Ternyata Masih Ada 17 Persen Balita di Ibukota Alami Stunting

Kesehatan

Ternyata Masih Ada 17 Persen Balita di Ibu Kota Alami Stunting

Sebanyak 9 juta anak di Indonesia menderita stunting. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara yang biasa diasosiasikan dengan masalah stunting, seperti Sudan Selatan, Comoros, dan Liberia. Permasalahan stunting ini membutuhkan upaya penanggulangan yang terintegrasi antara pemerintah, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), kader/tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Stunting bisa terjadi karena banyak sebab, di antaranya kurangnya asupan gizi, kebersihan yang kurang memadai, kurangnya edukasi orang tua, kader, dan tenaga kesehatan di lingkungan sekitar, dan masih banyak alasan lainnya. Angka stunting yang paling tinggi di Indonesia ditemukan pada daerah NTT (Nusa Tenggara Timur), persentasenya hampir 40 persen lebih.

Ternyata Masih Ada 17 Persen Balita di Ibukota Alami Stunting

Namun, hal tersebut terjadi karena tidak seimbangnya edukasi dan fasilitas kesehatan. bagaimana dengan Ibu kota Indonesia, DKI Jakarta? kota metropolitan di mana Anda bisa menemukan makanan segar dengan mudahnya, kebersihannya pun jauh lebih baik dibandingkan daerah-daerah rural, selain itu informasi juga lebih mudah didapatkan. Dengan fasilitas lengkap, apakah DKI Jakarta sudah bebas stunting?

Rupanya tidak, menurut data terakhir Kementrian Kesehatan (Kemkes) Republik Indonesia, Desember 2019, prevelansi stunting di Ibukota mencapai 17 persen. Jika dibandingkan dengan persentase di NTT, angka ini memang cenderung rendah. Akan tetapi, apa yang jadi penyebab anak-anak di ibukota masih saja ada yang mengalami stunting?

[Baca Juga: 1000 Day Funding Bagikan 12.000 Poster Tinggi Badan untuk Cegah Stunting]

Menurut Kepala Badan Litbang Kesehatan Kemkes dr. Siswanto, MHP, DTM, saat ditemui Pingpoint (10/2/2020) menyebutkan, hal tersebut terjadi karena di DKI Jakarta masih ada lokasi yang padat penduduk. Di sana, kebersihan terbilang masih kurang, begitu pula literasi ibu dan lingkungan mengenai stunting.

Mengutip dari berita Liputan6 yang diunggah pada November 2019, Jakarta Timur merupakan kota yang memiliki jumlah kasus stunting usia balita terbanyak di DKI Jakarta. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan menyebutkan tiga hal yang jadi penyebab tingginya angka stunting di Jakarta Timur, yaitu populasi penduduk Jakarta Timur terbanyak di DKI, kemudian angka masyarakat miskin juga tinggi, serta ada kesenjangan pada panjang badan dan umur.

[Baca Juga: Kenali dan Atasi Dampak Stunting di Kemudian Hari]

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta pada Mei 2019, terdapat 15.657 anak balita yang memiliki tubuh sangat pendek dan 19.122 anak bali yang bertubuh pendek. Jakarta Timur memiliki 4.857 balita dengan kategori sangat pendek dan 5.628 balita kategori pendek.

Read More

Artikel Lainnya

Pemprov DKI Siapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

Berita Kawasan

Pemprov DKI Siapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

27 September 2020, 17:01

Pertumbuhan penduduk jika tidak disertai perbaikan sistem pengelolaan pembuangan air limbah domestik dapat menyebabkan pencemaran.

IBB TV Satelit Bandung132, Kado HUT ke-210 bagi Warga

Berita Kawasan

IBB TV Satelit "Bandung132", Kado HUT ke-210 bagi Warga

27 September 2020, 09:59

IBB TV Bandung132 diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial di Pendopo Kota Bandung, 25 September 2020.

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

Berita Kawasan

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

26 September 2020, 17:46

Menelan anggaran sebesar 20 milyar rupiah, pelebaran akses yang menghubungkan Gunungpati dan Gajahmungkur itu ditargetkan rampung November 2020.

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

Hobi dan Hiburan

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

26 September 2020, 11:39

Ini dilakukan outdoor. Mudah-mudahan tidak terlalu khawatir juga sama COVID-19. Karena kita berada di mobil sendiri relatif lebih aman.


Comments


Please Login to leave a comment.