Tentang Perluasan Ganjil-Genap, Ini Pandangan Pengamat Tata Kota

Berita Kawasan

Tentang Perluasan Ganjil-Genap, Ini Pandangan Pengamat Tata Kota

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mengeluarkan peraturan baru terkait plat mobil ganjil-genap. Setidaknya terdapat sekitar 16 rute baru yang masuk dalam peraturan yang disebut berlaku guna mengurangi kendaraan bermotor. Kebijakan perluasan ganjil-genap yang diklaim diterapkan untuk membantu mengurangi kemacetan itu menurut ahi tata kota sebenarnya masih kurang efektif dan dirasa kurang adil. Pasalnya, dipandang hanya menyasar kendaraan roda empat padahal diketahui di jam-jam sibuk, lalu lintas di Ibu Kota juga didominasi pengendara sepeda motor.

Sosialisasi rute ganjil-genap baru yang mencakup jalan Panglima Polim dan Jalan Fatmawati di Jakarta Selatan itu sudah dimulai pada 7 Agustus dan akan terus berlanjut hingga 8 September 2019. Pemberlakuannya sendiri baru akan diterapkan pada 9 September 2019 dari Senin-Jumat dan pada jam-jam sibuk, yakni 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB.

Peraturan Ganjil-Genap Diperluas, Ini Pandangan Pengamat Tata Kota

Pakar planologi dari Universitas Trisakti Nirwono Joga memandang, perluasan ganjil-genap ini diberlakukan Pemprov DKI secara ‘berat sebelah’. “Penerapan ganjil-genap harus diterapkan kepada seluruh kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua,” ucapnya kepada PingPoint.co.id (8/8/2019).

Menurut Nirwono, dengan berlaku adil terhadap semua kendaraan bermotor, Pemprov DKI dapat mengurangi kepadatan volume lalu lintas di jalan Ibu Kota pada jam-jam sibuk. Selain itu, langkah ini tentu saja turut membantu mengurangi polusi udara yang dihasilkan emisi gas buang yang bukan hanya dari mobil tapi juga motor.

[Baca Juga: Yuk, Simak Jalan Mana Saja yang Terkena Perluasan Ganjil-Genap Jakarta!]

Pengamat tata kota itu juga memaparkan, dalam realisasi perluasan ganji-genap ini seharusnya Pemprov DKI juga mempertimbangkan aspek penting, yakni mengenai moda transportasi umum.

“Lokasi perluasan ganjil-genap harus memperhatikan ketersediaan angkutan umum dan transportasi massal sudah tersedia serta terintegrasi dengan baik,” jelasnya. Oleh karena itulah, Nirwono memandang perluasan ganjil-genap ini lebih baik dilakukan secara bertahap dan sejalan dengan angkutan umum yang memang benar-benar dapat diandalkan warga DKI Jakarta atau masyarakat dari kota satelit yang beraktivitas di Ibu Kota.

[Baca Juga: 3 Cara yang Perlu Ditempuh Jakarta untuk Turunkan Polusi Udara]

Sebenarnya dari segi tata kota, menurut Nirwono masih ada yang bisa dilakukan guna mengurangi kepadatan kendaraan oleh Pemprov DKI selain memperluas peraturan plat ganjil-genap. Di antara lain menerapkan konsep park and ride, pengendara bisa memarkirkan kendaraannya di tempat parkir, kemudian melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi publik.

“Pemprov DKI harus segera menerapkan jalan berbayar elektronik di ruas-ruas jalan raya yang padat, menerapkan e-parking progresif semakin mahal ke pusat kota dan menertibkan parkir liar. (Kemudian) memperbanyak park and ride di terminal bus, stasiun kereta api, dan halte-halte transit. (Selain itu) membangun trotoar dan jalur sepeda lebih banyak di pusat kota,” pungkas pakar planologi itu.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.