Tidak Bisa Tidur Selama Pandemi Ini 6 Langkah Atasi Coronasomnia

Kesehatan

Tidak Bisa Tidur Selama Pandemi? Ini 6 Langkah Atasi Coronasomnia

Ada nama khusus untuk insomnia yang telah muncul di seluruh dunia dalam sembilan bulan terakhir: coronasomnia. Spesialis perilaku tidur terkemuka Donn Posner, asisten profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford dan presiden Konsultan Sleepwell, bercerita bahwa ketika memberikan ceramah tentang kesehatan tidur, dia selalu bertanya siapa di antara hadirin yang dapat tidur tanpa kesulitan.

Kemudian dia bertanya kepada mereka bagaimana mereka melakukannya. Ternyata, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu karena tidur adalah fungsi tubuh kita yang tidak bisa kita kendalikan. "Sama seperti Anda tidak bisa membuat jantung Anda berdebar atau membuat diri Anda bernapas, Anda juga tidak bisa membuat diri Anda tertidur. Orang yang tidur nyenyak tidak membuat diri mereka tertidur. Mencoba membuat diri Anda tidur, menjadi terpaku pada tidur Anda, adalah faktor yang terus berlanjut yang membuat insomnia Anda tetap hidup," kata Posner dalam artikel di psychologytoday.com (6/1/2021).

Tidak Bisa Tidur Selama Pandemi Ini 6 Langkah Atasi Coronasomnia

Jadi, jika tidur adalah fungsi otomatis, apa yang membuat banyak dari Anda sulit mendapatkan tidur nyenyak pada malam hari? Dan mengapa pandemi memperburuknya? Menurut National Institutes of Health, Insomnia adalah gangguan tidur yang umum. Akibat insomnia, Anda mungkin kesulitan tidur, tidak bisa nyenyak, atau kualitas tidur kurang. Ini terjadi meskipun Anda punya waktu dan lingkungan yang tepat untuk tidur nyenyak.

Insomnia mengganggu aktivitas harian Anda dan mungkin membuat Anda merasa tidak nyaman atau mengantuk di siang hari. Insomnia jangka pendek dapat disebabkan oleh stres atau perubahan jadwal atau lingkungan. Itu bisa berlangsung selama beberapa hari atau minggu. Insomnia kronis (jangka panjang) terjadi tiga malam atau lebih dalam seminggu, berlangsung lebih dari tiga bulan, dan tidak dapat sepenuhnya dijelaskan oleh masalah kesehatan atau pengaruh obat.

[Baca Juga: 4 Tumbuhan Ini Bisa Bantu Penderita Insomnia]

Pandemi, tentu saja, merupakan pemicu stres utama yang disertai dengan berbagai tekanan lainnya, seperti kekhawatiran tentang kesehatan diri sendiri dan orang yang dicintai, masalah keuangan, pola baru bekerja dan belajar jarah jauh, situasi rumah yang padat dan tegang, kesepian, kecemasan, dan sebagainya. Gangguan yang sedang berlangsung itu kemudian menciptakan malam insomnia bahkan bagi orang yang biasanya tidur nyenyak.

Jadi, apa yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak secara teratur, meskipun COVID-19 sedang mewabah di depan pintu?

Tidak Bisa Tidur Selama Pandemi Ini 6 Langkah Atasi Coronasomnia

1) Jangan Memaksa Diri untuk Tidur

Ingatlah bahwa Anda pernah mengalami kesulitan tidur, dan tetap bisa bekerja keesokan harinya. Khawatir tentang tidur dan "mengusahakan bisa tidur" tidak akan membantu. Usaha ini malah akan membuat lebih sulit untuk tidur. Jika Anda belum mengalami insomnia kronis, saran selanjutnya adalah membiarkan tubuh melakukan apa yang dilakukannya secara alami. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan tidur malam yang nyenyak di malam berikutnya, atau mungkin setelah itu.

2) Atur Rutinitas Harian

Penting untuk mempertahankan jadwal yang teratur dan terstruktur dalam hidup Anda, termasuk tidak hanya ketika makan, tetapi juga ketika berolahraga, bekerja, dan ketika pergi tidur dan bangun. Pandemi telah mengubah rutinitas harian atau menghilangkannya sama sekali. Biasanya Anda memiliki rutinitas pagi untuk membangunkan anak-anak dan bersiap-siap untuk sekolah, berpakaian, mengambil kopi pagi dan berangkat kerja pada waktu tertentu. Semua itu tidak berlaku selama pandemi ketika Anda bekerja di rumah dan anak-anak juga belajar jarak jauh.

[Baca Juga: Ketahui Dampak Kesehatan yang Menghantui Pengidap Insomnia]

“Cobalah untuk berolahraga pada waktu yang sama setiap hari. Cobalah makan makanan di jam yang sama," ujar Posner. Penting juga untuk memberi batasan pada pekerjaan Anda. Saat di rumah, waktu kerja bisa terus berjalan, tetapi penting untuk memiliki pembagian antara pekerjaan dan relaksasi, seperti yang Anda lakukan jika pergi ke kantor setiap hari.

