Tas Selempang Bahan Kanvas, Merek Lokal Juga Trendi

Kecantikan dan Fashion

Tas Selempang Bahan Kanvas, Merek Lokal Juga Trendi

Bahan kanvas menjadi favorit untuk dijadikan tas selempang. Tekstur kain yang kuat menjadi pilihan karena tas pun jadi awet. Hal yang sama menjadi pertimbangan Presi Mandari Mandari, pemilik merek tas lokal Sackai Bags. Di tempat kerja sekaligus rumahnya di Jagakarsa, Presi Mandari bersama suami bereksperimen menciptakan produk berkualitas, tidak kalah dengan merek dari luar negeri.

Usaha kreatif yang ditekuni pasangan ini berawal dari keberanian Presi Mandari keluar dari comfort zone. Peralihan dari pekerja media menjadi wirausaha mulai dirintisnya sejak tahun 2013. Istri Toto Prastowo ini sempat bekerja sebagai humas di kedutaan besar Prancis di Jakarta, dan delapan tahun bekerja di AFP (Agence France Presse, kantor berita Prancis) untuk Indonesia dan East Timor. Dengan pekerjaan yang menjanjikan, lulusan Sastra Prancis dan S-2 jurusan Ekonomi-Politik Internasional ini tetap berani mengambil langkah merintis bisnisnya sendiri, Sackai Bags.

Tas selempang dan produk-produk Sackai Bags bermula dari ketidaksengajaan. Presi Mandari sering ikut teman yang memiliki usaha online berburu kain ke beberapa pasar tekstil di Jakarta. Dari situ, dia mulai mengenal berbagai jenis bahan kanvas. Ia mengaku sebagai penggemar dan pengguna tas kanvas.

Presi Mandari mulai mengoleksi bahan-bahan kanvas dan aksesori tas, membeli mesin jahit, dan sedikit-sedikit di waktu luang mulai belajar cara menjahit tas dari tutorial di Youtube. Dalam beberapa waktu, terlihat hasilnya dan tas buatannya ternyata diminati teman-teman serta keluarga.

Awalnya, Sackai Bags yang namanya diambil dari nama kakek Presi Mandari ini merupakan bisnis sampingan. Tetapi karena semakin asyik berwirausaha, dia memilih memfokuskan diri untuk Sackai Bags dan meninggalkan pekerjaan tetapnya.

Target pasar dari Sackai Bags awalnya ibu dan remaja. Sebagian besar pembeli dari dalam negeri. Ada pula pembeli dari Malaysia, Filipina, Singapur, Australia, dan Canada. Demi meluaskan pasar, Sackai mengeluarkan produk unisex untuk konsumsi remaja dan dewasa, seperti tas selempang, tas ransel untuk laptop, dan dompet. Merek lokal ini berhasil bertahan dengan modal Rp5.000.000 karena mampu menjaga kualitas yang baik, serta desain tas yang unik dan menarik. Kreativitas Sackai Bags tampak pada pemilihan motif yang khas dan bentuk tas yang unik, tapi sederhana dan tetap fungsional.

[Baca Juga: 4 Kiat Sederhana Agar Sukses Berbisnis]

Strategi pemasaran yang dilakukan Sackai Bags sejauh ini hanya secara online melalui Facebook Page dan Instagram. Selain itu, worth of mouth marketing juga memegang peranan penting dalam promosi. Dengan strategi tersebut, Sackai Bags berhasil mencapai memproduksi kurang lebih 100-150 tas per bulan. Mereka pun berusaha untuk terus membuat desain tas baru dan tidak terbatas pada tas selempang.

Kerja keras Presi Mandari dan Toto membuahkan hasil. Sackai Bags terpilih menjadi satu dari delapan produk kriya indonesia yang dikirim Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk ikut pameran internasional New York Now 2018 di New York, Amerika Serikat pada Agustus 2018.

Produk tersebut merupakan pemenang dari kompetisi yang digelar Bekraf sejak awal tahun ini, di mana diikuti oleh ratusan produk dari awal pendaftaran dibuka. Delapan (produk) ini adalah hasil dari open call dari ratusan produk yang mendaftar dan terpilih melalui kurasi produk kreatif. Berdasarkan berita di kompas.com, Sackai Bag dan produk-produk tersebut telah memenuhi kriteria penilaian dari proses kurasi yang melibatkan kurator pilihan dari Indonesia dan dari Amerika Serikat.

