MENTENG-KAWASAN-DINASKERTRANS JAKARTA TARGETKAN 24 RIBU KARTU PEKERJA TERDISTRIBUSI DI 2019-RACHLI-1100 px X 600 px-01.jpg

Berita Kawasan

Target 24 Ribu Kartu Pekerja di 2019

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menaikan Upah Minimun Provinsi (UMP) sebesar 8,03 persen atau menjadi Rp3.940.973 untuk 2019. Menyusul kenaikan tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga menggagas Kartu Pekerja yang diperuntukkan untuk pekerja ibu kota.

Dengan begitu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) DKI Jakarta menargetkan sebanyak 24.000 Kartu Pekerja untuk dapat didistribusikan di tahun 2019. Untuk merealisasikan target tersebut, pihaknya akan membagikan sebanyak 2.000 Kartu Pekerja setiap bulannya.

“Kita terus lakukan percepatan agar semua pekerja di DKI Jakarta yang berhak mendapatkan Kartu Pekerja bisa segera merasakan manfaatnya,” kata Kepala Dinas Nakertrans Andri Yansyah seperti dikutip Berita Jakarta (15/1/2019).

[Baca Juga: Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja, UMP 2019 DKI Jakarta Naik]

Andri Yansyah menerangkan, mulai 3-15 Januari 2019 jumlah pekerja yang sudah mendaftar untuk mendapatkan Kartu Pekerja sebanyak 4.247 orang. “Saat ini sudah ada 1.396 pekerja yang kita verifikasi datanya sesuai dengan persyaratan berlaku. Sementara, untuk yang sudah dinyatakan lolos verifikasi berjumlah 1.255 pekerja,” katanya.

Verifikasi kelengkapan data pekerja meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), slip gaji, dan surat rekomendasi dari perusahaan atau serikat pekerja dan buruh. Ditekankan olehnya, penerima Kartu Pekerja harus ber-KTP DKI Jakarta dan berpenghasilan UMP plus 10 persen.

Dalam laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi DKI Jakarta (ppid.jakarta.go.id), untuk mendapatkan Kartu Pekerja merinci mekanismenya sebagai berikut.

  1. Pemohon mengumpulkan fotokopi KTP, KK, NPWP, slip gaji, dan surat keterangan dari perusahaan.
  2. Pendaftaran dilakukan melalui Dinas dan Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta atau melalui tim kerja (serikat pekerja, asosiasi, atau Disnaker).
  3. Dinaskertrans DKI Jakarta melakukan verifikasi terhadap data permohonan yang diajukan.
  4. Pemohon melakukan pembukaan rekening Bank DKI (minimal deposit Rp50.00) serta Bank DKI mencetak kartu bagi pemohon yang dinyatakan lolos verifikasi.
  5. Disnakertrans DKI Jakarta bersama Bank DKI akan mendistribusikan karu di titik-titik yang telah ditentukan serikat pekerja.

“Kita juga terus melakukan koordinasi dengan PT Bank DKI agar pekerja yang telah dinyatakan lolos verifikasi bisa segera dilakukan pencetakan Kartu Pekerja. Penyerahan kita lakukan secara kolektif di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan," tandas Andri Yansyah.

[Baca Juga: Patahkan Isu, Kartu Sehat Kota Bekasi Masih Bisa Digunakan]

Untuk diketahui, di tahun 2018 Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mendistribusikan sebanyak 3.070 Kartu Pekerja.

Penerima Kartu Pekerja berhak untuk mendapatkan sejumlah bantuan seperti, menggunakan bus Transjakarta secara gratis, membeli kebutuhan pangan dengan harga murah, serta putra-putrinya diberikan dana pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

Read More

Artikel Lainnya

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dapat Membantu Melawan COVID-19

Kesehatan

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dalam Melawan COVID-19

22 September 2020, 17:03

Penelitian ini membandingkan distribusi geografis kasus virus corona dengan penyebaran demam berdarah pada 2019 dan 2020.

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

Berita Kawasan

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

22 September 2020, 16:20

Saat ini, terdapat dua TPU khusus COVID-19: Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur. Jika tak ada penambahan lahan, dikhawatirkan lahan itu akan habis.

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

Pendidikan

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

22 September 2020, 14:15

Ada sejumlah persoalan dalam penerapan PJJ, seperti persoalan akses wifi yang tidak merata, kemampuan untuk membeli kuota internet dan materi pembelajaran.

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

Berita Kawasan

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

22 September 2020, 13:17

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan mayoritas pompa mobile dan pompa stasioner di Jakarta dalam kondisi prima menghadapi musim hujan.


Comments


Please Login to leave a comment.