesadaran tinggi akan lingkungannya.

[Baca Juga: Warga Tanjung Priok Manfaatkan Saluran Air untuk Budidaya Lele]

Agar anak-anak yang berkunjung bisa belajar lebih banyak hal di Taman Edukasi ini, pihak pengelola terus melakukan pengembangan. Melansir dari pusat.jakarta.go.id (6/5/2019), Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Kota Jakarta Pusat baru saja menambakan tanaman hidroponik di Taman Edukasi Kebon Kosong.

Kepala Seksi Pertanian Sudin KPKP Jakarta Pusat Sunarto menyebutkan, "Anak-anak yang berkunjung dikenalkan tanaman padi dan cara bercocok tanam dengan baik dan benar. Selain itu, anak-anak juga diajarkan untuk melakukan proses panan tanaman hidroponik berjenis pokcoy yang di dapatkan dari dari 72 lubang," katannya saat ditemui di Taman Edukasi Kebon Kosong, Kemoyoran, Jakarta Pusat.

Sunarto juga menjelaskan, jika taman eduwisata ini harus terus dikembangkan dan ditambahkan berbagai fasilitas pendukung agar semakin lengkap. Penambahan fasilitas juga berguna agar anak-anak bisa belajar lebih banyak hal.

[Baca Juga: Museum Ini Edukasi Masyarakat Mengenai Perbankan di Indonesia]

"Nantinya tanaman hidroponik akan kami tambah jumlahnya. Kami akan menambahkan minimal empat buah.” Ujarnya. Ia juga menambahkan, bukan hanya hidroponik saja yang akan ditambahkan, KPKP Jakata Pusat juga sedang membuat lahan sawah baru dengan memanfaatkan lahan yang masih kosong dengan ukuran 4x5 meter.

Sunarto kembali menambahkan, dirinya sangat senang menilihat anak-anak dan pengunjung antusias dengan kegiatan yang dilakukan di Taman Eduwisata. Ia pun berharap, pengunjung bisa mendapatkan berbagai pengetahuan baru serta menambah wawasan bagi generasi penerus mengenai tanaman dan kegiatan bercocok tanam.

Read More

Artikel Lainnya

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

Berita Kawasan

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

26 September 2020, 17:46

Menelan anggaran sebesar 20 milyar rupiah, pelebaran akses yang menghubungkan Gunungpati dan Gajahmungkur itu ditargetkan rampung November 2020.

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

Hobi dan Hiburan

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

26 September 2020, 11:39

Ini dilakukan outdoor. Mudah-mudahan tidak terlalu khawatir juga sama COVID-19. Karena kita berada di mobil sendiri relatif lebih aman.

Di Bawah Rp500 Ribuan, Amazfit Neo Siap Diluncurkan .jpg

Bisnis

Di Bawah Rp500.000-an, Amazfit Neo Siap Diluncurkan

25 September 2020, 18:43

Perusahaan Huami siap meramaikan pasar jam tangan pintar di Indonesia dengan produk Amazfit Neo yang memiliki harga tak sampai Rp500 ribuan.

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

Kecantikan dan Fashion

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

25 September 2020, 16:06

Ternyata algoritma matematika bisa menghasilkan corak batik. Begini cara membuat batik frctal dengan apliksi yang diciptakan anak bangsa.


Comments


Please Login to leave a comment.