Tompi, Dokter Yang Juga Musisi Berbagi Tips Sehat Hadapi Pandemi

Kesehatan

Tompi, Dokter Yang Juga Musisi Berbagi Tips Sehat Hadapi Pandemi

Ketidakpahaman tentang COVID-19 merupakan kondisi yang memprihatinkan. Di sisi lain ini membuat orang untuk perlu memperbarui pengetahuannya akan kesehatan. Masuk angin sebagai contohnya. Hal ini lazim dianggap bukan sebagai gangguan kesehatan.

“Jadi kalau dokter bertanya ke pasien merasa sakit apa? Tidak dok, cuma kaya masuk angin saja,” ungkap dokter Teuku Adifitrian atau yang lebih dikenal dengan nama Tompi.

Menurut Tompi, varian gejala COVID-19 itu lebar sekali. Dari tidak merasa apa-apa atau kondisi tanpa gejala hingga tidak bisa merasakan apa-apa. Karena itu pemahaman atas COVID-19 menjadi demikian perlu dan tidak bisa digeneralisir.

Tompi, Dokter Yang Juga Musisi Berbagi Tips Sehat Hadapi Pandemi

Misalnya seseorang dites PCR hasilnya positif padahal tidak merasakan gejala apa-apa. Lalu dia menarik kesimpulan bahwa COVID-19 tidak berbahaya dan membuat testimoni agar orang lain tidak usah khawatir. “Dia menggeneralisir case. Nah ini yang bahaya. Andanya yang aman. Orang tua anda, istri, suami, anak anda belum tentu. Anda tertular pertama baik-baik saja. Tertular yang kedua bisa berat.”

Bagaimana Menjaga Diri dari COVID-19?

Guna menjaga diri dari penularan COVID-19 ada sejumlah hal yang dapat dikerjakan. Seperti mencuci tangan dan kalau habis dari bepergian jangan lupa membersihkan badan. Masing-masing punya ruang tidur masing-masing di rumah. “Cuma kembali lagi, apakah hal ideal itu gampang ditemukan? Masih ada yang tidur tetapi kamarnya harus berbagi,” ucap Tompi.

“Tidak ada sesuatu yang baru untuk menjaga diri dari penularan COVID-19. Cuma jarang dikerjakan saja. Ini kaya ditertibkan saja. Kalau tidak melakukannya maka akan tertular,” tambahnya.

Memiliki kewaspadaan diri menjadi hal utama dalam menjaga diri dari COVID-19. Bahkan ada yang tidak memahami kalau ada kemungkinan telah menjadi carrier bagi virus.

Akhirnya sering terdengar cerita bahwa sudah jaga protokol kesehatan dan tidak pernah keluar rumah tetapi masih bisa tertular. Hal ini dapat terjadi karena masih adanya penghuni rumah yang keluar masuk, seperti asisten rumah tangga atau sopir. “Jadi ingatkan orang-orang yang kerja dengan kita. Kasih tahu mereka juga,” ungkapnya.

Bila Hasil Tes Positif

Dokter Tompi menyebutkan COVID-19 bisa sembuh tetapi hal ini harus ada upaya.

Pengobatan penyakit ini harus simtomatik. Bila badan panas maka minum obat sakit panas. Bila ada gejala mual-mual maka minum obat anti mual-mual. Dengan obat anti virus atau anti biotik untuk yang ada infeksi sekundernya.

Dia menuturkan bahwa di Puskesmas atau layanan online dari Pemerintah sudah tersedia paket obat-obatan dan pemanfaatannya. “Jadi jangan panikan ketika menerima hasil tes PCR positif. Tidak ada gejala tetapi langsung beli Atempra. Langsung beli Ivermectin. Saran saya, jangan sebegitu agresifnya,” katanya dalam diskusi virtual.

Dia menyarankan usai menerima hasil tes PCR positif maka yang harus dilakukan langsung isolasi mandiri. Hal ini mengingat fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang ada dikonsentrasikan untuk yang mengalami gejala berat.