3) Luangkan Waktu Jeda Sebelum Tidur

Menurut Richard Barth, seorang spesialis tidur di San Francisc, siapkan waktu kira-kira satu jam sebelum waktu tidur di mana Anda bersantai, menyikat gigi, memakai baju tidur, berhenti bekerja, mematikan komputer dan elektronik lainnya, dll.

4) Pertahankan Waktu Bangun yang Teratur

Yang terakhir ini mungkin yang paling menarik dari rekomendasi Posner, "Waktu bangun adalah satu-satunya struktur terpenting yang ada." Menurutnya, bangun pada waktu yang berbeda sepanjang minggu sama dengan "jet lag sosial".

Dia memberi contoh bepergian melintasi zona waktu, maka tidur Anda akan terganggu. Itulah yang terjadi ketika kamu bangun jam 6 pagi pada suatu hari, dan 8 pagi keesokan harinya, dan jam 10 atau tengah hari pada hari-hari selanjutnya. Tubuh akan bereaksi saat dibangunkan pada waktu yang berbeda selama seminggu dengan cara yang sama seperti saat berada di semua zona waktu yang berbeda dalam periode waktu yang sama.

6 Efek Buruk yang Terjadi Pada Wajah Bila Kurang Tidur

Bangun pada waktu yang sama, setidaknya hampir setiap hari dalam seminggu, adalah salah satu kunci untuk mengatasi insomnia. Untuk memperbaiki jam tidur, Anda perlu mencoba bangun pada waktu yang sama setiap hari. Minimal pada hari kerja, 5 hari seminggu, dan bangun pada waktu berbeda di akhir pekan.

5) Jangan Khawatirkan Durasi

Ini juga mengejutkan.Posner berkata, “Banyak dari kita tidak tahu berapa banyak waktu tidur yang kita butuhkan.” Kita diberi tahu kalau membutuhkan 7-9 jam tidur tiap malam, tetapi datanya tidak begitu jelas. Jumlah tidur yang dibutuhkan individu ternyata sangat berbeda.

6) Jangan Ganti Jam Tidur yang Hilang

Ada bahan kimia yang disebut adenosine yang menumpuk di tubuh Anda pada siang hari untuk membuat bisa tertidur di malam hari. Jika Anda tidur larut malam kemudian tidur siang untuk mengganti tidur malam yang hilang, artinya tubuh tidak diberi kesempatan untuk membangun adenosin untuk tidur malam berikutnya. Dia mengatakan, tidak apa-apa untuk tidur siang, untuk waktu yang singkat (seperti 20 menit) di sore hari, ketika ada penurunan energi secara alami.

Masalah tidur selama pandemi adalah normal dan, setidaknya secara evolusioner, adaptif, karena tidak tidur secara historis merupakan respons yang sehat terhadap bahaya di lingkungan. Kekhawatiran, stres, perubahan gaya hidup, dan perubahan dalam kehidupan sosial dan pekerjaan Anda yang menyertai virus semuanya berkontribusi pada insomnia beberapa malam. Mengikuti langkah-langkah di atas dapat membantu kamu mengganti respons bawaan dan mendapatkan ketenangan dan tidur yang lebih nyenyak.

Read More

Artikel Lainnya

Gempa 1.jpg

Berita Kawasan

Gempa 6,7 Skala Richter di Malang Sambung Rentetan Musibah di Indonesia

11 April 2021, 10:02

Gempa Malang menjadi rentetan bencana di Indonesia yang perlu diwaspadai kelanjutannya.

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya dilaksanakan Bulan Juli 2021.jpg

Pendidikan

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya dilaksanakan Bulan Juli 2021

11 April 2021, 08:06

Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2021/2022. Meskipun pemerintah sudah memberikan lampu hijau agar sekolah tatap muka dilaksanakan segera, namun Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya masih belum bisa melaksanakan.

Geliat Bisnis Properti Masa Era New Normal di Kota Semarang

Properti dan Solusi

Geliat Bisnis Properti Era New Normal di Kota Semarang

10 April 2021, 18:47

“Hikmah dari kebijakan di rumah saja membuat para penghuni rumah mulai menyadari bahwa rumah yang mereka tinggali perlu pembenahan di beberapa bagian,” ujar Hafid Santoso pemilik H+S Architect, usaha konsultan arsitek di kota Semarang

Tirta Nirwana 1.jpg

Hobi dan Hiburan

Tirta Nirwana Songgoriti: Pertemuan Kerajaan Medang, Singosari, dan Tionghoa

10 April 2021, 18:07

Berwisata ke Tirta Nirwana kita bisa sedikit mencuil pelajaran pertemuan sejarah kerajaan di Indonesia dan Tionghoa. Lebih dari itu, bermain air di sini sangatlah menyenangkan.


Comments


Please Login to leave a comment.