Tengok Kasus Negara Lain, 5 Tempat Ini Risiko Tinggi Penularan COVID-19

Kesehatan

Tengok Kasus Negara Lain, 5 Tempat Ini Risiko Tinggi Penularan COVID-19

Masyarakat tampaknya perlu bersiap menghadapi tatanan hidup baru alias new normal di tengah pandemi COVID-19. Baru-baru ini, Kementerian Kesehatan menerbitkan sejumlah protokol pencegahan penularan Virus Corona baru atau SARS-CoV-2 di dunia usaha selama pandemi COVID-19.

Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum dapat memastikan kapan tepatnya normal baru ini berlaku di ibu kota. Dalam konferensi pers di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat (26/5/2020), Anies sendiri tidak menjamin PSBB di Jakarta yang berakhir pada 4 Juni 2020 adalah yang terakhir. Ia menegaskan perilaku masyarakat menjadi penentu PSBB DKI Jakarta akan diperpanjang atau tidak.

“Jadi, yang menentukan PSBB diperpanjang atau tidak itu sebenarnya bukan pemerintah, bukan para ahli, yang menentukan adalah perilaku seluruh masyarakat di seluruh wilayah PSBB,” kata Anies melalui siaran langsung CNN Indonesia (26/5/2020).

[Baca Juga: Ahli Jelaskan Jumlah Droplet yang Dihasilkan dari 4 Aktivitas Ini]

Bila nanti new normal diterapkan, ada beberapa tempat publik yang perlu masyarakat perhatikan demi mencegah penularan COVID-19. Perlu diketahui, selain batuk dan bersin, Virus Corona dapat menyebar melalui berbicara, bahkan bernapas. Anda dapat membaca terlebih dahulu bagaimana Virus Corona baru dapat menyebar dan menginfeksi orang lain melalui link di sini.

Mengutip pernyataan Profesor Erin Bromage, pakar biologi di University of Massachusetts Darmouth, Amerika Serikat, tempat-tempat tersebut di antaranya restoran, kantor, tempat olahraga, indoor, dan rumah duka

Chir-Chir, Restoran Ayam Lezat Asal Korea

1) Restoran

Bromage menjelaskan, restoran merupakan salah satu tempat penularan COVID-19, terbukti dengan sebuah kejadian di China pada awal 2020 lalu.

Pada 23 Januari 2020, mengutip cdc.gov, keluarga A tiba di Guangzhou setelah sebelumnya bepergian ke Wuhan. Terdapat satu anggota (inisial A1) yang terindikasi positif COVID-19. Ia bersama anggota keluarga lainnya, A2, A3, A4 makan siang di meja yang sama di salah satu restoran. Meja tersebut diapit dua meja yang diisi keluarga lain, yaitu keluarga B dan C.

Tengok Kasus Negara Lain, 5 Tempat Ini Risiko Tinggi Penularan COVID-19

Sehari setelahnya, A1 mengalami gejala batuk dan demam, kemudian dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan postif COVID-19. Berselang beberapa hari, tepatnya 5 Februari 2020, 9 orang lainnya yang makan di restoran tersebut (4 anggota keluarga A, 3 anggota keluarga B, dan 2 anggota keluarga C) juga dinyatakan positif COVID-19.

Penularan pada sembilan kasus baru tersebut diyakini dari A1. Virus pada awalnya ditularkan oleh A1 ke satu anggota keluarga B dan C, kemudian berlanjut penularan di dalam keluarga masing-masing.

Perlu diketahui, ketiga meja itu diapit Air Conditioner (AC) di sebelah kanan ruangan dan kipas di sebelah kiri. Restoran itu pun tidak memiliki jendela atau ventilasi udara lainnya. Droplet mengandung virus dari A1 diyakini terbawa oleh aliran udara dari AC dan kipas tersebut.

[Baca Juga: Usai PSBB, Zomato Akan Hadirkan Restoran dengan Teknologi Nirsentuh]

Dengan adanya total 10 orang yang dinyatakan positif COVID-19 setelah makan di restoran itu, 73 orang lainnya yang makan di hari yang sama pun harus menjalani karantina diri selama 14 hari. Beruntungnya, 73 orang lainnya itu dinyatakan negatif COVID-19 dari hasil uji swab.

Dalam situs cdc.gov lebih lebih lanjut dijelaskan, untuk mencegah penularan COVID-19 di restoran, disarankan memerhatikan suhu ruangan, meningkatkan jarak antar meja, dan menambah ventilasi udara di dalamnya.

Tengok Kasus Negara Lain, 5 Tempat Ini Risiko Tinggi Penularan COVID-19 rumah duka

2) Rumah Duka

Tempat kedua yang perlu diwaspadai adalah rumah duka. Bromage lebih lanjut menjelaskan bagaimana virus dapat menyebar di pemakaman atau rumah duka melalui kasus yang terjadi di Chicago, Amerika Serikat pada Februari 2020

Seseorang berinisial Bob terinfeksi COVID-19 tapi tidak menyadarinya lantaran tidak menunjukkan gejala. Pada suatu malam, Bob makan bersama dua anggota keluarganya.

Keesokan harinya, Bob menghadiri pemakaman kerabatnya dan memeluk beberapa anggota keluarga sebagai tanda belasungkawa. Dalam empat hari setelah itu, dua anggota keluarga yang makan bersama Bob serta satu orang yang dipeluknya di pemakaman menunjukkan gejala COVID-19.

