Tangkal Stigma Negatif, Ini Pandangan Pelaku eSports di Indonesia

Pendidikan

Tangkal Stigma Negatif, Ini Pandangan Pelaku eSports di Indonesia

Tak bisa dipungkiri saat ini ranah eSports sudah berkembang sedemikian rupa di Indonesia dengan digelarnya berbagai kompetisi dari mulai tingkat kota hingga nasional. Bahkan Pemerintah Indonesia juga sudah memberikan dukungan penuh terhadap hal ini dengan salah satunya melalui digelarnya Piala Presiden eSports. Namun tak ayal hingga kini masih ada saja orangtua yang memandang eSports tak lebih dari sekadar “bermain game” saja sehingga memunculkan stigma negatif terhadap ranah ini. Menurut para pelaku eSports di Indonesia, ini merupakan pandangan yang tidak tepat.

Tangkal Stigma Negatif, Ini Pandangan Pelaku eSports di Indonesia

Stigma negatif ini tidak terlepas dari pandangan lainnya mengenai dapat memicu anak-anak sekolah cenderung kecanduan dengan gadget. Pasalnya, mayoritas game-game eSports saat ini adalah merupakan video games untuk mobile gadget. Sehingga terdapat pandangan, anak-anak bisa kecanduan dengan gadget sehingga tidak bisa berkonsentrasi untuk belajar di sekolah.

[Baca Juga: Garena Angkat Call of Duty Mobile ke Ranah eSports]

Namun Garena Indonesia menegaskan, pihaknya terbuka untuk berdialog dengan berbagai pihak untuk membahas mengenai stigma negatif itu. “Dari sisi Garena sendiri sebagai publisher, kita tentunya terbuka berdiskusi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk eSports visibility. Jadi kayak (mengenai) masa depan di dunia eSports itu seperti apa,” ujar Producer Call of Duty Mobile – Garena Edmundo Swidoyono pada Press Conference Call of Duty Mobile – Agenda Turnamen eSports 2019-2020 di XXI Lounge Plaza Senayan, Jakarta Pusat (4/11/2019).

Tangkal Stigma Negatif, Ini Pandangan Pelaku eSports di Indonesia

Edmundo melanjutkan, para atlet eSports di Indonesia juga tak bisa dilupakan telah menghasilkan prestasi, baik di tingkat nasional hingga internasional. Hal ini bisa dilihat dari keberhasilan Evos Capital yang mewakilkan Indonesia di Free Fire World Cup 2019 dengan membawa pulang piala sebagai juara. “Kami berharap prestasi-prestasi ini sebagai bukti eSports itu produktif dari segi prestasi bukan sebagai stigma yang negatif lagi,” tuturnya.

“Kita juga sudah meluncurkan beberapa skema eSports yang saling menunjang antara prestasi di eSports dan akademis. (Dalam) program kami yang sebelumnya untuk bisa ikutan ke jenjang eSports tingkat sekolah, pesertanya harus mencapai nilai akademis di atas batas nilai tertentu. Dengan skema ini kita pengen juga meyakinkan masyarakat umum bahwa prestasi di eSports itu enggak saling menegasikan prestasi di dunia akademik,” tambahnya.

[Baca Juga: Garena Bagi-bagi Hadiah di Call Of Duty Halloween Special Event]

Hal yang serupa juga disampaikan dari headmaster tim eSports GGWP.ID Henov Iqbal Assidiq. Ia menyampaikan, dirinya dan timnya selalu berusaha menunjukkan kepada masyarakat bagaimana bermain game dapat memberikan dampak positif, baik dari sisi prestasi hingga profesionalisme. Henov menambahkan, dalam tim eSports yang dibinanya, para atletnya akan mendapatkan pelatihan bekerja sama sebagai tim, leadership, serta pengembangan diri.

Read More

Artikel Lainnya

Pelatihan Mengemudi SIM A di Jaksel Solusi Kurangi Pengangguran

Berita Kawasan

Pelatihan Mengemudi SIM A Kembali Diadakan di Jakarta Selatan

13 November 2019, 21:00  |  8 Views

Pelatihan mengemudi SIM A kembali diadakan di Jakarta Selatan dengan tujuan memberikan keterampilan sehingga mudah mendapatkan pekerjaan.

Tim Indonesia Melaju ke Perempat Final Kompetisi eSport AOV Internasional

Berita Kawasan

Tim Indonesia Melaju ke Perempat Final eSport AOV Internasional

13 November 2019, 20:00  |  8 Views

Perjuangan perwakilan Indonesia pada kompetisi eSport AOV tingkat internasional masih terus berlanjut ke perempat final.

Kampanye #TersisaPercuma, Hanamasa Ajak Konsumen Habiskan Makanan

Kuliner

Kampanye #TersisaPercuma, Hanamasa Ajak Konsumen Habiskan Makanan

13 November 2019, 19:30  |  6 Views

Banyaknya sampah makanan di Indonesia membuat Hanamasa menjalankan kampanye Dari Meja ke Meja agar tak #TersisaPercuma.

PermataBank Wujudkan Ekosistem Guna Majukan Pendidikan

Bisnis

PermataBank Wujudkan Ekosistem Guna Majukan Pendidikan

13 November 2019, 18:00  |  13 Views

Ajang edukasi tahunan ini menjadi platform untuk berbagi dan belajar, menginspirasi dan terinspirasi dalam lingkungan yang menyenangkan serta interaktif.


Comments


Please Login to leave a comment.