Tiba Terminal Malang, Ratusan Santriwati Lakukan Sterilisasi

Berita Kawasan

Tiba Terminal Malang, Ratusan Santriwati Lakukan Sterilisasi

Ratusan santri putri asal Kota Malang yang baru pulang dari Pondok Pesantren Modern Gontor lakukan sterilisasi dan pengecekan medis sebelum pulang ke rumahnya masing-masing. Saat turun dari bus di Terminal Arjosari Kota Malang, mereka tidak diperkenankan terlebih dulu untuk bertemu dengan orangtua yang telah menunggu di terminal. Sebagaimana standar operasional prosedur, para santri tersebut yang baru datang dari luar kota langsung dikawal petugas dan dibawa ke tempat khusus untuk sterilisasi.

Tiba Terminal Malang, Ratusan Santriwati Lakukan Sterilisasi

Sterilisasi dilakukan dengan beberapa tahap, antara lain cuci tangan menggunakan sabun, disemprot di bilik Sikat Corona, pengecekan suhu badannya serta dilakukan pendataan. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan penularan COVID-19,

Melansir laman malang-post.com (14/04/2020). Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, langkah-langkah seperti ini diberlakukan bagi semua orang yang melintas di Terminal Arjosari. Bahkan bus yang baru datang pun harus disemprot dengan cairan disinfektan untuk mengantisipasi berbagai hal yang bisa terjadi. “Dalam dua hari ke depan juga akan datang lagi ratusan santri dari Gontor, sehingga petugas medis tetap akan disiagakan,” imbuhnya.

[Baca Juga: Unmer Malang Beri Kuota Internet pada Mahasiswa Sebesar 10 Gigabyte]

Mereka masuk dalam kategori orang yang akan dipantau Satgas COVID-19 Kota Malang. Meskipun hasil pemeriksaan dan sterilisasi tidak ditemukan indikasi yang terpapar COVID-19. Setelah sampai di pulang ke rumah, para santri diimbau untuk lakukan karantina mandiri.

“Dalam 14 hari ke depan para santri ini hendaknya melakukan karantina mandiri dan para orang tua diharapkan dapat melaksanakan imbauan ini,” tutur Sutiaji.

[Baca Juga: Persiapan Malang Raya Untuk Pengajuan Status PSBB]

Sutiaji menegaskan, berbagai langkah preventif yang dilakukan pihaknya adalah untuk memutus mata rantai penularan virus berbahaya itu sehingga diharapkan pasien positif di Kota Malang ini tidak terus bertambah.

Untuk diketahui, dari data Satgas COVID-19 Kota Malang, per tanggal 13 April 2020 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Malang berjumlah 77 orang, 460 orang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG) 153 jiwa, Orang Dalam Resiko (ODR) 1.047 orang, terkonfirmas positif ada 8 orang dengan rincian 4 orang sedang dirawat dan 4 orang dinyatakan sembuh, serta ada 4 orang meninggal.


Read More

Artikel Lainnya

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Vaksinasi, Pemkot Surabaya Siap Sweepin g.jpg

Kesehatan

Pastikan Anak Terlindung dari Campak via Imunisasi, Pemkot Surabaya Siap Sweeping

27 January 2023, 13:57

Banyaknya kasus campak di wilayah perbatasan Surabaya-Madura, mendorong Pemkot Surabaya untuk bergerak secara agresif demi memastikan anak-anak Kota Pahlawan sudah mendapatkan imunisasi campak.

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak.jpg

Kesehatan

Selama 2022 Ada Puluhan Suspek Campak, Dinkes Kota Yogyakarta Dorong Imunisasi Anak

27 January 2023, 10:55

Dinkes Kota Yogyakarta meminta agar orangtua melindungi buah hatinya dari ancaman penyakit campak dengan segera datang ke puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur In i.jpg

Bisnis

East Ventures Pimpin Pendanaan Awal untuk Startup Manufaktur Ini

26 January 2023, 15:30

Baru-baru ini perusahaan startup manufaktur Imajin disebut berhasil meraih suntikan pendanaan awal yang dipimpin East Ventures.

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus.jpg

Pendidikan

Ukur Kemampuan Bahasa Indonesia Mahasiswa, Dosen Unpad Hadirkan Tes Khusus

26 January 2023, 13:28

Tim dosen Unpad berhasil membuat inovasi tes khusus yang dapat menunjukan bagaimana kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Indonesia.


Comments


Please Login to leave a comment.