Terapi Untuk Nyeri Punggung di RS Premier Bintaro

Kesehatan

Terapi Untuk Nyeri Punggung di RS Premier Bintaro

Nyeri pada punggung merupakan keluhan nyeri yang sering diderita. Kalau cuma pegal-pegal saja, itu bisa dianggap biasa. Namun, jika seiring waktu rasa nyeri bisa semakin parah, akan mengganggu aktivitas dan tidur Anda. Bisa jadi nyari punggung datang tiba-tiba, terus sehari menghilang. Tak jarang, rasa nyeri pada punggung bisa berlangsung hingga seminggu. Jika itu terjadi dan sangat mengganggu, coba ikuti terapi untuk nyeri punggung di RS Premier Bintaro.

Biasanya penyebab nyeri pada punggung yang utama justru dari kebiasaan sehari-hari. Entah itu duduk agak membungkuk, berdiri dengan topangan tak seimbang, posisi tidur yang salah, hingga sering melakukan gerakan yang berlebihan. Selain itu, seperti dikutip dari artikel kesehatan di situs resmi RS Premier Bintaro (03/09/2018), penyebabnya juga bisa akibat membawa tas penuh dengan segala pernak-pernik dan peralatan kerja.

[Baca Juga : 8 Penyebab Sakit Pinggang yang Mengganggu]

Kebiasaan menyandang tas berat di satu bahu, juga bisa membuat punggung cedera. Jika cedera yang dialami tak terlalu serius, biasanya tak membutuhkan tindakan pengobatan yang drastis. Dokter hanya memberi obat pereda nyeri dan menyarankan mengubah kebiasaan penyebab nyeri punggung.

Dianggap Remeh

Empat dari lima orang dewasa, pernah atau akan mengalami nyeri punggung dengan tingkatan yang berbeda. Karena penyebabnya adalah kebiasaan sehari-hari yang terus terakumulasi, banyak orang meremehkan penyakit ini. Padahal, jika dibiarkan bisa menimbulkan cedera atau tarikan otot pada tulang punggung.

Masih dari sumber yang sama, tulang belakang tak pernah berhenti bekerja selama sehari penuh. Dengan kata lain, aktivitas apapun pasti melibatkan tulang belakang. Mulai dari duduk, berdiri, mengangkat barang, tidur, hingga olahraga. Bayangkan jika tulang yang terus bergerak itu mengalami nyeri? Segala aktivitas harian Anda akan terganggu dan merasa tidak nyaman. Jika terus memaksakan melakukan berbagai aktivitas, maka cedera pada tulang belakang akan bertambah parah.

Selain dari akumulasi kesalahan gerakan saat melakukan aktivitas sehari-hari, nyeri punggung juga bisa disebabkan akibat mengalami patah/retak tulang, tumor, atau infeksi. Untuk hal-hal tersebut pemeriksaan lebih mendetil penting untuk dilakukan. Bisa lewat beragam tes, seperti rontgen, MRI, atau CT scan, untuk melihat kondisi tulang belakang secara keseluruhan.

Namun, bila Anda merasakan nyeri pada punggung, tidak perlu khawatir dan berpikir macam-macam dulu. Tidak semua nyeri punggung harus berakhir di meja operasi. Kebanyakan kasus nyeri punggung malah tidak memerlukan tindakan serius. Sebagian besar masalah tulang belakang memang tidak memerlukan terapi invasif, cukup dengan mengikuti terapi non-invasif.

Program Fisioterapi DBC

Di RS Premier Bintaro, terdapat program fisioterapi dan latihan Documentation Based Care (DBC). Ini merupakan program rehabilitasi aktif dan komprehensif yang bertujuan menghilangkan rasa nyeri dan memulihkan fungsi tulang belakang. Program rehabilitasi ini juga mencegah berulangnya masalah-masalah tulang belakang.

DBC dapat digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan tulang belakang, akibat ragam penyebab. Mulai dari nyeri akibat peradangan, kecelakaan, pascaoperasi, syaraf terjepit (nerve root compression), penyempitan rongga tulang belakang (narrowing of spinal canal), hingga nyeri karena penyebab yang tak spesifik (nonspecific pain). Pasien dari remaja hingga lanjut usia, bisa menjalani program ini.

DBC tidak bisa menyembuhkan kelainan-kelainan tulang belakang bawaan, seperti skoliosis. Namun, dapat membantu mengatasi nyeri yang ditimbulkan dari kelainan tersebut. Sesuai dengan konsep rehabilitasi aktif, dalam program DBC, pasien diharuskan menjalani latihan menggunakan berbagai alat. Sebelum menjalani latihan, pasien diharuskan menjalani pemeriksaan awal untuk menentukan jenis latihan yang akan dijalani. Mereka yang kontraindikasi dengan program, tidak diperkenankan menjalani DBC. Antara lain, pasien dengan nyeri yang sangat akut, pasien terindikasi operasi, dan pasien dengan pecah tulang (fracture).

[Baca Juga : Menghilangkan Kutil dan Tahi Lalat dengan Elektrocauter]

Evaluasi hasil akan dilakukan setelah proses latihan selesai. Untuk mempertahankan hasil yang telah dicapai, pasien dianjurkan tetap mengikuti program DBC di RS Premier Bintaro dengan frekuensi latihan yang lebih jarang, seminggu sekali. Selain itu, pasien juga diharuskan menjalani kebiasaan-kebiasaan yang mendukung program, seperti sikap tubuh yang baik.


Read More

Artikel Lainnya

Terus Dorong Geliat Pariwisata Ibu Kota, Jakarnaval Digelar di Sirkuit E-Prix Jakarta.jpg

Berita Kawasan

Terus Dorong Geliat Pariwisata Ibu Kota, Jakarnaval Digelar di Sirkuit E-Prix Jakarta

12 August 2022, 16:43

Pada 14 Agustus 2022, Sirkuit Internasional E-Prix Jakarta akan menjadi lokasi acara puncak karnaval bernama Jakarnaval yang digelar untuk geliatkan wisata di Ibu Kota.

Dinkes Kota Tangerang Edukasi Warganya Terkait Obat Kadaluars a.jpg

Kesehatan

Dinkes Kota Tangerang Edukasi Warganya Terkait Obat Kadaluarsa

12 August 2022, 14:41

Setelah ramainya kabar mengenai balita di wilayahnya yang diberikan obat kadaluarsa, Dinkes Kota Tangerang berikan edukasi publik

KFC Hadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Gerai Jakarta Barat Ini.jpg

Bisnis

KFC Hadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Gerai Jakarta Barat Ini

12 August 2022, 10:30

Pada pekan ini, berkat kolaborasi PT Fast Food Indonesia dan PT Agra Surya Energi, KFC Indonesia meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di salah satu gerainya.

Jelang HUT RI ke-77, Ini Gedung Saksi Sejarah Perobekan Bendera Belanda di Bandun g.jpg

Properti dan Solusi

Jelang HUT RI ke-77, Ini Gedung Saksi Sejarah Perobekan Bendera Belanda di Bandung

11 August 2022, 17:17

Jika Anda berencana wisata sejarah di Kota Bandung jelang HUT RI ke-77 maka gedung yang berada di area Jalan Braga ini menjadi salah satu objek yang bisa Anda kunjungi.


Comments


Please Login to leave a comment.