Terkait Kekerasan, Komnas Perempuan KDRT Masih yang Tertinggi

Berita Kawasan

Terkait Kekerasan, Komnas Perempuan: KDRT Masih yang Tertinggi

Saat ini dunia internasional, termasuk Indonesia, tengah memperingati Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang dilakukan sejak 25 November 2019. Dalam rangka momentum ini, PingPoint.co.id pun mengunjungi Komnas Perempuan untuk menilik kasus kekerasan terhadap perempuan apa yang hingga kini masih membayangi kaum hawa di Nusantara. Dari banyaknya kasus kekerasan yang terjadi, ternyata Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT masih yang tertinggi angkanya.

“Di seluruh Indonesia ya, ini cukup merata itu yang banyak ini 71 persen kekerasan dalam rumah tangga. Baru sisanya (yang terjadi) ada di ruang publik seperti pelecehan seksual, kekerasan seksual, kemudian ada cyber violence. Tapi memang dari tahun ke tahun masih tetap paling banyak kekerasan dalam rumah tangga, jadi di ruang privat bukan di ruang publik,” ungkap Komisioner Komnas Perempuan Adriana Venny kepada PingPoint.co.id di gedung Komnas Perempuan, Jln. Latuharhari no 4B, Menteng, Jakarta Pusat (2/12/2019).

Terkait Kekerasan, Komnas Perempuan KDRT Masih yang Tertinggi

Dari 71 persen laporan KDRT di tahun 2018 yang dihimpun Komnas Perempuan terdapat banyak bentuknya. Menurut Adriana bentuk kasus KDRT mengacu kepada Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga terdapat empat macam jenisnya yang terdiri dari kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan ekonomi, dan kekerasan seksual.

“Jadi yang paling banyak itu kekerasan psikis, dimaki-maki, di-bully, dibilang ‘perempuan tidak berguna’ atau ‘istri tidak berguna’. Dari kata-kata ya tapi itu kan menyakitkan dan menimbulkan trauma. (Kemudian) yang cukup banyak juga adalah kekerasan fisik itu bisa dipukul, dijambak, ditendang yang kemudian menimbulkan luka,” sambungnya.

[Baca Juga: Simak Agenda Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan]

Sedangkan untuk contoh kekerasan ekonomi biasanya yang terjadi adalah perampasan barang atau morotin harta milik korban, atau melarang korban bekerja sehingga tidak berdaya secara ekonomi dan merasa ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

Selain itu dalam kategori kekerasan seksual sendiri terdapat banyak contoh kasusnya. Dari mulai pencabulan, pelecehan seksual, pemaksaan aborsi, persetubuhan, dan lainnya. Namun berdasarkan data Komnas Perempuan, KDRT yang juga paling banyak terjadi dari 2,988 kasus adalah inses. Setidaknya tercatat pada tahun 2018 terdapat 1.071 kasus inses dengan perkosaan yang berada di nomor dua dengan jumlah 818.

Menurut data Komnas Perempuan, inses merupakan kasus kekerasan seksual dalam KDRT yang paling sulit dilaporkan. Pasalnya, korban merasa enggan untuk melaporkan karena tertuntut menjaga nama baik keluarga yang di mana mayoritas pelakunya merupakan ayah dan paman di keluarga tersebut.

[Baca Juga: Ini Alasan Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Digelar 16 Hari]

“Sebenarnya kekerasan terhadap perempuan di ruang privat dan ruang publik itu terjadi karena sebenarnya adalah mindset ya. Jadi pola berpikir bahwa perempuan itu bisa dijadikan objek kekerasan, perempuan itu bisa dianggap sebagai objek pelecehan seksual. Mindset itu yang harus diubah,” tegas Adriana

Komisioner Komnas Perempuan menambahkan, dalam rangka menghapus kekerasan terhadap perempuan seperti ini sebenarnya yang diperlukan adalah mengubah pola pikir di keluarga, khususnya kepada anak-anak. “Orangtua ini harus mengajari anaknya secara kecil untuk menghormati perempuan. Sehingga ketika anak ini dewasa, dia memperlakukan perempuan tanpa kekerasan, tanpa melecehkan. Dia sebagai mitra yang equal, mitra yang setara, bukan menganggap perempuan lebih rendah dari laki-laki,” imbuhnya.

Read More

Artikel Lainnya

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik .jpg

Berita Kawasan

Aman di Masa Pandemi, Terminal Jatijajar Sudah Terapkan Tiket Elektronik

29 September 2020, 16:08

Salah satu inovasi yang diterapkan di Terminal Jatijajar di masa pandemi seperti sekarang adalah pemberlakukan sistem e-ticketing.

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir.jpg

Berita Kawasan

Musim Hujan, Wali Kota Tangerang Persiapkan Langkah Antisipasi Banjir

29 September 2020, 15:03

Wali Kota Tangerang memastikan pihaknya sudah mempersiapkan skenario antisipasi terhadap potensi terjadinya banjir akibat musim hujan.

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember.jpg

Berita Kawasan

Pemkot Semarang Kejar Target Zona Hijau COVID-19 pada Desember

29 September 2020, 14:02

Pemkot Tangerang saat ini tengah bekerja keras untuk mengubah status wilayahnya dari zona orange menjadi zona hijau COVID-19.

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September .jpg

Berita Kawasan

Pedagangnya Positif COVID-19, Pasar Ciplak Ditutup Sampai 30 September

29 September 2020, 13:01

Pasar Ciplak di wilayah Jakarta Selatan disebut ditutup pada pekan ini usai ada pedagang yang positif COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.