hutan kotaOK2.jpg

Properti dan Solusi

Tersisa 13 Hutan Kota, DLH Kota Semarang Minta Jaga Kelestariannya

Di daerah perkotaan, polusi udara dan peningkatan suhu merupakan hal yang umum terjadi. Namun jika dibiarkan hal tersebut akan merusak lingkungan bahkan mengganggu aktivitas masyarakat karena dampak yang ditimbulkan. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dibuatlah hutan kota yang bertujuan untuk menjaga kelestarian, keserasian dan keseimbangan ekosistem perkotaan. Hutan kota menjadi penjaga kebersihan udara, ketersediaan air tanah, pelindung terik matahari, sebagai tempat hidup satwa dan bisa digunakan sebagai tempat rekreasi.

Namun sayang, saat ini di kota Semarang hutan kota jumlahnya semakin berkurang yang disebabkan oleh pengalih fungsian. Akibatnya produksi oksigen berkurang dan menyebabkan suhu di kota Semarang akhir-akhir ini menjadi semakin panas. Padahal sejatinya hutan kota juga bisa mengurangi dampak cuaca yang tidak bersahabat seperti mengurangi kecepatan angin, mengurangi banjir, memberi keteduhan, dan juga mengurangi efek pemanasan global. Maka itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang menggiatkan kembali program menjaga kelestarian hutan kota kepada masyarakat. Saat ini di kota Semarang hanya tersisa sedikitnya 13 wilayah hutan kota saja.

hutan kotaOK.jpg

Sapto Adi Sugihartono selaku Kepala DLH Kota Semarang mengatakan bahwa pihaknya telah berkomitmen untuk menjaga kelestarian kawasan paru-paru kota tersebut karena perannya yang sangat penting bagi masyarakat terutama untuk memproduksi oksigen. “Terus misalnya, kalau hutan kota tersebut pohonnya ditebangi, kemudian dialihkan jadi bangunan, ya akan hilang produksi oksigennya, dan bahkan suhu udara di area Kota Semarang akan lebih panas, maka dari itu bagaimana caranya kita berkomitmen untuk mempertahankan hutan kota itu,” ucapnya.

Beberapa upaya dan komitmen yang dilakukan oleh DLH kota Semarang antara lain sosialisasi kepada masyarakat, termasuk pengecekan dan mengelola hutan kota dengan menyebar para petugas yang akan menyirami tanaman, menanam aneka vegetasi hingga merawatnya. “Tentu akan berkomitmen mempertahankan hutan kota yang ada. Sebab salah satu fungsi dari tanaman yang ada di hutan kota adalah memproduksi oksigen, jadi sangat vital keberadaan hutan kota tersebut,” ujar Sapto dalam keterangan tertulis yang diterima Pingpoint.co.id (16/10/2021).

[Baca Juga: Wisata Alam Hutan Pinus Gendro, Surganya Fotografer]

Menurut keterangan Sapto, saat ini terdapat satu hutan kota yang letaknya ditengah pemukiman warga dan berfungsi sebagai resapan air. Hutan kota tersebut berada di komplek Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari. Dengan adanya hutan kota ini, pihaknya berharap agar masyarakat dapat menjaga kelestariannya. “Kita jaga hutan kota ini bersama-sama. Hutan kota boleh dimanfaatkan untuk edukasi, atau melakukan aktivitas, asalkan tidak merusak hutan kota tersebut,” tambahnya.

Berdasarkan data DLH Kota Semarang, terdapat 13 kawasan hutan kota yang sepuluh diantaranya adalah milik Pemerintah Kota Semarang, sementara lainnya dimiliki oleh pihak tertentu. Berikut ini data kawasan hutan Kota yang tersebar di kota Semarang yang bisa dijadikan referensi wisata edukasi Pointers.

hutan kotaOK3.jpg

Inilah 10 kawasan hutan kota milik Pemkot Semarang

  • Tanah eks bengkok di Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, seluas 0,25 hektare.
  • Tanah eks bengkok di Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, luasnya 0,30 hektare.
  • Tanah eks bengkok di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, seluas 26,00 hektare.
  • Hutan Gunung Talang di Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajah Mungkur, luas 4,00 hektare.
  • Tanah eks bengkok di Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, dengan luas 1,00 hektare.
  • Hutan Wisata UPTD Hutan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, luas 57,50 hektare.
  • Tanah eks bengkok di Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk, luasan 0,30 hektare.
  • Lahan eks Pasar Rejomulyo, di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, luas 2,50 hektare.
  • Lahan Desa di Kelurahan Wonoplumbon, Kecamatan Mijen, dengan luas 0,5 hektare.
  • Lahan di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari (Kawasan TBRS), seluas 1,5 hektare.

Selain itu, berikut tiga kawasan hutan kota bukan milik Pemkot Semarang.

  • Lahan di Kompleks Kampus Universitas Diponegoro (Undip), Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang, luas 25 hektare, pemilik Undip.
  • Tanah Wakaf Bondho Masjid di Kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, luas 1,30 hektare, pemilik MAJT
  • Lahan di Kompleks Unissula, Jl Kaligawe KM 4, Kelurahan Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk, luas 4 hektare, pemilik Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung.(HS)

Read More

Artikel Lainnya

Mencicipi Kelezatan Iga Bakar si Jangkung di Bandung 2.jpg

Kuliner

Mencicipi Kelezatan Iga Bakar si Jangkung di Bandung

07 December 2021, 18:02

Iga Bakar si Jangkung bisa dijadikan pilihan kuliner saat akan berkunjung ke Kota Bandung. Rasa yang ditawarkan begitu gurih dan lezat, apalagi sangat cocok disantap saat panas.

Banjir Rob Bayangin Warganya, Ini yang Dilakukan Pemkot Jakarta Utara.jpg

Berita Kawasan

Banjir Rob Bayangin Warganya, Ini yang Dilakukan Pemkot Jakarta Utara

07 December 2021, 17:35

Dari mulai pompa hingga mengerahkan petugas untuk membersihkan sampah yang diakibatkan banjir rob menjadi bagian upaya Pemkot Jakarta Utara untuk tangani situasi ini.

Sabun Nature DK Sabun Mandi Pas Untuk Kulit Dengan Bahan Alami

Bisnis

Sabun Nature DK Sabun Mandi Pas Untuk Kulit Dengan Bahan Alami

07 December 2021, 17:05

Sabun Nature DK bisa dipakai untuk wajah dan tubuh. Fungsinya menutrisi dan membersihkan kulit kita jadi lebih mulus sehat dan wangi.

padepokan talangOK4.jpg

Pendidikan

Lama Mangkrak, Padepokan Silat Gunung Talang akan Dibangun Kembali

07 December 2021, 16:34

“Harapannya tahun depan terealisasi, dan lahan aset Pemkot Semarang ini bisa dimanfaatkan untuk sarana latihan para atlet, khususnya olahraga silat untuk mengasah kemampuan, sehingga berprestasi di ajang event olahraga.”


Comments


Please Login to leave a comment.