KEBON-JERUK_PENDIDIKAN_TERNYATA-ADA-CARA-KHUSUS-UNTUK-LEBIH-MEMAHAMI-ANAK_IVAN_REVISI-01.jpg

Pendidikan

Ternyata, Ada Cara Khusus untuk Lebih Memahami Anak

Mendidik anak tidak bisa dilakukan sembarangan. Itulah sebabnya, setiap orang yang terlibat kegiatan bersama anak harus punya bekal ilmu untuk bisa melakukan hal tersebut. Di sisi lain, mereka juga harus paham setiap tahap perkembangan anak, baik secara fisik maupun perkembangan otaknya. Ini agar pendidikan yang diberikan sesuai. Sehingga anak lebih mudah menerima dan memahaminya, serta agar anak dapat berkembang untuk kematangan tahap selanjutnya.

Untungnya, saat ini banyak berkembang berbagai program pendekatan yang bisa memberikan pendidikan tentang perkembangan anak kepada para orang tua. Tujuannya tidak lain agar mereka yang berinteraksi dengan anak, khususnya para orangtua dan tenaga pendidik bisa lebih mengenal profil sang anak. Sehingga, mereka pun akan lebih mudah memberi pengarahan, dan di sisi lain anak akan lebih mudah menerima arahan.

Salah satu program pendekatan yang dimaksud adalah Neurokinestetik. Program ini dibangun oleh Togu Pardamean dan Anne Gracia di bawah naungan PT Ananta Lingkar Cahaya. “Neurokinesterik sendiri merupakan model holistik dari beragam disiplin ilmu yang mendasari rangkaian program aktivitas gerak, untuk memberi rangsang kematangan fungsi otak pada individu. Rangkaian program yang integratif ini diciptakan berdasar analisa pada identifikasi rantai sistem yang saling berkaitan antara fisik, pikiran, dan emosi,” jelas Togu Pardamean menjelaskan definisi Neurokinestetik secara ilmiah.

[Baca Juga : Bermain Sambil Belajar di Taman Safari Bogor]

Kepada PingPoint.co.id, Togu mengatakan kalau program ini tidak hanya dihadirkan dan fokus pada orangtua, tapi juga bisa untuk para guru maupun lembaga di bidang private sector dan public sector yang ingin jadi pendidik serta pendamping Anak yang baik. Sebab dalam program tersebut, para peserta akan diberi pemahaman berdasarkan ilmu pengetahuan terapan yang banyak mengupas tentang perkembangan gerak manusia.

Dengan mengikuti pelatihan yang dihadirkan Neurokinestetik, para pendidik bisa mendapatkan keterampilan untuk melakukan pengamatan. Orangtua atau tenaga pendidik pun jadi bisa lebih memahami Anak atau peserta didiknya. Mereka bahkan jadi bisa langsung tahu bila terdapat jarak antara perkembangan otak dengan tahapan usia anak. Dengan demikian, pendidik dapat menyusun berbagai materi pendidikan serta aktifitas yang sesuai untuk mendorong perkembangan otak anak sesuai dengan tahapan usianya.

“Aktifitas pengamatan terstruktur menjadi awal yang kemudian menghubungkan kebutuhan penguatan kematangan kerja otak menuju kinerja optimal sesuai usia pertumbuhan. Aktifitas pengamatan ini kemudian disusun dalam paket aplikasi Profilling Neurokinestetik yang dilatih melalui kursus FPDNK (Fasilitator Penapisan Dasar Neurokinestetik) dan NCP (Neurokinestetik Certificated Practitioner),” jelas Togu.

“Dengan kebutuhan dan permintaan pelatihan yang semakin meningkat, maka kami juga hadirkan materi dan pelatihan narasumber Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Remaja, Parenting AUD, dan Parenting Remaja selain kursus FPDNK,” timpal Anne.

[Baca Juga : Belajar Membuat Korean Flower Buttercream yang Cantik]

Para peserta pelatihan pun nantinya akan mendapat kemampuan dan bisa menjadi bagian dari tim Neurokinestetik, untuk bersama-sama membantu Anak mencapai perkembangan fungsi otak sesuai tahapan usianya. Sementara untuk bisa mengikuti kelas pelatihan yang diselenggarakan Neurokinestetik, baik Togu maupun Anne menjelaskan kalau calon peserta bisa menghubungi dan terus mengikuti info dari akun Instagram @neurokinestetik, fanpage Facebook Neurokinestetik, hingga berselancar di www.neurokinestetik.co.id.

“Info mengenai seminar maupun pelatihan juga bisa langsung kontak ke email info@neurokinestetik.co.id. Biaya pelatihannya berkisar antara antara Rp700.000 sampai Rp2,5 juta,” beber Anne. Dengan investasi itu, peserta pelatihan pun akan mendapatkan modul materi, sertifikat, dan bisa bergabung dengan tim Neurokinestetik.

Read More

Artikel Lainnya

Kisah #AksiHidupBaik Sang Inisiator Penghijauan Kelurahan Karang Anyar

Berita Kawasan

Kisah #AksiHidupBaik Sang Inisiator Penghijauan Kelurahan Karang Anyar

18 November 2019, 19:00

Euis Kurniawati adalah salah satu nominasi Ibu Ibukota Awards Bidang Pelestarian Lingkungan. Simak #AksiHidupBaik yang dilakukannya di sini.

Kapal Pembersih Sungai Siap Dioperasikan di Kota Bekasi

Berita Kawasan

Kapal Pembersih Sungai Siap Dioperasikan di Kota Bekasi

18 November 2019, 18:00

Kapal pembersih sungai yang diberikan oleh Waste4Change ini mampu menjaring sampah setidaknya 200-300 kilogram.

Ini Dia Tips Memilih Sepatu Lari Untuk Pemula

Kesehatan

Ini Dia Tips Memilih Sepatu Lari untuk Pemula

18 November 2019, 17:00

Pemilihan sepatu lari yang pas berpengaruh terhadap performa loh. Salah-salah malah bikin kaki kamu terkilir. Berikut tips bagi kalian yang ingin membeli sepatu lari.

Sekolah Pribumi Pertama di Batavia Ada di Cikini

Berita Kawasan

Sekolah Pribumi Pertama di Batavia Ada di Cikini

18 November 2019, 16:00

Gedung sekolah yang kini menjadi SMPN 1 Jakarta ini ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Inilah sejarah sekolah pribumi pertama di Batavia.


Comments


Please Login to leave a comment.