[Baca Juga: Apakah COVID-19 Bisa Menyebar Lewat Udara?]

Tidak sampai di situ, Bob lanjut menghadiri pesta ulang tahun. Di sana, ia memeluk sembilan orang dan menghabiskan waktu selama tiga jam. Tujuh orang yang dipeluk Bob pun menderita COVID-19.

Oleh karena itu, meski PSBB nantinya sudah dilonggarkan, Pointers sebaiknya tidak mengadakan dan menghadiri pesta ulang tahun serta tetap menjaga jarak fisik di mana pun berada.

Ingin Cepat Betah di Kantor Baru Lakukan Hal Ini Jalin Hubungan

3) Kantor

Bromage kembali meminta untuk memerhatikan ruangan tertutup dan ber-AC seperti kantor. Pasalnya, sebuah kantor di Korea Selatan menjadi klaster COVID-19. Pada Maret 2020, seseorang yang terinfeksi COVID-19, berinisial X, pergi ke kantornya yang terletak di lantai sebelas di sebuah gedung. Di lantai itu, X bekerja bersama 215 karyawan lainnya.

Selama beberapa hari, terdapat 94 karyawan atau sekitar 43.5% dari total karyawan di lantai tersebut yang dinyatakan positif COVID-19. Dari jumlah itu, 92 orang di antaranya menunjukkan gejala, sementara 2 lainnya tidak bergejala atau asimptomatis.

Pluit_Kesehatan_Jenis Olahraga Ini Bakal Tren di 2019 Sudah Mencobanya_Rachli_3.jpg

3) Tempat Olahraga atau Stadion Tertutup

Pada 11 hingga 14 Maret 2020 lalu, digelar pertandingan olahraga curling di Kanada. Pertandingan dilakukan di sebuah ruangan tertutup, di sana para peserta dan timnya melakukan kontak fisik secara dekat di waktu yang lama. Pada akhirnya, 24 dari 72 peserta dinyatakan positif COVID-19.

4) Ruangan Tertutup Lainnya

Salah satu ruangan tertutup yang perlu diwaspadai lagi adalah tempat berlangsungnya latihan paduan suara atau yang melibatkan aktivitas bernyanyi di dalamnya. Di tengah pandemi COVID-19, sebuah tim paduan suara di Amerika Serikat tetap melakukan latihan. Diceritakan Bromage, mereka memerhatikan jaga jarak fisik, tidak bersalaman, dan anggota yang sakit tidak diperbolehkan datang. Namun, pada akhirnya 45 dari 60 anggota mengalami gejala COVID-19, 2 di antaranya pun meninggal dunia.

Penyebaran virus diketahui bersumber dari satu anggota yang positif COVID-19, tetapi tidak menunjukkan gejala. Mereka bernyanyi selama dua setengah jam.

Tengok Kasus Negara Lain, 5 Tempat Ini Risiko Tinggi Penularan COVID-19

Meski dilakukan jaga jarak fisik, Bromage menjelaskan bila menyanyi mengeluarkan droplet yang lebih banyak dibandingkan berbicara. Selama dua setengah jam itu, droplet yang mengandung virus menyebar di seluruh ruangan dan menginfeksi orang lain.

Melalui kasus-kasus yang timbul di beberapa tempat tersebut, Bromage menjelaskan, pada intinya ruangan tertutup yang tidak memiliki sistem sirkulasi udara baik adalah tempat potensial penyebaran Virus Corona baru.

Meski sudah menerapkan jaga jarak fisik, orang sehat di dalam ruangan tertutup dalam waktu yang lama pun dapat terinfeksi virus. Hal ini disebabkan aktivitas berbicara, bernyanyi, batuk, dan bersin dari seseorang yang positif COVID-19 dapat mengeluarkan droplet mengandung virus.

Selain lima tempat yang sudah dipaparkan, Pointers diharapkan berhati-hati terhadap tempat lainnya yang berkarakteristik sama. Walau nantinya PSBB sudah berakhir, disarankan untuk pergi sesuai kebutuhan. Bila dimungkinkan, tetap berada di dalam rumah lebih baik.


Read More

Artikel Lainnya

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah.jpg

Bisnis

Dorong Digitalisasi Daerah, Amartha Hadirkan Desa Digital di Sulawesi Tengah

03 February 2023, 16:35

Demi memastikan tidak adanya ketimpangan digital di daerah pedesaan luar Jawa, Amartha Foundation baru-baru ini meresmikan desa digital di wilayah Sulawesi Tengah.

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.jpg

Bisnis

tiket.com Hadirkan Layanan Pemesanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

03 February 2023, 14:20

Melalui kemitraan dengan PT KCIC, pengguna tiket.com ke depannya bisa memesan tiket untuk layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

Berita Kawasan

Kolaborasi Pertamina NRE - Bike to Work Kampanyekan Green Mobility

02 February 2023, 17:41

Peresmian unit tempat parkir sepeda dilakukan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir, dan Ketua Umum B2W Fahmi Saimima.

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023.jpg

Hobi dan Hiburan

Siap Digelar 25 Februari 2023, Ini Semua Line-ups Woke Up Fest 2023

02 February 2023, 15:41

Setelah memberikan teaser siapa saja yang akan tampil, akhirnya pihak penyelenggara mengumumkan siapa saja yang nanti siap menghibur Anda di Woke Up Fest 2023.


Comments


Please Login to leave a comment.