Tomat Hitam Getasan, Kabupaten Semarang Akan Diekspor ke Dubai

Bisnis

Tomat Hitam Getasan, Kabupaten Semarang Akan Diekspor ke Dubai

Kementerian Pertanian atau Mentan akan memfasilitasi ekspor komoditas tomat hitam atau Solanum lycopersicum, hasil budidaya kelompok tani atau Kelomtan Citra Muda di Dusun Sidomukti, Desa Kopeng Getasan ke Dubai, Uni Emirat Arab. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, permintaan pasar di sana belum bisa dipenuhi petani di tanah air.

“Kementan akan membantu ekspor ke sana karena permintaannya unlimited,” kata Mentan usai melakukan panen tomat hitam dan kale atau borecole di lahan Kelomtan Citra Muda Getasan pada 27 Juni 2020. Panen sayuran organik itu juga diikuti anggota DPR Komisi IV DPR Luluk Nurhamidah, Senator DPD asal Jawa Tengah Denty Eka WP, para dirjen Kementan, Bupati Semarang H Mundjirin dan pejabat lainnya.

Tomat Hitam Getasan, Kabupaten Semarang Akan Diekspor ke Dubai

Seperti dilansir dari semarangkab.go.id (29/6/2020), Mentan menambahkan, Kelomtan Citra Muda dari Kopang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ini membuktikan sektor pertanian mampu bertahan di tengah krisis ekonomi saat pandemi COVID-19 ini. “Mereka bisa mendapatkan penghasilan kurang lebih Rp350 juta perbulan. Ini bukti bahwa pertanian bisa jadi alternatif pendapatan,” katanya kagum.

[Baca Juga: Pemkot Tangerang Berikan Bantuan Benih Sayuran]

Syahrul bahkan meminta Dirjen PSP untuk membuat duplikasi program kerja Kelomtan Citra Muda di dua tempat untuk meningkatkan mutu dan jumlah produksi sayuran organik. Rencananya program kerja itu akan dilaksanakan di Sumatera Utara dan satu di wilayah Indonesia Timur.

Bupati Semarang H Mundjirin saat sambutan selamat datang menjelaskan potensi pertanian organik di wilayahnya sangat besar. “Permintaan sayuran organik terus meningkat. Tidak hanya untuk pasar pasar lokal namun juga untuk ekspor,” ujarnya.

[Baca Juga: Menilik Pertanian Terpadu di Pulau Payung]

Ketua Kelomtan Citra Muda Shofyan Adi Cahyono saat ditemui di sela-sela acara menjelaskan, setiap bulan kelompoknya dapat memanen 15 ton sayuran organik aneka jenis. Selain daun kale curly, dia dan sekitar dua puluh orang temannya juga menanam selada merah, selada hijau, lettuce, tomat, cabai juga kol ungu. Total ada 20 jenis sayuran organik yang ditanam di lahan seluar sepuluh hektar. “Alhamdulillah, selama dua bulan di awal masa pandemi, pemasaran kami meningkat hingga 300 persen,” akunya bangga.

Ditambahkan, penjualan komoditas berlabel Sayur Organik Merbabu ini dilakukan daring. Tersedia akun Instagram @sayurorganikmerbabu dan diantar langsung ke pemesan. Seluruh produk telah mendapatkan sertifikasi dari organik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. “Penjualan sayur organik menjangkau seluruh kota besar di Jawa dan Kalimantan,” terangnya.

Read More

Artikel Lainnya

Warga Tambakrejo Dapat Segera Tempati Kampung Nelayan Semarang

Properti dan Solusi

Warga Tambakrejo dapat Segera Tempati Kampung Nelayan Semarang

26 January 2021, 20:09

Kini sesuai janji Wali Kota Semarang, Kampung Nelayan sekarang telah didirikan Pemerintah Kota Semarang yang diperuntukkan bagi warga Tambakrejo.

Di Bawah Rp2 Jutaan! Realme Watch S Pro Sudah Bisa Dibeli Hari Ini.jpg

Properti dan Solusi

Di Bawah Rp2 Jutaan! Realme Watch S Pro Sudah Bisa Dibeli Hari Ini

26 January 2021, 19:09

Hadir dengan desain yang lebih premium serta fitur yang lebih oke dibandingkan pendahulunya, realme Watch S Pro dibanderol di bawah Rp2 jutaan.

Krematorium Wahana Mulia Abadi Beroperasi Kebali dengan Alat Ramah Lingkungan

Berita Kawasan

Krematorium di Yogyakarta Gunakan Alat Ramah Lingkungan

26 January 2021, 18:09

Wali kota pun sangat mengapresiasi keberadaan krematorium dan berharap tempat tersebut memang disiapkan sehingga bermanfaat untuk masyarakat, khususnya di Kota Yogyakarta.

Penambahan Satu Jam Operasional untuk Mal di Jakarta Tak Berdampak

Bisnis

Penambahan Satu Jam Operasional untuk Mal Tidak Tingkatkan Bisnis

26 January 2021, 18:05

Penambahan jam operasi pusat perbelanjaan dan restoran sebanyak satu jam di PPKM tahap dua dinilai tidak akan membawa dampak signifikan.


Comments


Please Login to leave a comment.