Inilah Akibatnya Bila Anda Jarang Olahraga Napas

Kesehatan

Tips Manajemen Stres Ala WHO untuk Jaga Kesehatan Mental Kala Pandemi

Selain fokus penyembuhan pasien COVID-19, upaya untuk menjaga kesehatan mental masyarakat juga dilakukan dengan munculnya beragam layanan konsultasi psikologi kala pandemi. Menjaga kesehatan mental menjadi hal yang penting dilakukan di saat pandemi COVID-19. Sebab, kondisi mental berpengaruh terhadap kesehatan fisik seseorang.

Dilansir dari World Health Organization (WHO) (4/5/2020), setidaknya ada beberapa gejala gangguan kesehatan yang menandakan seseorang sedang mengalami stres. Gejala tersebut yakni seperti pusing, tidak nafsu makan, leher dan pundak terasa sakit, nyeri punggung, sakit perut, otot tegang, dada terasa berat dan ada benjolan di tenggorokan.

Oleh karenanya, perlu bagi Anda untuk melakukan manajemen stres. Mengacu pada buku panduan WHO (4/5/2020), simak tips manajemen stres ala WHO berikut ini.

Cara Menghilangkan Bau Kaki.jpg

1) Membumi

Pada fase ini, WHO menyebut sebagai tahapan membumi atau grounding. Artinya, anda perlu mendapatkan diri sendiri selama menghadapi situasi emosional dengan menyadari pikiran dan perasaan Anda. Setelahnya, secara perlahan dorong kaki Anda turun ke lantai kemudian diregangkan.

Sembari mengambil nafas, anda fokus dan perhatikan sekitar Anda. Perhatikan dengan rasa ingin tahu apa yang Anda lihat, dengar atau cium. Perhatikan dimana Anda berada, siapa yang bersama Anda dan apa yang sedang Anda lakukan.

[Baca Juga: Benarkah Pelihara Kucing dapat Jauhkan Stres Berlebih?]

Langkah ini dapat Anda lakukan selama satu atau dua menit, seperti sebelum atau setelah beraktivitas. Dengan rutin melakukan tips ini, Anda mungkin dapat merasakan kegiatan yang sebelumnya membosankan menjadi lebih menyenangkan.

Ikuti Tips Ini untuk Tidur Lebih Cepat

2) Melepas "Kaitan"

Saat mengalami stres, ada seperti kaitan yang menyangkut di tubuh Anda sehingga membuat Anda tidak bebas bergerak. Oleh karenanya, perlu bagi untuk melepas kaitan atau unhooking dengan menyadari pikiran atau perasaan yang telah mengait di tubuh Anda. Anda perlu sadar kalau ada hal yang mengganggu dengan rasa penuh penasaran.

Lalu sebutkan pikiran atau perasaan yang menyulitkan Anda seperti “ini perasaan yang sulit” “ini yang sesak di dadaku” “ini perasaan marah” “ ini adalah pemikiran yang sulit tentang masa lalu” dan “ Saya sadar bahwa saya khawatir dengan masa depan”. Setelahnya, fokus kembali pada apa yang sedang Anda lakukan dengan memperhatikan siapa yang sedang bersama Anda.

Saat WFH Hindari Kerja Dari Atas Kasur, Ini Alasannya

3) Bertindak dari Nilai yang Anda Yakini

Langkah selanjutnya, tentukan nilai kehidupan apa yang paling penting bagi Anda. Misalnya menjadi ramah dan peduli, penolong, pemberani dan pekerja keras. Lalu, pilih nilai termudah yang dapat Anda lakukan di minggu berikutnya.

Perlu Anda ingat bahwa ada tiga pendekatan untuk setiap situasi sulit yang Anda hadapi. Pertama yakni dengan meninggalkannya. Kedua, mengubah apa yang dapat diubah, menerima luka yang tidak dapat diubah dan hidup dengan nilai yang Anda yakini. Terakhi, pasrahkan dan fokus pada nilai yang Anda telah yakini.

CERAHKAN KULIT INSTAN DENGAN PERAWATAN INI

4) Bersikap Baik

Obati lah luka yang Anda miliki dengan kebaikan.Lepaskan kaitan dari pikiran-pikiran yang tidak baik dengan menyedari dan menamainya, sebagaimana pada fase unhooking. Lalu, coba bicaralah pada diri Anda dengan baik. Jika Anda baik dengan diri Anda, maka Anda akan mendapat energi untuk membantu dan lebih termotivasi untuk baik pada orang lain.

Anda juga bisa dengan mengambil salah satu tangan Anda dan bayangkan dengan kebaikan. Tempatkan tangan ini di bagian tubuh Anda yang dirasa sakit. Rasakan kehangatan yang mengalir dari tangan Anda ke tubuh Anda.

[Baca Juga: Inilah Proses Bagiamana Stres Merusak Kulit Anda]

Waspada Kaum Rebahan, Malas Bisa Timbulkan Masalah Kesehatan

5) Membuat Ruang

Tak mudah memang untuk menghilangkan pikiran dan perasaan buruk. Oleh karenanya, Anda perlu membuat ruang untuk mereka. Caranya yakni Anda dengan penuh penasaran menyadari dan fokus pada perasaan dan pikiran yang sulit. Bayangkan rasa sakit itu seperti objek dan perhatikan ukuran, bentuk dan warnanya.

Lalu, namakan pikiran yang sulit tersebut seperti “Ini adalah perasaan sulit” “Ini adalah pikiran sulit tentang masa lalu” “saya sadar ini adalah kesedihan” dan “saya sadar ini adalah pikiran yang membuat saya lemah”. Biarkan rasa dan pikiran yang menyakiti Anda pergi.

Semoga dengan mengikuti langkah manajemen stres ini, Anda dapat terbebas dari pikiran dan perasaan yang membebani Anda dan kembali menjalani hidup dengan bahagia. Selamat mencoba!


Read More

Artikel Lainnya

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.