Tekan Mobilitas Warga, Pemkot Tangerang Padamkan Lampu Jalan Selama PPKM Darurat.jpg Tekan Mobilitas Warga, Pemkot Tangerang Padamkan Lampu Jalan Selama PPKM Darurat.jpg

Berita Kawasan

Tekan Mobilitas Warga, Pemkot Tangerang Padamkan Lampu Jalan

Saat ini pemerintah daerah (Pemda) di wilayah Jawa-Bali terus berupaya untuk memastikan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat berjalan efektif menekan lonjakan kasus COVID-19. Namun sayangnya mobilitas warga masih kerap terlihat di berbagai wilayah dan tak sedikit masih ditemukan adanya masyarakat yang nekat berkumpul khususnya saat malam hari di masa PPKM Darurat. Untuk memastikan kegiatan yang berpotensi menyebarkan COVID-19 itu dapat dihentikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutuskan memadamkan lampu Penerangan Jalan Umum atau PJU saat malam hari di masa PPKM Darurat.

Keputusan pemadaman lampu jalan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Sumarwan. Ia mengungkapkan kebijakan ini tidak diambil sepihak dan sudah sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat, tepatnya dari Kementerian Bidang Kemartiman dan Investasi atau Kemenkomarves dan unsur TNI/Polri di wilayah Kota Tangerang.

“Upaya pemadaman lampu PJU ini dilakukan merujuk pada hasil Rakor bersama Kemenko Marves dan kesepakatan bersama unsur Forkopimda Kota tangerang dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID,” jelas Herman, sebagaimana dikutip dari tangerangkota.go.id (14/7/2021).

Tekan Mobilitas Warga, Pemkot Tangerang Padamkan Lampu Jalan Sela ma PPKM Darurat.jpg

Ia menuturkan, pemadaman lampu jalan di sejumlah titik di Kota Tangerang ini dilakukan guna menekan mobilitas masyarakat yang tetap nekat untuk mengunjungi lokasi yang menimbulkan keramaian selama masa PPKM Darurat. Sekda Kota Tangerang menegaskan, semua pengetatan serta keputusan dalam kebijakan yang diambil beberapa waktu terakhir sebenarnya untuk masyarakat sendiri agar mereka bisa kembali kegiatan seperti sedia kala jika kasus COVID-19 sudah bisa dikendalikan.

“Masih banyak masyarakat yang berkumpul untuk sekedar ngobrol di malam hari, ini yang kami hindari jadi kami padamkan di titik - titik yang berpotensi menimbulkan keramaian" terangnya. Kesimpulannya jika mobilitas masyarakat menurun, kasus COVID-19 juga akan menurun sehingga kita bisa beraktivitas seperti sediakala,” tegas Herman.

Terkait titik yang akan dipadamkan lampu jalannya, Herman menyatakan, Jalan Daan Mogot, Jalan Soleh Ali, Maulana Hasanudin, Hasyim Ashari, Wilayah Perumnas, Pasar anyar, dan Jalan Satria Sudirman masuk ke dalam area yang akan dipadamkan lampunya. Di mana pihak Pemkot Tangerang akan memadamkannya setiap pukul 20.00 WIB sampa pagi nanti.

Kebijakan serupa sebenarnya sudah diambil beberapa hari terakhir oleh sejumlah pemda di wilayah Jawa selama masa PPKM Darurat. Contohnya adalah Kota Semarang yang lampu JPU dipadamkan sejak 12 Juli 2021 dengan pemadamannya dilakukan sejak pukul 18.00-06.00 WIB.


Read More

Artikel Lainnya

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid, Wisudawan Program Magister dan Doktor Raih IPK Tertinggi.jpg

Pendidikan

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid

26 October 2021, 15:32

ITB menggelar wisuda periode Oktober Tahun Akademik 2021/2022 secara Hybrid. Pelaksanaan tersebut berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.

Romaldi 1.jpg

Kesehatan

Ini Klinik yang Banyak Dituju Warga Bumiaji di Giripurno

26 October 2021, 15:01

Dengan biaya pemeriksaan mulai dari Rp10.000 dan selebihnya harga proses pengobatan tergantung jenis produk yang dipakai, klinik ini menjadi acuan bagi warga Bumiaji.

Grab dan ViarOK.jpg

Bisnis

Kurangi Emisi Karbon, Grab Pesan 6.000 Unit Motor Listrik VIAR

26 October 2021, 14:32

Kolaborasi yang salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan akan BBM ini akan dilanjutkan dengan mempersiapkan 6.020 kendaraan listrik yang siap didistribusikan di akhir tahun 2021 di seluruh Indonesia.

rshOK2.jpg

Berita Kawasan

Pertama di Semarang! Bonbin Mangkang Akan Miliki Rumah Sakit Hewan

26 October 2021, 14:02

Rumah Sakit Hewan yang akan dibangun ini merupakan rumah sakit pertama yang ada di Kota Semarang karena belum pernah ada rumah sakit hewan di kota Atlas ini sebelumnya.


Comments


Please Login to leave a comment.