DUREN SAWIT BISNIS TERMINAL PULO GEBANG BISA JADI KAWASAN BISNIS BARU DI JAKARTA TIMUR

Bisnis

Terminal Pulo Gebang Bisa Jadi Kawasan Bisnis Baru di Jakarta Timur

Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulo Gebang atau yang lebih sering disebut Terminal Pulo Gebang, merupakan tempat perhentian bus di wilayah Cakung, Jakarta Timur. Terminal ini juga menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara karena memiliki area seluas 12,5 hektare. Sebanyak 5,4 hektare di antaranya difungsikan sebagai bangunan.

Salah satu area dan bangunan di lingkungan terminal ini dilengkapi dengan kios-kios yang menjual berbagai kebutuhan. Hal ini membuat Terminal Pulo Gebang tidak hanya berfungsi sebagai tempat perhentian bus antarkota antarprovinsi (AKAP), tapi juga pusat atau kawasan bisnis di Jakarta Timur.

Kios-kios di Terminal Pulo Gebang ini umumnya berada di Gedung C yang jadi zona perpindahan atau area kedatangan, kantor, serta area komersial. Barang dagangan yang dijual di sana pun cukup beragam. Mulai dari tekstil, aksesori, kuliner, hingga sembako ada di sana. Variasi barang dagang ini terbilang unik mengingat fungsi utama area berjualan adalah terminal, bukan pasar atau sejenisnya. Tetapi justru, di sinilah letak keunikan terminal Tipe A atau terminal induk tersebut.

[Baca Juga : Peluang dan Tips Bisnis Kos-kosan di Matraman]

Karena keunikan ini pula, pengamat transportasi yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengatakan, Terminal Pulo Gebang punya potensi untuk dikembangkan sebagai pusat grosir. Bahkan jika tidak difungsikan sebagai terminal, kawasan ini bisa dijadikan sebagai area komersial yang mampu menggantikan peran Pusat Grosir Tanah Abang. Ini karena luas area dan lokasi strategis yang dimiliki Terminal Pulo Gebang. “Memang selama ini difungsikan sebagai terminal. Tapi akan lebih baik jika dijadikan sebagai pusat grosir. Karena kalau untuk terminal aksesnya terlalu sulit,” katanya kepada PingPoint.co.id, baru-baru ini.

Terlepas dari masalah fungsi atau peruntukkan tersebut, intinya, Terminal Pulo Gebang potensial untuk dijadikan kawasan bisnis dan tempat usaha. Hal ini juga dibuktikan oleh para pedagang yang sudah berjualan di sana. Mereka mengaku bisa mendapat omzet hingga jutaan rupiah, dan keuntungan bersih sebesar Rp100 ribu sampai Rp300 ribu dalam sehari.

Keuntungan itu akan makin berlipat ganda saat musim mudik tiba. Itu karena terminal ini jadi pusat keberangkatan bus dari Jakarta menuju daerah-daerah lain di Indonesia. “Di hari-hari biasa saja omzet sebulan bisa mencapai Rp2 juta. Artinya, memang di sini prospektif untuk berjualan,” ujar Ratih (40), salah seorang pedagang makanan dan minuman di terminal Pulo Gebang seperti dikutip dari mediaindonesia.com.

Pengunjung Terminal Meningkat

Seiring berjalannya waktu, Terminal Pulo Gebang semakin ramai. Ini karena kian banyaknya perusahaan otobus (PO) yang beroperasi di terminal tersebut. Dengan demikian, pengunjung terminal yang resmi beroperasi pada 28 Desember 2016 ini pun semain banyak, dan ini juga pastinya berdampak pada pemasukan yang bisa diraih para pemilik atau penyewa kios di Terminal Pulo Gebang.

Mengutip metrotvnews.com, mulai atau pada awal tahun kemarin, jumlah pengunjung Terminal Pulo Gebang meningkat. Penanggung Jawab Area Keberangkatan Terminal Pulogebang Anwar Manshur membenarkan hal itu. Berdasarkan data yang dia miliki, pada Januari 2017 tercatat 151.794 penumpang tiba dan berangkat dari Pulogebang. Rinciannya, sebanyak 63.374 berangkat dan 88.420 datang. Padahal pada Desember 2016, penumpang di terminal itu masih di kisaran 100 ribu. "Jumlah busnya juga naik dari 6.658 pada November 2016 menjadi 9.638 pada Januari 2017," kata Anwar Manshur.

Kenaikan yang demikian cepat lantaran pemindahan bus AKAP dari sejumlah terminal bayangan ke Terminal Pulo Gebang. Apalagi, ultimatum Kementerian Perhubungan akan mencabut izin PO yang tidak pindah ke Terminal Pulo Gebang. "Ini tidak lepas dari upaya penertiban terminal bayangan di sejumlah lokasi di Jakarta serta tentunya perbaikan sejumlah fasilitas di terminal," imbuh Anwar Manshur.

[Baca Juga : Bisnis Pijat Refleksi Mengalir Lancar di Pluit]

Terminal Pulo Gebang bukan hanya diperuntukkan tempat pemberangkatan dan pemberhentian bus, melainkan juga untuk mengurai kemacetan. Pembenahan terminal menjadi demikian modern merupakan cara pemerintah agar masyarakat mendapatkan transportasi publik yang terintegrasi, aman, dan nyaman. Secara tidak langsung, ini juga tentunya kabar baik bagi para pelaku usaha. Mereka bisa mengisi ratusan kios yang disediakan pengelola untuk meraih peluang bisnis yang mulai cerah di sekitar kawasan terminal tersebut.

Read More

Artikel Lainnya

Puluhan RW di Kota Depok Ini Jadi Kampung Siaga Covid-19 2

Berita Kawasan

Puluhan RW di Kota Depok Ini Jadi Kampung Siaga COVID-19

04 April 2020, 12:00

Dalam upaya memberikan edukasi serta bersama-sama bergerak untuk cegah penyebaran Virus Corona, RW di Kelurahan Mekarsari menjadi Kampung Siaga COVID-19.

Cegah Covid-19, Sejumlah Kelurahan Jakarta Timur Terapkan Karantina Wilayah

Berita Kawasan

Cegah COVID-19, Sejumlah Kelurahan Jakarta Timur Terapkan Karantina Wilayah

04 April 2020, 11:00

Lima kelurahan di kawasan Jakarta Timur mengurangi akses keluar-masuk wilayahnya demi mencegah penyebaran COVID-19.

Kini Haruskah Pakai Masker Saat Keluar Rumah

Kesehatan

Kini, Haruskah Pakai Masker Saat Keluar Rumah?

04 April 2020, 10:00

Menteri Terawan pernah mengatakan masker hanya bagi yang sakit dan tenaga medis. Kini, ketika jumlah kasus makin tinggi, masihkah orang sehat diimbau tidak pakai masker?

Begini Skenario Pelaksanaan Listrik Gratis dari Pemerintah

Bisnis

Begini Skenario Pelaksanaan Listrik Gratis dari Pemerintah

04 April 2020, 10:00

Untuk periode April, Anda sudah bisa mendapatkan manfaat dari kebijakan presiden bagi pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA.


Comments


Please Login to leave a comment.