Telur Asin Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Ini Sejarahnya

Kuliner

Telur Asin Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Ini Sejarahnya

Kini telur asin tak sekadar jadi oleh-oleh khas Brebes, Jawa Tengah. Telur asin telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTb) Indonesia dalam sidang Kemdikbud pada 6-9 Oktober 2020. Awalnya, telur asin hanya bagian dari ritual sembahyang pada Dewa Bumi oleh masyarakat peranakan Tionghoa. Kini, telur asin pun diakui secara nasional.

"Seperti kita ketahui bahwa Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang akan ditetapkan paling tidak berupa Tradisi dan ekspresi lisan, seni pertunjukan, adat-istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta, dan atau keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional," ungkap Direktur Perlindungan Kebudayaan Kemendikbud Fitra Arda Sambas seperti diberitakan CNNIndonesia.com (14/10/2020).

Telur Asin Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Ini Sejarahnya

"Budaya Takbenda tersebut dapat berasal dari perseorangan, kelompok orang, atau Masyarakat Hukum Adat," Fitra menmbahkan. Selanjutnya, berikut sejarah mengenai telur asin seperti tercantum dalam laman warisanbudaya.kemdikbud.go.id.

Sejarah Telur Asin

Telor asin Brebes telah menjadi ikon bagi Kabupaten Brebes selain bawang merah. Lebih dari itu telor asin memosisikan sebagai diplomasi budaya bagi Kabupaten Brebes. Sekaligus mempromosikan potensi Kabupaten Brebes yang berada di lintas pantura dan berada di perbatasan provinsi Jawa Barat ini. Keberadaan Brebes sebagai produsen telor asin akan terasakan saat perayaan mudik Lebaran atau libur Natal dan pergantian Tahun Baru.

Data yang dirilis Dinas Peternakan Kabupaten Brebes tahun 2017 ada 1.778 peternak itik di Kabupaten Brebes. Tentu ini peningkatan yang fantastis, jika dibandingkan data tahun 2010 yang menyebutkan 650 peternak itik. Mereka tersebar di 11 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes. Pola pengembangan budi daya ternak itik dilakukan dengan cara diangonkan (digembalakan) di bekas sawah yang telah panen. Kedua dengan cara dikandangkan (pangon), yang letaknya berdekatan dengan tepi sungai. Pola asupan makanan menjadi penting untuk jenis pembudidayaan pangon.

[Baca Juga: Mengintip Bisnis Kuliner Ayam Saus Telur Asin Beromzet Miliaran]

Secara historis proses komersialiasi telor asin dimulai pada era akhir 1950-an, yang dirintis oleh warga peranakan Tionghoa Brebes. Walaupun dari catatan Syahbandar pelabuhan Tegal, komoditas telor itik telah dikenal pada abad XIX (Alamsyah, 2000). Telor itik menjadi komoditas yang dibawa dari Tegal selain beras, gula, kayu jati.

Komoditas tersebut pada umumnya dibawa ke Batavia. Beberapa generasi pengusaha telor asin perintis di Kabupaten Brebes diantaranya Tjoa, Lina Pandi. Melalui keluarganya wangsa Tjoa memulai penjualan telor asin dalam keluarga peranakan Tionghoa lainnya. Mereka adalah Tjoa Kiat Hien beserta istrinya Niati tahun 1950-an.

Mereka meneruskan tradisi In Tjiauw Seng dan isterinya Tan Po Nio. Booming bisnis telor asin tak hanya dimiliki oleh keturunan Tionghoa Peranakan. Beberapa mantan pekerja telor asin di keluarga Tionghoa membentuk usaha sendiri. Hingga di Kabupaten Brebes terdapat beberapa oeng Menyusul kemudian ada HTM Jaya, Randy Jaya, Pandhawa, Romlah, Rosyid, Tip Top, Mbok Berkah., Cah Angon.

Telur Asin Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Ini Sejarahnya

Kepiawaian warga Tionghoa dalam kuliner tak bisa dipungkiri, Proses pengasinan merupakan keahlian yang telah lama mereka kuasai. Termasuk dalam pengasinan telor asin. Bahkan telor asin pada mulanya merupakan bagian dari persembahyangan yang diperuntukkan bagi Dewa Bumi.Perkembangan sekarang ini jenis telor asin tidak hanya direbus namun ada yang dipanggang (diperkenalkan oleh Nurosyid) serta dibakar menggunakan oven.

Ciri telor asin bisa dirasakan dari komposisi pengolahan tingkat keasinan yang menghasilkan rasa telor yang masir. Pengertian dari masir merupakan tingkat kegurihan yang pas sekaligus mengeluarkan minyak dan berwarna oranye pekat. Inilah yang membedakan dengan telor asin sejenis yang diproduksi di luar Brebes. Sehingga ketahanan telor asin Brebes mencapai 7 hari atau seminggu.

Read More

Artikel Lainnya

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

Pendidikan

UMN Kembangkan Prototipe Aplikasi Koreksi Penulisan U-Tapis

29 October 2020, 10:55

Universitas Multimedia Nusantara mengembangkan prototipe aplikasi koreksi penulisan dalam bahasa Indonesia bernama U-Tapis.

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

Hobi dan Hiburan

Acara Luring Pertama Selama Pandemi, Galeri Nasional gelar Pameran Imersif Affandi

28 October 2020, 16:31

Melalui pameran itu, tidak hanya ketokohannya karya-karya Affandi yang luar biasa juga dapat menjadi inspirasi bagi banyak seniman.

Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Gerakan Pemuda Bandung Bersihkan Masjid Pesantren

Berita Kawasan

Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Bandung Ajak Bersihkan Masjid & Pesantren

28 October 2020, 14:04

Di tahun ini peringatan Sumpah Pemuda lebih diarahkan untuk menguatkan solidaritas di tengah masyarakat menghadapi pandemi COVID-19.

Jangan Lupa, Warga Bekasi Diminta Tes COVID-19 Setelah Liburan

Kesehatan

Jangan Lupa, Warga Bekasi Diminta Tes COVID-19 Setelah Liburan

28 October 2020, 11:46

Pengurus RW tegas mewajibkan warganya di Kota Bekasi untuk terlebih dahulu menjalani tes COVID-19 pascaliburan.


Comments


Please Login to leave a comment.