Terus Berkreasi, Kampung Silat Petukangan Gelar Pentas Virtual

Hobi dan Hiburan

Terus Berkreasi, Kampung Silat Petukangan Gelar Pentas Virtual

Yayasan Kampung Silat Petukangan (YKSP), Pesanggrahan, Jakarta Selatan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-493 Kota Jakarta dengan menyelenggarakan pentas virtual pertunjukan Silat Beksi dalam puisi. "Silat Beksi merupakan bagian dari seni dan budaya Betawi. Untuk itu, dalam rangka merayakan HUT Jakarta tahun ini, kami gelar pentas virtual pertunjukan Silat Beksi dalam puisi," ujar Ketua Umum YKSP Naufal Haryawan seperti dilansir dari beritajakarta.id (28/6/2020).

Naufal menuturkan, dalam pertunjukan pentas virtual ini, pihaknya membawakan cerita tentang H. Godjalih, seorang pemain rebana sekaligus orang yang pertama kali mengenalkan dan mengajarkan Silat Beksi di kawasan Petukangan pada 1930. "Dari tangan dingin H. Godjalih, lahir sejumlah guru besar Silat Beksi seperti H. Hasbullah, Kong Simin, Kong Noer dan Mandor Minggu," ungkapnya.

Terus Berkreasi, Kampung Silat Petukangan Gelar Pentas Virtual

Menurut Naufal, pentas virtual ini berhasil terselenggara berkat bantuan dari Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dibantu aparatur kelurahan dan kecamatan setempat. Dalam pertunjukan tersebut, para murid dari masing-masing perguruan Silat Beksi ikut ambil bagian memainkan peran dalam cerita yang dibawakan.

"Pentas virtual ini kami lakukan sebagai sumbangsih kita ke Pemprov DKI yang telah membantu melestarikan Silat Beksi di Petukangan," tandasnya.

[Baca Juga: Yayasan Kampung Silat Petukangan Lestarikan Silat Beksi]

Kegiatan ini juga dilakukan YKSP untuk terus menjaga eksistensi Silat Beksi Petukangan. "Melalui kegiatan itu, kami ingin Silat Beksi Petukangan semakin dikenal luas masyarakat," ujarnya.

Naupal menjelaskan, YKSP bermarkas di Jalan Ciledug Raya Nomor 46, RT 06/04, Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggaran, Jakarta Selatan. "Silat Beksi Petukangan mengacu pada sanad keilmuan lima tokoh atau guru yakni, Haji Godjalih, Haji Hasbullah, Kong Simin, Kong Noer, dan Mandor Minggu," terangnya.

[Baca Juga: Kampung Silat Beksi Direncanakan Jadi Tempat Wisata]

Ia menambahkan, YKSP sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin mempelajari dan berlatih Silat Beksi Petukangan. Bahkan, anggota yang menekuni bela diri khas Betawi tersebut juga bisa diajak untuk ikut dalam berbagai kegiatan seni budaya. "Kami biasa diundang Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk mengikuti kegiatan seni budaya. Termasuk, di Taman Ismail Marzuki dan hotel," ungkapnya.

Naupal berharap, eksistensi Silat Beksi Petukangan bisa terus terjaga, terutama melalui proses regenerasi. "Kami ingin semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari Silat Beksi Petukangan," tandasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.