Kemudian harus memliki alat saturasi oksigen. Alat itu ditempel di jari. Suhu badan diukur pakai termometer. Kalau tidak ada termometer maka diraba untuk mengetahui suhunya. “Kalau merasa panas, hangat, ya sudah minum anti demam atau penurun panas.”

Di samping itu sistem imun harus diperkuat. Seperti dengan vitamin D, vitamin C. Bisa juga ditambahkan Zinc. Jangan lupa makan makanan bergizi. Tetapi bila tubuh merasa mual tetap upayakan tetap makan.

Isolasi Mandiri, Siapakan Empat Alat Medis Ini Oximeter

Alat saturasi oksigen terus diamati. Kalau saturasinya masih dalam range normal, yakni 94 sampai 100, berarti baik-baik saja. Kalau saturasinya 94 ke bawah berarti menjadi peringatan. Di bawah 90 maka langsung cari rumah sakit dan perlu dukungan oksigen. “Jadi jangan begitu positif langsung borong oksigen padahal saturasi 98, sesak nafas tidak ada. Jadi kira-kira begitu. Saya setuju jangan panik tetapi jangan anggap remeh.”

Perjalanan COVID-19 biasanya akan terbaca dalam 7 sampai 10 hari pertama. Jika hal ini terlewati dengan baik maka akan sehat. Tetapi hal ini juga tidak bisa digeneralisir. “Secara umum saja kira-kira demikian,” kata dokter Tompi.

Rentang waktu 7 sampai 10 hari ini adalah fase harus menjaga diri dari berkontak dengan orang lain dan jangan sampai menularkan.

“Ringan di kita belum tentu ringan di orang lain. Banyak yang sudah mengalami. Dia sakit lalu pulang dan kumpul bersama keluarga. Dia baik-baik saja tetapi tidak demikian keluarganya,” ucap dokter Tompi mengingatkan.

Menurut Tompi, hal yang menjadi penting sekali yakni mematuhi protokol kesehatan terlepas dari pelbagai varian COVID-19 yang ada. Lalu menjaga diri agar tidak tertular. Apabila tertular, menjaga untuk sembuh dan jangan sampai menulari orang lain.

Mempertimbangkan Tempat Isolasi Mandiri

Untuk menjalani isolasi mandiri atau isoman membutuhkan sejumlah persiapan.

Tempat isolasi mandiri harus ditentukan terlebih dahulu. Kalau ruangan di rumah cukup bisa untuk isolasi mandiri maka tidak perlu harus tinggal di luar rumah atau hotel.

Cari satu ruangan yang agak terasing dengan penghuni rumah yang lain lalu tinggal di ruangan itu.

“Sementara yang lain membantu menyiapkan makanan dan minuman lalu taruh depan ruangan. Tetapi jangan pernah putus kontak sama orang rumah. Kalau sudah merasa tidak enak badannya maka langsung ke fasilitas kesehatan terdekat,” saran dokter Tompi.

Tetapi ada juga yang salah memahami isolasi mandiri. Isolasi mandiri dipikir sebagai kegiatan tidak keluar rumah. Tetapi di rumah justru kumpul-kumpul dengan penghuni lain.

“Itu keliru menyimpulkan. Di rumah tetapi di ruangan tersendiri. Terpisah dari penghuni rumah lainnya. Tidak bercampur idealnya.”

“Hal ini menjadi sulit kalau rumahnya memiliki ruangan cuma dua. Itu mau tidak mau ya dipisah. Entah yang sehat pindah atau yang sakit dipisahkan,” terangnya. “Bila tidak mungkin dipisahkan tinggalnya, apalagi ruangan di rumah cuma satu maka ikhtiar terbaik yaitu masker dobel.“

Regulasi dan Pentingnya Vaksinasi

Dokter Tompi berpendapat setiap orang bertanggungjawab mengatasi pandemi COVID-19. Karena ada juga yang ngeyel tidak percaya COVID-19. Setelah tertular penyakitnya baru percaya.

