Tentang Ketidakakuratan Rapid Test Biozek dan Import Alat Kesehatan

Kesehatan

Tentang Ketidakakuratan Rapid Test Biozek

Pemerintah melalui situs covid19.go.id, melaporkan penambahan orang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 689 kasus, pada Rabu (13/5/2020) kemarin. Dengan demikian total kasus menjadi 15.438, rinciannya, total 3.287 pasien penyintas dan 1.028 pasien lainnya dilaporkan tutup usia. Sementara, DKI Jakarta masih menempati posisi Provinsi teratas dengan total 5.554 kasus, terdiri dari 1.026 pasien penyintas dan 449 pasien meninggal dunia.

Kenaikan ini adalah yang tertinggi sejak pertama kalinya diumumkan Indonesia terpapar virus SARS-CoV-2 pada 2 Maret lalu. Di sisi lain, adanya penambahan jumlah kasus setiap harinya menunjukkan bahwa upaya screening pemerintah untuk memetakan sebaran orang yang terpapar COVID-19, membuahkan hasil.

Tentang Ketidakakuratan Rapid Test Biozek dan Import Alat Kesehatan

Dalam melakukan pemetaan pemerintah mengandalkan metode uji cepat atau rapid test. Biozek adalah salah satu merk dari alat uji cepat yang digunakan dalam proses identifikasi. Pada 14 April silam emerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah menyebarkan sebanyak 800.000 alat uji cepat. 300.000 diantaranya bermerek Biozek.

Pada awal April lalu, Kimia Farma adalah perusahaan plat merah yang mendatangkan 10.000 boks atau 300.000 unit alat uji cepat Biozek dari Belanda. Dipilihnya alat ini atas rekomendasi bagian pengembangan bisnis perusahaan plat merah itu. Alasan lainnya, karena Inzek International Trading BV mengizinkan calon kliennya untuk survei lokasi.

[Baca Juga: Dinkes DKI Lakukan Rapid Test di 30 Kelurahan Hingga Akhir Mei 2020]

Akan tetapi, beberapa waktu belakangan ini banyak kabar buruk seputar alat ini. investigasi OCCRC (Organizer Crime & Corruption Reporting Project) bersama sejumlah media lintas negara menunjukkan adanya beberapa kejanggalan. Baik menyangkut akurasi, validasi, harga, hingga asal produk. Lantas apa tanggapan Kimia Farma?

Klarifikasi Kimia Farma

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma, Ganti Winarno menjelaskan sesuai dengan regulasi yang mengatur tentang hak konsumen, terkait adanya laporan keluhan atas suatu produk kesehatan, maka Kimia Farma akan melakukan klarifikasi kembali produk kepada produsen.

Dia menambahkan, selama menunggu klarifikasi kembali tersebut akan dilakukan penghentian sementara distribusi suatu produk kesehatan. “Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab Kimia Farma untuk menjaga kualitas produk dan layanan kepada masyarakat," jelasnya, sebagaimana diberitakan Kontan.co.id, Rabu (13/5/2020).

Tentang Ketidakakuratan Rapid Test Biozek dan Import Alat Kesehatan

Terkait dengan kualitas produk yang disinyalir tingkat akurasinya rendah, Ganti menyatakan Kimia Farma sudah melakukan pemastian mutu dengan pengecekan pada masa sebelum importasi, kemudian saat importasi, dan pada kedatangan produk tersebut, sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Berkaitan dengan adanya pemberitaan ini, sesuai regulasi adanya laporan harus dilakukan konfirmasi kembali ke pihak produsen atas hal tersebut," tutup ganti.

Alat uji cepat tersebut diklaim memiliki akurasi sampai 92,9% untuk mendeteksi Immunoglobulin M (IgM) dan 98,6% untuk Immunoglobulin G (IgG), jenis antibodi yang diproduksi tubuh ketika terinfeksi bakteri, kuman dan virus. "Alat rapid test kami juga telah disertifikasi oleh berbagai otoritas, salah satunya sertifikasi CE," katanya.

[Baca Juga: Pro Kontra Rapid Test dan Manfaat Tes Massal dalam Penyebaran COVID-19]

Sejumlah penelitian justru menunjukkan hasil yang bertolakbelakang. Diantaranya penelitian Sir John Bell dari Oxford University, studi non-peer-review dari Spanyol dan jurnal ilmiah Juan Cuadros Gonzales dari Yale University.

Ketidakakuratan alat uji cepat buatan Tiongkok pernah terbukti di RSUD Kota Bogor pada April lalu. Dari 800 petugas yang menjalani rapid test, 51 di antaranya dinyatakan positif COVID-19. Namun, setelah menjalani tes swab, mereka akhirnya dinyatakan negatif. Demikian pula yang terjadi di Banjar Serokadan, Bali. Awalnya dengan alat rapid test, 443 warga terdeteksi positif COVID-19. Akan tetapi setelah tes swab, hanya 1 (satu) orang yang benar-benar positif.


Read More

Artikel Lainnya

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.

Kota Tangerang Sukses Turunkan Jumlah Kasus Stunting di Tahun 2022.jpg

Kesehatan

Kota Tangerang Sukses Turunkan Jumlah Kasus Stunting di Tahun 2022

26 January 2023, 11:25

Pemkot Tangerang baru-baru ini mengungkap data yang menunjukan bahwa pihaknya telah berhasil secara perlahan menurunkan jumlah kasus stunting di wilayahnya.

Konser Dewa 19 di JIS Siap Digelar 4 Februari 2023, Tiket Mulai Dijual Pekan Ini.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Dewa 19 di JIS Siap Digelar 4 Februari 2023, Tiket Mulai Dijual Pekan Ini

25 January 2023, 14:57

Setelah sempat ditunda tahun lalu, pihak Red Line Kreasindo memastikan konser Dewa 19 yang mempertemukan empat vokalis dan empat drummer dipastikan akan digelar di JIS pada awal Februari 2023 nanti.


Comments


Please Login to leave a comment.