Adapun beberapa aspek penilaian yang jadi indikator keputusan kurator yaitu memenuhi unsur orisinalitas, desainnya asli Indonesia, dan bukan imitasi atau replika dari produk yang sudah ada. Kemudian, produknya merupakan handmade dengan karakter khas Indonesia, menggunakan bahan lokal Indonesia, dan karyanya harus bertanggung jawab terhadap alam, lingkungan hidup, dan aman bagi manusia. Sementara dari sisi packaging, produk yang terpilih harus mencerminkan tren saat ini. Hal lain yang tak kalah penting harus dimiliki adalah cerita di balik pembuatan produk, baik tentang produsen maupun produknya. Poin ini menjadi daya tarik tersendiri konsumen sektor kriya di Amerika Serikat.

Acara New York Now sendiri akan diadakan pada 12 sampai 15 Agustus 2018 di Jacob Javits Convention Center di Manhattan, New York. Selama di sana, perwakilan Indonesia yang merupakan pemilik delapan produk tersebut akan menjaring sebanyak mungkin calon-calon pembeli melalui display produk dan komunikasi sepanjang pameran berlangsung.

Menurut Bekraf, Amerika Serikat merupakan salah satu pangsa pasar terbesar ekspor kriya yang merupakan bagian dari industri ekonomi kreatif. Dari data terakhir sumbangan industri kreatif Indonesia terhadap PDB pada 2016 mencapai Rp922 triliun. Dengan rata-rata kenaikan per tahun mencapai Rp70 triliun, maka diperkirakan akhir tahun 2018 sudah melampaui Rp1.000 triliun. Sumbangan PDB dari industri kreatif didominasi oleh subsektor kuliner (Rp382 triliun), fesyen (Rp166 triliun), dan kriya (Rp142 triliun). Rata-rata pertumbuhan ketiga subsektor tersebut mencapai lebih dari 9 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan PDB nasional.

Jangan ragu lagi untuk menggunakan tas selempang dan produk fashion lain dari merek lokal. Presi Mandari pun yakin, segala sesuatu yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberikan hasil yang lebih baik. Dalam lima tahun ke depan, target Sackai Bags ingin menciptakan produk yang memiliki karakter yang semakin kuat dan menciptakan pasar yang lebih luas lagi.

Read More


Artikel Lainnya

Warga Kembali Berburu Ikan di Sungai Ciliwung

Berita Kawasan

Warga Kembali Mancing Ikan di Sungai Ciliwung

27 May 2019, 11:00  |  6 Views

Kondisi Sungai Ciliwung yang membaik mebuat ikan kembali hidup berkembang di dalam alirannya. Warga pun bisa merasakan manfaat dengan rekreasi mincing ikan.

Alat Bantu Dengar Widex Evoke Tawarkan Ragam Keunggulan

Kesehatan

Alat Bantu Dengar Widex Evoke Tawarkan Ragam Keunggulan

27 May 2019, 13:00  |  4 Views

Beberapa keunggulan dalam Widex Evoke antara lain memberikan kemampuan kepada pengguna untuk bisa menggunakan machine learning secara real time.

CNAF Kembali Catat Pertumbuhan Positif Laba di 2018

Bisnis

CNAF Kembali Catat Pertumbuhan Positif Laba di 2018

27 May 2019, 09:00  |  10 Views

Dengan raihan pertumbuhan positif, CNAF berhasil mengumpulkan total aset sebesar Rp2.5 miliar dan portofolio pembiayaan tercatat sebesar R2.2 triliun.

Dunia Internasional Apresiasi Pertanian Perkotaan di Jakarta

Berita Kawasan

Dunia Internasional Apresiasi Pertanian Perkotaan di Jakarta

27 May 2019, 15:00  |  6 Views

Atas keberhasilan dan pengalaman DKI Jakarta mengimplementasikan pertanian perkotaan, Pemprov DKI diundang untuk hadir dalam ajang internasional Urban Agriculture World Summit (UAWS) di Tokyo, Jepang.


Comments


Please Login to leave a comment.