“Jadi kita semua bertanggungjawab. Kalau saya melihatnya sederhana. Mari kita menempatkan upaya terbaik ini untuk melindungi diri sendiri,” ucapnya.

Upaya melindungi diri sendiri yakni menjaga protokol kesehatan, ketemuan dan beraktivitas seperlunya, vaksin, makan makanan bergizi, hingga istirahat cukup.

Dia juga menilai pelbagai regulasi Pemerintah yang dibuat untuk mengendalikan laju COVID-19 agar jangan dipusingkan. “Karena itu sebenarnya mengatur yang tidak menjaga protokol kesehatan. Esensinya mengatur orang yang ndablek. Ini yang harus diatur. Karena tidak semuanya sadar diri.”

“Jadi kita harus mengatasi bareng-bareng. Tidak bisa tenaga kesehatannya saja. Tidak bisa pemerintah saja. Harus bareng-bareng, harus seirama.”

Izin Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 Sinovac Tetap Harus Diikuti dengan 3M

Kalau pun regulasinya berubah-ubah itu karena penyakitnya masih baru dan ilmunya berkembang terus.

“Regulasi berubah ya bisa saja karena ilmunya baru diperoleh. Ikuti saja protokol yang sudah diumumkan karena protokol kesehatan yang dipegang di Indonesia saat ini disadur dari WHO.”

Di samping itu Tompi menilai vaksin efektif memberikan perlindungan. Di luar protokol kesehatan yang mengatur soal kebiasaan hidup, vaksinasi harus masuk ke hukum wajib lainnya.

“Harus upayakan dapat. Cuma permasalahannya ketersediaan vaksin belum bisa mencakup seluruh masyarakat Indonesia. Ini yang memang agak berat di regulasinya,” katanya.

Dia menambahkan,“Mau vaksin, barangnya belum ada. Jadi harus menunggu giliran. Di sisi lain, mau kerja, mau bepergian harus ada kartu vaksin. Jadi saya pikir di sini peran Pemerintah.”

“Kita tunggu giliran sampai semua kebagian. Untuk yang belum kebagian, ekstra protokol kesehatan. Usia boleh vaksin maka segera vaksin,” pungkas musisi ini.


Read More

Artikel Lainnya

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022.jpg

Berita Kawasan

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022

02 December 2022, 18:12

Lesbumi-NU mulai hari ini hingga 3 Desember 2022 menjadikan Kampung Budaya Betawi Setu Babakan sebagai ‘rumah’ rakornas sekaligus Temu Nasional Ses Budaya Muslimin Indonesia 2022.

Dukung Pemberdayaan Difabel di Bidang Digital, Acer Serahkan Bantuan Laptop.jpg

Bisnis

Dukung Pemberdayaan Difabel di Bidang Digital, Acer Serahkan Bantuan Laptop

02 December 2022, 16:10

Acer baru-baru ini menggelar kegiatan CSR-nya dengan menargetkan kelompok difabel yang ingin mendalami sekaligus berkarya di bidang coding.

Sambut Akhir Tahun 2022, KFC Kembali Hadirkan Menu Golden Combo.jpg

Kuliner

Sambut Akhir Tahun 2022, KFC Kembali Hadirkan Menu Golden Combo

02 December 2022, 14:07

Dalam merayakan penghujung tahun 2022, KFC meluncurkan menu Golden Combo serta menggelar campaign Golden Moment yang berhadia voucher hingga iPhone Pro 14.

Infinix Note 12 2023 Akan Diperkenalkan Resmi di Indonesia Pekan Depan.jpg

Bisnis

Infinix Note 12 2023 Akan Diperkenalkan Resmi di Indonesia Pekan Depan

02 December 2022, 12:03

Setelah merilis Infinix Note 12 sekitar enam bulan lalu, Infinix kembali akan memperkenalkan versi terbaru dari ponsel pintarnya ini yang disinyalir lebih siap menjajal penggunaan multitasking.


Comments


Please Login to leave a comment.