Tolak Ditangani, Ini Upaya Pemkot Surabaya Pada Warga OTG

Berita Kawasan

Tolak Ditangani, Ini Upaya Pemkot Surabaya Pada Warga OTG

Surabaya menambah masa berlaku pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 25 Mei mendatang demi memutus rantai penyebaran. Protes atas penundaan sejumlah honor, banyaknya pelanggaran pada PSBB periode pertama, penolakan perpanjangan PSBB, hingga wacana akan dipansuskan, adalah sederet masalah lain yang turut mewarnai perjuangan menangani pandemi COVID-19.

Pihak mana pun boleh saja mengkritik atau menyuarakan ketidakpuasan terhadap langkah-langkah yang diambil Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya dalam menghadapi COVID-19. Sebab, menangani pandemi tak semudah membalikkan telapak tangan, khususnya bagi virus baru seperti SARS-CoV-2.

[Baca Juga: 20 RS Rujukan COVID-19 di Surabaya Tak Bisa Lagi Tampung Tambahan Pasien]

Sebagaimana diberitakan surabaya.go.id, Senin (11/5/2020) lalu, ketidakpedulian warga terhadap kesehatannya dan orang sekitar adalah salah satu penyebab kian merebaknya COVID-19 di tengah arek Surabaya. Pasalnya, tak semua warga mau berobat ke rumah sakit. Meski, hasil dari uji swab menyatakan yang bersangkutan telah terkonfirmasi COVID-19. Alasannya merasa sehat tak merasakan gejala.

Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah sebutan bagi warga terkonfirmasi COVID-19 tanpa mengalami gejala batuk, pilek dan sesak napas. Kendati tim medis didampingi pejabat setingkat Camat sekali pun saat penjemputan, bukan berarti membuat warga melunak dan menurut untuk ikut ke rumah sakit (RS).

Tolak Ditangani, Ini Upaya Pemkot Surabaya Pada Warga OTG

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Eddy Christijanto. menyebut, gampang-gampang susah memang dan memerlukan seni tersendiri untuk menyadarkan warga. Eddy mencontohkan, ada yang satu keluarga yang jumlahnya 6 orang, meliputi orang tua anak dan cucu. Untuk bisa berhasil membujuknya, kata Eddy, memang harus telaten. “Ada yang sampai dua hari kita masih dekati. Alasan mereka enggan ke rumah sakit, karena sudah mengisolasi diri,” tuturnya.

Contoh lainnya, Eddy menyebut, sebanyak 24 orang yang harus didekati melalui bantuan pihak lain, agar mereka mau dievakuasi dari rumah menuju rumah sakit untuk berobat. “Di (Pasar Tradisional) PPI 17 orang yang mau kita evakuasi, di Rungkut ada 7 orang,” Eddy menguraikan.

[Baca Juga: PSBB Dievaluasi & Dibenahi, Kota Surabaya Tunjukkan Perkembangan]

Begitulah lika-liku masalah yang dihadapi tim kesehatan Pemkot Surabaya saat bertugas. Selain dua contoh kejadian tersebut, masih ada kejadian lainnya yang menyulitkan tim di lapangan dan butuh keterlibatan banyak pihak dalam proses bujuk rayu. Penasaran? Berikut uraian kejadian lainnya yang mengisahkan kesuksesan upaya bujuk rayu lainnya dalam penjemputan warga berstatus OTG.

Tolak Ditangani, Ini Upaya Pemkot Surabaya Pada Warga OTG

Jaminan Bebas Biaya

Sama seperti permasalahan penanganan kesehatan lainnya. Masalah administrasi dan pembiayaan layanan kesehatan masih menjadi momok warga. Dalam kondisi ini, para petugas akan merayu warga dengan memberikan jaminan bahwa semua biaya ditanggung Pemkot.

Meski begitu, dalam menyampaikannya tidak bisa melalui mulut petugas karena rasa percaya akan lebih terjalin jika jaminan itu diperkuat dengan pernyataan dari sosok yang dikenal atau dihormati oleh yang bersangkutan.

Diantaranya, kata Eddy, dengan melibatkan Ketua RT, RW dan tokoh masyarakat yang ada di sekitar daerah setempat. “Lalu kita bilang, nanti kalau swab-nya negatif, kita kembalikan ke rumah lagi. Ketika ditinggal ke rumah sakit, rumah akan disemprot disinfektan,” paparnya.

Dekati Pimpinan Perusahaan

Lain halnya dengan warga dari kalangan karyawan atau perkerja kantoran. Biasanya urusan biaya layanan kesehatan tidak terlalu menjadi momok untuk mereka. Melainkan adalah ketakutan mendapatkan pengucilan dari lingkungan kantor atau bahkan kehilangan pekerjaan.

Untuk situasi ini, tutur Eddy, upaya lain yang dilakukan Tim Gugus Covid adalah dengan melibatkan pihak manajemen perusahaan. Melalui pimpinan perusahaan, karyawan yang terjangkit COVID-19 yang semula menolak, akhirnya luluh mengikuti saran pimpinan perusahaan untuk berobat. “Kita hubungi pimpinan (mereka), akhirnya paham,” tuturnya.

Tolak Ditangani, Ini Upaya Pemkot Surabaya Pada Warga OTG

Libatkan Petinggi Parpol

Yang menarik, adalah situasi yang memaksa para tim gugus tugas untuk melibatkan pimpinan partai politik. Keterlibatan fungsionaris parpol ini terjadi, lantaran OTG adalah kader partai. Namun Eddy memastikan bahwa langkah ini benar-benar akan dilakukan setelah berbagai cara lain yang ditempuh gagal.

Kepada pimpinan parpol, sambung Eddy,disampaikan bahwa persuasi melalui jalur partai dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan yang bersangkutan, keluarga dan tetangganya. “Setelah panjang lebar kita jelaskan, akhirnya pimpinan partai memahami, kemudian membantu kita untuk mengajak mereka yang OTG agar mau berobat,” ucapnya.

Minta Bantuan Polisi

Upaya lainnya, yakni dengan melibatkan pihak kepolisian, Satpol PP dan perawat perempuan. Perawat dari puskesmas biasanya menjelaskan masalah medis, sedangkan masalah sosial disampaikan oleh petugas Satpol PP dan Linmas. Sementara aparat kepolisian menjelaskan masalah yang berkaitan dengan keamanan untuk warga. “Harus ada strategi dan cara khusus untuk bisa mengajak mereka mau berobat ke rumah sakit. Kasus satu dengan lainnya tak sama. Dan memang gampang-gampang susah,” tegasnya.

Bagaimana? Unik-unik ya pengalaman yang pernah dihadapi tim kesehatan Pemkot Surabaya saat bertugas. Untuk informasi tambahan, menurut data Tim Gugus Tugas COVID-19, rata-rata yang menolak berobat itu datang dari kalangan warga berusia lanjut alias lansia.

Apabila tinggal serumah dengan anak dan cucu, dan rapid test-nya negatif, biasanya dipisahkan dahulu. Lalu jika ada hal yang tak diharapkan misalnya seperti untuk keperluan pemakaman, semua biayanya akan tetap ditanggung Pemkot Surabaya. Ingat ya Pointers, mematuhi aturan lebih baik dari pada mengobati diri yang terlanjur terinfeksi!


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Suki 2 years, 4 months lalu
    suki

    guys ada kabar keren nich, mau dapatin duit dengan mudah tanpa keluar keringat? dan bisa jadi jutawan dalam waktu yang tidak lama, buruan yach ke bola165 jangan ketinggalan untuk menjadi jutawan....